Konflik Rusia Vs Ukraina
Vladimir Medinsky Sebut Barat Ingin Memperbudak Ukraina secara Finansial dengan Memberikan Bantuan
TRIBUN-VIDEO.COM - Ajudan atau pembantu Presiden Rusia Vladimir Putin, Vladimir Medinsky, menyebut Barat ingin memperbudak Ukraina.
Medinsky, pada Minggu (22/5/2022) mengatakan Barat sedang berusaha mengikat Ukraina dengan kewajiban keuangan dan politik, sehingga generasi masa depan Ukraina harus membayarnya.
"(Barat sedang berusaha untuk) memperbudak Ukraina, untuk mengikatnya dengan kewajiban keuangan dan politik, yang sayangnya, akan mengubah Ukraina menjadi koloni," katanya dalam wawancara dengan saluran televisi ONT Belarus.
Ia sempat menyinggung negara Afrika yang menerima bantuan AS dan Inggris.
"Saya tidak bermaksud menyakiti salah satu negara Afrika tetapi nasib seperti itu selalu menyedihkan - nasib mereka yang mengambil bantuan seperti itu dari Inggris dan Amerika," kata Medinsky, dikutip dari TASS.
Baca: Sifat Putin Disebut Sudah Jauh Berubah Dibanding sebelum Invansi ke Ukraina, Kini Disebut Pembunuh
"Mereka harus berpikir dua kali tentang itu," tambahnya memperingatkan.
Menurut dia, pihak berwenang Ukraina mengerti itu dengan sangat baik.
"Mereka bukan orang bodoh, mereka memahaminya dengan baik. Mereka hanya berharap bukan mereka, tetapi generasi mendatang yang harus membayar harganya," katanya.
Medinsky menilai, bantuan Barat ke Ukraina merupakan usaha untuk menyakiti lawannya yakni Rusia.
"Tentu saja, ini bukan hanya tentang menyakiti Rusia. Ini tentang membuat Rusia hancur berkeping-keping."
"Mereka bukan yang pertama memikirkannya," ujar Medinsky.
"Tidak ada yang berhasil," pungkasnya.
Rusia Siap Negosiasi
Ajudan Putin, Vladimir Medinsky, dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa Rusia siap melanjutkan pembicaraan dengan Ukraina.
"Kami, di pihak kami, siap untuk melanjutkan dialog. Tetapi saya ingin menekankan bahwa bola pembicaraan damai lebih lanjut ada di pengadilan Ukraina. Pembekuan pembicaraan adalah inisiatif sepenuhnya Ukraina," katanya dalam wawancara, lapor TASS.
Menurutnya, Moskow tidak pernah menolak pembicaraan damai termasuk di tingkat atas.
Ia mengatakan, Presiden Putin sudah berulang kali menegaskan hal tersebut.
"Masalahnya adalah persiapan serius diperlukan untuk pertemuan tingkat atas, pertemuan antara presiden," kata Medinsky, menambahkan bahwa dokumen harus dirancang untuk pertemuan semacam itu.
"Kepala negara harus bertemu untuk mencapai kesepakatan akhir dan menandatangani dokumen, tetapi tidak untuk mengambil foto," jelasnya.
Baca: Mantan Intelijen Inggris Sebut Vladimir Putin Mendadak Tinggalkan Rapat untuk Perawatan Medis
Menurut Medinsky, sebulan yang lalu pihak Rusia merujuk kepada pihak Ukraina sebuah rancangan perjanjian dan sejumlah posisi utamanya telah disepakati.
Namun menurutnya, Kyiv tidak memiliki niat untuk melanjutkan dialog tersebut.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan perang hanya bisa diselesaikan melalui diplomasi.
"Akhirnya akan melalui diplomasi," katanya kepada saluran televisi Ukraina.
Perang "akan berdarah, akan ada pertempuran tetapi hanya akan berakhir secara definitif melalui diplomasi."
Negosiasi antara Kiev dan Moskow terhenti, dengan kedua negara saling menyalahkan.
Masalah utama yang menghambat pembicaraan adalah apakah Rusia harus mempertahankan wilayah yang telah direbutnya dalam perang, atau menarik kembali ke perbatasannya yang diakui secara internasional.
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ajudan Putin Sebut Barat Ingin Memperbudak Ukraina secara Finansial
#BaratDidugaPerbudakUkraina
#VladimirMedinsky
#AjudanVladimirPutin
#BaratDisebutPerbudakUkraina
Video Production: Khoerunnisak
Sumber: Tribunnews.com
Tribun Video Update
Menlu Sugiono Ungkap Rencana Presiden Prabowo Ikutkan Kandidat WNI dalam Program Kosmonot Rusia
4 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Sugiono Sebut Prabowo Berencana Kirim WNI Ikut Program Kosmonot di Rusia usai Ketemu Putin
4 hari lalu
Berita Terkini
Terobosan Militer Ukraina: Berhasil Cegat Drone Kamikaze Rusia dari Jarak 500 Km
5 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Iran: Rusia Banjiri Iran Senjata, China Tekan AS Segera Buka Selat Hormuz
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.