Konflik Rusia Vs Ukraina
Jenderal Jerman Menentang Pengiriman Tank Leopard ke Ukraina, Sebut Tidak Sensitif dan Berbahaya
TRIBUN-VIDEO.COM – Jenderal (Purn) Erich Wade, mantan penasihat militer Kanselir Jerman Angela Merkel menentang pengiriman tank tempur utama Leopard dan ranpur Marder ke Ukraina.
Mengutip pernyataannya lewat radio Deutschlandfunk, Wade menyebut keputusan itu jika benar dilakukan tidak sensitif dan berbahaya.
Lebih-lebih mengoperasikan tank tempur utama Leopard dan BMP Marder butuh kualifikasi tinggi dan pelatuhan bertahun-tahun.
“Jika kita tak ingin Perang Dunia Ketiga, lambat atau cepat, tinggalkan cara militer, mulaiah berunding,” kata Erich Wade.
Baca: Mantan Intelijen Inggris Sebut Presiden Rusia Mendadak Tinggalkan Rapat untuk Jalani Perawatan Medis
Jerman dilaporkan telah memasok pasukan Kiev dengan ribuan ranjau anti-tank dengan harapan memperlambat kemajuan militer Rusia di Ukraina.
Sementara itu situs analisis intelijen Southfront.org mengabarkan, Jerman telah mengirimkan ribuan ranjau darat.
Dalam laporan yang dirilis pada 17 Mei, Der Spiegel mengungkapkan Jerman telah mengirim 1.600 unit ranjau DM-12 PARM dan 3.000 ranjau anti-tank DM-31 ke Ukraina.
Ranjau anti-tank model DM-12 buatan Jerman ini memiliki jenis khusus. Senjata pembuuh ini dipasang pada tripod kecil.
Baca: Video Kecanggihan Robot Militer Uran-6 Milik Rusia, Mampu Cari & Hancurkan Ranjau Tentara Ukraina
Peralatan ini akan menembakkan roket bersirip berdaya jangkau efektif 2 hingga 40 meter. Ranjau jenis ini mampu menembus lapisan baja 600 milimeter.
Ranjau canggih ini butuh waktu lima menit untuk bisa menembakkan roketnya. Bisa lewat pengoperasian manual atau kabel pemicu serat optic.
Ranjau anti-tank DM-12 menurut situs Southfront.org memang telah terlihat di Ukraina.
Bahkan, militer Rusia dan sekutunya menyita beberapa unit dari lapangan. Pada 21 Mei, beberapa foto ranjau DM-12 yang baru saja ditemukan muncul secara online.
Sedangkan ranjau anti-tank DM-31 adalah salinan ranjau FFV 028 Swedia buatan Jerman. DM-31 adalah ranjau anti-tank yang lebih tradisional.
Baca: Zelensky Sebut Perang Rusia-Ukraina Dapat Berakhir Hanya Melalui Diplomasi, Klaim Ukraina Menang
Ranjau ini menggunakan mekanisme sensor magnetis supaya bisa meledak. Ledakannya bisa menghantam seluruh lebar kendaraan yang ditargetkan.
Ketika ranjau dipicu, muatan pembersihan kecil meniup bahan apa pun yang mungkin berada di atas ranjau, diikuti sepersekian detik kemudian ledakan utamanya.
Ledakan utama ranjau ini dapat menembus pelindung perut tank mana pun yang ada saat ini. Namun jenis ranjau DM-31 belum terlihat di Ukraina.
Jerman berubah dari penentang utama perang dan sikap menolak mempersenjatai rezim Kiev, menjadi salah satu pendukung militer terbesarnya.
Berlin telah memasok pasukan Kiev banyak senjata, termasuk ribuan roket anti-tank dan rudal anti-pesawat, sejak dimulainya operasi militer khusus Rusia di Ukraina.
Seperti pendukung Kiev lainnya, Jerman berharap dukungan militernya pada akhirnya akan menyebabkan kegagalan operasi militer khusus Rusia.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jenderal Jerman Menentang Pengiriman Tank Leopard dan Marder ke Ukraina
Baca berita lainnya terkait Rusia dan Ukraina di sini.
# Rusia # Ukraina # Jerman # tank # Invasi Rusia
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Dubes Rusia Ungkap Kondisi Mojtaba Khamenei, Bantah Dievakuasi ke Moskow demi Alasan Keamanan
Rabu, 1 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman AS-Iran : AS Dikepung 4 Negara NATO! Jet untuk Serang Iran Diadang, Pasukan Rusia Terjun
Rabu, 1 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Pesawat Militer Rusia Dilaporkan Jatuh seusai Tabrak Tebing di Krimea Tewaskan 29 Orang
Rabu, 1 April 2026
Tribunnews Update
Pasukan Elit Chechnya Rusia Bakal Kepung AS Bantu 1 Juta Kombatan Teheran, Perang Darat Makin Panas
Rabu, 1 April 2026
Mancanegara
KAPAL RUSIA TIBA DI INDONESIA, Kolaborasi Maritim Penguatan Hubungan Militer Bilateral
Senin, 30 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.