Senin, 13 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pengiriman Tank Leopard dan Marder ke Ukraina Ditentang Jenderal Jerman, Butuh Kualifikasi Tinggi

Senin, 23 Mei 2022 08:40 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Jenderal (Purn) Erich Wade, mantan penasihat militer Kanselir Jerman Angela Merkel menentang pengiriman tank tempur utama Leopard dan ranpur Marder ke Ukraina.

Wade menyebut keputusan itu jika benar dilakukan tidak sensitif dan berbahaya.

Lebih-lebih mengoperasikan tank tempur utama Leopard dan BMP Marder butuh kualifikasi tinggi dan pelatuhan bertahun-tahun.

“Jika kita tak ingin Perang Dunia Ketiga, lambat atau cepat, tinggalkan cara militer, mulaiah berunding,” kata Erich Wade.

Jerman dilaporkan telah memasok pasukan Kiev dengan ribuan ranjau anti-tank dengan harapan memperlambat kemajuan militer Rusia di Ukraina.

Baca: Melihat dari Dekat Kuda Perang hingga Simulator Tank Leopard di Sekolah Prajurit Baret Hitam

Baca: Ditakuti Negara Barat, Begini Penampakan Unit Helikopter Pasukan Putin, Dinilai Mudah Hancurkan Tank

Dalam laporan yang dirilis pada 17 Mei, Jerman telah mengirim 1.600 unit ranjau DM-12 PARM dan 3.000 ranjau anti-tank DM-31 ke Ukraina.

Ranjau anti-tank model DM-12 buatan Jerman ini memiliki jenis khusus. Senjata pembuuh ini dipasang pada tripod kecil.

Peralatan ini akan menembakkan roket bersirip berdaya jangkau efektif 2 hingga 40 meter. Ranjau jenis ini mampu menembus lapisan baja 600 milimeter.

Ranjau canggih ini butuh waktu lima menit untuk bisa menembakkan roketnya. Bisa lewat pengoperasian manual atau kabel pemicu serat optic. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jenderal Jerman Menentang Pengiriman Tank Leopard dan Marder ke Ukraina

# Tank Leopard # Ukraina # Jerman energi Rusia

Editor: winda rahmawati
Video Production: ahmadshalsamalkhaponda
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved