Konflik Rusia Vs Ukraina
Rusia Mengeklaim Ambil Kendali Penuh atas Kota Mariupol Ukraina
TRIBUN-VIDEO.COM - Rusia mengklaim telah merebut Mariupol, Ukraina, setelah hampir tiga bulan mengepung kota pelabuhan itu, Jumat (20/5/2022).
Juru bicara Igor Konashenkov mengatakan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu telah melaporkan kepada Presiden Vladimir Putin "pembebasan total" dari pabrik baja Azovstal di Mariupol dan kota secara keseluruhan.
Adapun pengambilalihan penuh Mariupol memberi Putin kemenangan yang sangat dibutuhkan dalam perang yang dia mulai pada 24 Februari.
Rusia telah berusaha menguasai Mariupol untuk menyelesaikan koridor darat antara Rusia dan Semenanjung Krimea, yang direbutnya dari Ukraina pada tahun 2014.
Dikuasainya kota itu juga membuat Ukraina kehilangan pelabuhan vital.
Dikutip dari AP News, Mariupol mengalami beberapa penderitaan terburuk perang dan menjadi simbol kekejaman di seluruh dunia.
Baca: Pasukan Donetsk Dapat Bantuan Langsung dari Militer Rusia untuk Selesaikan Misi Tempur ke Ukraina
Pengeboman tanpa henti meninggalkan barisan demi barisan bangunan yang hancur atau berlubang.
Sebuah rumah sakit bersalin terkena serangan udara mematikan Rusia pada 9 Maret.
Seminggu kemudian, sekitar 300 orang dilaporkan tewas dalam pemboman sebuah teater tempat di mana warga sipil berlindung, meskipun jumlah korban tewas sebenarnya bisa mendekati 600 orang.
Gambar satelit pada bulan April menunjukkan apa yang tampak seperti kuburan massal di luar Mariupol.
Pejabat lokal menuduh Rusia menyembunyikan pembantaian dengan mengubur hingga 9.000 warga sipil di tempat itu.
Awal bulan ini, ratusan warga sipil dievakuasi dari pabrik baja Azovstal selama gencatan senjata kemanusiaan.
Mereka yang berhasil dievakuasi berbicara tentang teror pemboman tanpa henti, kondisi lembap di bawah tanah dan ketakutan bahwa mereka tidak akan berhasil keluar hidup-hidup.
Baca: Pasukan Ukraina Dapat Serangan Kejutan dari Tentara Rusia saat Mencoba Sembunyi di Bawah Jembatan
Sementara itu, kantor berita negara Rusia RIA Novosti mengutip Kementerian Pertahanan yang mengatakan total 2.439 pejuang Ukraina yang telah bersembunyi di pabrik baja telah menyerah sejak Senin, termasuk lebih dari 500 pada hari Jumat.
Saat mereka menyerah, pasukan ditawan oleh Rusia, dan setidaknya beberapa dibawa ke bekas koloni penjara. Lainnya dikabarkan dirawat di rumah sakit.
Pertahanan pabrik baja dipimpin oleh Resimen Azov yang telah ditangkap Rusia sebagai bagian dari upaya melawan pengaruh Nazi di Ukraina .
Rusia mengatakan komandan Azov dibawa pergi dari pabrik dengan kendaraan lapis baja.
Pihak berwenang Rusia telah mengancam untuk menyelidiki beberapa pembela pabrik baja atas kejahatan perang dan mengadili mereka, mencap mereka Nazi dan penjahat.
Hal itu telah menimbulkan ketakutan internasional tentang nasib mereka.
(Tribunnews.com/Rica Agustina)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rusia Klaim Telah Ambil Kendali Penuh atas Mariupol Ukraina
Video Production: Nur Rohman Urip
Sumber: Tribunnews.com
Mancanegara
Indonesia Tak Disebut! Iran Rilis 5 Negara Sahabat yang Bebas Lewat Selat Hormuz
Jumat, 27 Maret 2026
Tribunnews Update
Rusia Murka ke AS-Israel! Peringatkan Serangan Dekat PLTN Bushehr Iran Picu Ancaman Bencana Nuklir
Jumat, 27 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Makin Percaya Diri Didukung Penuh Rusia, Presiden Pezeshkian Berterima Kasih ke Putin
Jumat, 27 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
AS Pertimbangkan Alihkan Senjata Ukraina ke Timur Tengah, Perang Iran Kuras Stok Amunisi
Jumat, 27 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Taktik Perang Drone Iran Adopsi Rusia Buat AS Khawatir di Selat Hormuz, Bidik Semua Tentara Trump
Jumat, 27 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.