Rabu, 22 April 2026

Terkini Daerah

Pria Berbobot 275 Kg di Malang Terjatuh dari Lift karena Tali Sling Terputus, Begini Kondisinya

Jumat, 20 Mei 2022 15:53 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Seusai jalani operasi pemasangan pen patah tulang di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Dwi Ariesta Wardhana (38), pria obesitas yang memiliki berat badan 275 kilogram justru bertambah bobotnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Staff medis Bagian Orthopedi dan Traumatologi RSSA Malang, dr. Agung Riyanto Budi Santoso, Sp. OT (K) yang juga merupakan ketua tim operasi.

"Pasca operasi, sepertinya berat badan pasien Dwi Ariesta Wardhana bertambah. Dari observasi gizi yang dilakukan, diperkirakan berat badannya tambah 5 kilogram," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (19/5/2022).

Baca: Tak Jaga Berat Badan Bisa Alami Obesitas hingga Penyakit Kronis, Inilah Diet yang Aman untuk Tubuh

Baca: Detik-detik Mobil Patroli Polisi Terjun ke Jurang di Malaka, Dua Petugas Terluka, Satu Patah Tulang

Namun, dirinya tidak bisa menjelaskan secara detail terkait bertambahnya berat badan pasien.

"Untuk lebih detailnya, dapat langsung ditanyakan ke bagian instalasi gizi," tambahnya.

Namun, meski berat badannya bertambah, pihak RSSA Malang tetap mewajibkan pasien menjalani program diet.

"Dampak berat badan berlebih (overweight) dapat mempengaruhi fungsi organ dalam tubuh pasien. Sehingga diet perlu dilakukan, dan dengan diet tersebut memudahkan rehabilitasi medik pasca operasi," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat tali sling lift di rumahnya putus, pria di Kota Malang yang memiliki berat badan seberat 275 kilogram alami patah tulang.

Dari informasi yang didapat TribunJatim.com, kejadian itu terjadi di Perumahan Puri Kartika Asri Blok Q, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang pada Sabtu (7/5/2022) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, korban bernama Dwi Ariesta Wardhana (38) yang sehari-harinya bekerja sebagai wiraswasta.

Diketahui, korban kala itu hendak turun dari lantai dua rumahnya dengan menggunakan lift barang yang di modifikasi.

Karena badan korban begitu besar dan berat, naik turun antar lantai rumah harus menggunakan lift.

Di saat turun itulah, tiba-tiba tali sling atau kawat penghubung mesin dan lift yang dinaiki korban terputus dan jatuh dari ketinggian sekitar tiga meter.

Baca: Bocah Obesitas Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan di RSUD Bekasi, Diduga karena Komplikasi

Dengan mengerahkan 12 orang, korban berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tulang terbuka dan patah tulang tertutup.

Bagian tubuh yang mengalami patah tulang terbuka, adalah bagian engkel kaki kiri. Sedangkan, bagian yang mengalami patah tulang tertutup adalah bagian engkel kaki kanan, lutut kanan, serta sendi pada bagian telapak kaki kanan.

Saat korban datang, pihak RSSA Malang langsung melakukan operasi di bagian patah tulang terbuka. Di bagian tersebut, dilakukan tindakan eksternal fiksasi.

Lalu, setelah dilakukan observasi medis lebih lanjut dan kondisi pasien telah siap, RSSA Malang melaksanakan operasi pemasangan pen di bagian patah tulang tertutup pada Selasa (17/5/2022) siang.

Dalam operasi tersebut, RSSA Malang mengerahkan tenaga medis sebanyak 12 orang dan berlangsung selama 6 jam.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Usai Operasi Pasang Pen Karena Tali Sling Lift Putus, Begini Kondisi Pria Berbobot 275 Kg di Malang

# Patah Tulang # RSSA Malang # penanganan obesitas

Editor: Danang Risdinato
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved