Konflik Rusia Vs Ukraina
Mantan Perdana Menteri Rusia Sebut Putin Disesatkan oleh Para Jenderalnya hingga Hilang Kepercayaan
TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan Perdana Menteri Rusia, Mikhail Kasyanov, mengatakan kepercayaan diri Vladimir Putin mulai hilang terkait perang di Ukraina.
Dalam sebuah wawancara dengan DW pada Jumat (13/5/2022), dari lokasi yang dirahasiakan di Eropa, Kasyanov mengatakan Presiden Rusia mungkin telah disesatkan oleh para jenderalnya tentang keadaan perang.
Kasyanov menjabat sebagai perdana menteri pertama Putin, sejak 2000 hingga 2004, sebelum akhirnya dipecat.
Ia kemudian membentuk partai oposisi dan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2008.
Kasyanov menjadi lawan yang vokal, dan sekarang tinggal di pengasingan.
Baca: Pejabat Rusia Ancam Luncurkan Serangan Nuklir, Klaim akan Hancurkan Negara Baltik bila Perlu
Kepada DW, ia mengatakan bahwa Putin tidak berbicara dari posisi yang kuat, bahkan tampak "sedikit gugup" selama pidato parade milier yang ia berikan untuk memperingati Hari Kemenangan pada 9 Mei lalu.
Dalam pidatonya, Putin menuding Ukraina memiliki senjata nuklir dan bahwa negara itu dipimpin neo-Nazi.
Putin mengatakan invasi adalah "satu-satunya langkah yang tepat", di mana ia juga menyebut Barat berencana untuk menyerang Rusia.
"Reaksi Putin dan pidatonya benar-benar lemah," ujar Kasyanov, seraya menambahkan Putin "sudah mulai menyadari ia kalah dalam perang ini."
Putin Disesatkan oleh Orang Dalam
Kasyanov mendukung teori yang dipegang banyak analis tentang bagaimana lingkaran dalam Putin menyembunyikan informasi atau tak memberinya gambaran lengkap tentang keadaan perang, lantaran mereka takut menyampaikan berita buruk.
"Saya yakin dia disesatkan," katanya, masih dari DW.
Kasyanov menambahkan, Putin "percaya pasukannya dalam kondisi yang sangat baik" dan bahwa invasi akan memakan waktu sangat sedikit.
Baca: Rusia Diklaim Kalah di Akhir Tahun hingga Putin Lengser Bulan Agustus, Pemberontakan Tengah Berjalan
Semuanya terjadi beberapa minggu setelah Rusia mundur dari Kyiv dan memfokuskan kembali energinya di bagian timur negara itu.
Dengan Rusia yang mengalami beberapa kekalahan di medan perang, Kasyanov memperingatkan bahwa Putin kemungkinan akan mendorong konflik ke fase baru.
"Sekarang kita masuk ke tahap lain - persaingan, potensi ekonomi, potensi militer," katanya, mencatat bahwa keputusan negara-negara Barat untuk mengirim senjata berat ke Ukraina akan memberi Kyiv "keuntungan yang menentukan" ke depan.
Setelah bekerja sama dengan Putin, Kasyanov mengatakan pemimpin Rusia itu telah mengalami perubahan drastis.
"Saya bekerja dengannya 20 tahun yang lalu. Itu benar-benar orang yang berbeda. Itu adalah situasi yang sama sekali berbeda saat itu," katanya.
"Kami memiliki parlemen, parlemen independen - kami memiliki media independen, kami memiliki peradilan.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Situasi di Medan Perang Semakin Buruk, Ukraina Minta AS Kirim Senjata
Baca berita lainnya terkait Rusia dan Ukraina di sini.
# Rusia # Ukraina # Vladimir Putin # Mikhail Kasyanov # Invasi Rusia
Video Production: Dharma Aji Yudhaningrat
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Taktik Rusia Selundupkan Senjata Maut ke Iran Gempur AS-Israel, Bantuan Dikirim lewat Laut Kaspia
7 hari lalu
Tribunnews Update
Putin Harap Konflik AS Iran Segera Berakhir, Klaim Tak Ada Bukti Teheran Kejar Senjata Nuklir
7 hari lalu
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: Putin Bocorkan Rahasia Iran soal Nuklir, Mojtaba Bangkit Susun Strategi
7 hari lalu
Mancanegara
SALAMI SATU PER SATU, Momen Putin Hampiri Veteran Tentara Rusia saat Peringatan Hari Kemenangan
7 hari lalu
Tribunnews Update
Putin Bocorkan Rahasia soal Iran di Tengah Ketegangan Teheran Vs AS, Singgung soal Program Nuklir
7 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.