Selasa, 7 April 2026

Internasional

Barat dan AS Tuding Rusia Lakukan Serangan Siber yang Sasar Jaringan Internet Ukraina

Jumat, 13 Mei 2022 11:47 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat, Kanada dan Uni Eropa mengatakan Rusia menjadi dalang di balik serangan siber besar-besaran terhadap jaringan internet satelit yang membuat ribuan modem offline pada awal perang di Ukraina.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa (10/5/2022) kemarin, Dewan Uni Eropa mengatakan serangan digital terhadap jaringan KA-SAT Viasat terjadi bersamaan saat Rusia meluncurkan invasi ke Ukraina.

Baca: Rusia Disebut Menyerang Barat melalui Serangan Siber, Targetkan Lembaga pemerintah dan Media

UE juga menyatakan serangan siber Rusia telah mempengaruhi beberapa negara di Eropa.

“Serangan siber ini memiliki dampak signifikan yang menyebabkan pemutusan dan gangguan komunikasi tanpa pandang bulu di beberapa otoritas publik, bisnis dan pengguna di Ukraina, serta mempengaruhi beberapa Negara Anggota UE,” kata UE dalam pernyataan itu, yang dikutip dari laman Aljazeera.com.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga mengatakan hal yang sama, bahwa serangan siber Rusia telah berdampak ke negara-negara Eropa lainnya.

“Serangan siber itu dimaksudkan untuk mengganggu komando dan kontrol Ukraina selama invasi, dan tindakan itu memiliki dampak limpahan ke negara-negara Eropa lainnya.” kata Blinken.

Kantor Luar Negeri Inggris memberikan pernyataannya yang mengutip keterangan dari Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss yang mengatakan serangan siber Rusia dilakukan secara sengaja.

“Serangan siber adalah serangan yang disengaja dan jahat oleh Rusia terhadap Ukraina.” ujar kementerian itu.

Baca: PBB Klaim Miliki Bukti Kejahatan Perang Pasukan Ukraina dan Milisi Azov yang Konflik dengan Rusia

Pusat Keamanan Siber Inggris mengungkapkan, target utama Rusia adalah militer Ukraina, namun serangan ini juga mengganggu pengguna internet di Eropa Tengah.

Sementara pejabat keamanan siber Ukraina Viktor Zhora pada Maret lalu mengatakan sabotase jarak jauh telah menyebabkan gangguan komunikasi saat awal-awal perang dimulai.

“Sabotase jarak jauh menyebabkan kehilangan besar dalam komunikasi di awal perang,” kata Victor Zhora.

Rusia sendiri secara rutin telah membantah jika pihaknya ikut terlibat dalam serangan siber.

Namun badan-badan intelijen Barat telah memperingatkan kemungkinan adanya serangan siber yang dapat menyebar ke tempat lain dan menyebabkan kerusakan pada jaringan komputer global.

Menjelang invasi Rusia, pada bulan Januari lalu para peneliti menemukan malware dekstruktif yang disebut WhisperGate yang beredar di Ukraina.

Malware ini sangat mirip dengan serangan siber Rusia yang terjadi pada tahun 2017 silam, yang dikenal sebagai NotPetya. Malware NotPetya telah menghancurkan data ribuan sistem komputer lokal.

Inggris dan Amerika Serikat juga mengkaitakan serangkaian serangan penolakan layanan terdistribusi (DDoS), yang secara singkat membuat situs perbankan dan pemerintah Ukraina offline.

Pada dini hari tanggal 24 Februari, yang bertepatan saat pasukan Rusia pertama kali memasuki wilayah Ukraina Timur, peretas telah melumpuhkan puluhan ribu modem internet satelit di Ukraina yang menyediakan internet untuk ribuan warga Ukraina.

Ini menjadi salah satu serangan siber terbesar yang diketahui publik setelah terjadinya konflik tersebut.

Pejabat senior keamanan nasional AS, Anne Neuberger mengatakan Rusia menggabungkan kekuatan siber dan militer dalam serangannya ke Ukraina.

“Kami telah melihat Rusia memiliki pendekatan terpadu untuk menggunakan serangan fisik dan siber, secara terintegrasi, untuk mencapai tujuan brutal mereka di Ukraina,” kata Anne Neuberger.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Barat Tuding Rusia Terlibat dalam Serangan Siber yang Sasar Jaringan Internet Ukraina.

# Amerika Serikat # Kanada # Uni Eropa # Rusia # serangan # siber # internet # Ukraina

Baca berita terkait di sini.

Editor: Erwin Joko Prasetyo
Video Production: Khoerunnisak
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Amerika Serikat   #Kanada   #Uni Eropa   #Rusia   #serangan   #siber   #internet   #Ukraina

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved