Senin, 13 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Gunakan Pembom Strategis ke Odessa, Rudal yang Dikembangkan di Era Uni Soviet

Kamis, 12 Mei 2022 16:31 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM, MOSKOW – Situs analisis intelijen Southfront.org mempublikasikan video pendek aksi pesawat pembon strategis Tupolev Tu-22 M Rusia di Ukraina, Rabu (11/5/2022).

Dalam postingan itu disebutkan, pembom supersonik jarak jauh Tu-22M menyerang target bernilai tinggi menggunakan rudal presisi tinggi.

Sumber Southfront.org membagikan video yang menunjukkan Tu-22M, kemungkinan besar Tu-M3 yang dimodernisasi, meluncurkan dua rudal berpemandu presisi tipe Kh-22.

Target pengeboman di wilayah Odessa. Kh-22 adalah rudal anti-kapal jarak jauh besar dengan kemampuan serangan darat yang dikembangkan MKB Raduga di era Uni Soviet.

Versi lama Kh-22 hanya memiliki jangkauan 600 kilometer. Namun, versi terbaru rudal, yang dijuluki Kh-32, menampilkan peningkatan yang serius di semua tingkatan.

Kh-32 dirancang untuk melesat setinggi 40 kilometer, ke stratosfer, setelah peluncuran, transisi ke level penerbangan, kemudian melakukan menukik ke target.

Versi rudal jelajah juga dirancang untuk menargetkan kapal musuh, serta radar, dan target kontras radio seperti jembatan, pangkalan militer, pembangkit listrik, dan lainnya.

Rudal tersebut memiliki sistem navigasi inersia dan radar homing head, membuatnya independen dari satelit navigasi GPS/GLONASS.

Baca: Terungkap Alasan Gagalnya Militer Rusia Kuasai Kyiv, Tentara Ukraina Melawan dengan Sangat Keras

Jangkauannya kini diperkirakan 1.000 kilometer dan kecepatan setidaknya 5.000 kilometer per jam.

Rudal itu dipersenjatai hulu ledak 1.000 kilogram. Sebuah versi bersenjata nuklir konon juga telah dikembangkan.

Rusia sebelumnya pernah menggunakan pesawat pengebom Tu-22M di Ukraina, tetapi hanya untuk mengebom posisi pasukan Kiev yang dijaga ketat di pabrik baja Azovstal di sebelah kota Mariupol.

Ketika dipersenjatai dengan Kh-2232, Tu-22M memberi Rusia kemampuan untuk menyerang target militer bernilai tinggi dari pasukan Kiev jauh di Ukraina.

Pesawat Produk Era Soviet

Data di Wikipedia terkait Tupolev Tu-22M, atau NATO memberi nama Backfire, adalah pesawat supersonik, sayap ayun, strategis jarak jauh dan pembom tempur maritim sayap rendah (low wing).

Pesawat ini dikembangkan OKB Tupolev di era Uni Soviet. Beberapa buah pesawat ini masih digunakan AU Rusia.

Baca: Kondisi Pabrik Baja Azovstal di Mariupol seusai Diduduki Rusia, 180 Orang Berhasil Dievakuasi

Tu-22M berbasis pada sistem senjata Tu-22, juga menggunakan rudal nuklir anti-kapal yang sama, Kh-22.

Pengkodean Tu-22M digunakan untuk membantu mendapatkan persetujuan untuk pembom dalam sistem Soviet.

Prototipe pertama,Tu-22M0, pertama terbang pada 30 Agustus 1969. NATO mulai meihat kehadiran pesawat ini pertama kali sekitar waktu itu.

Untuk beberapa tahun barat meyakini kode operasional pesawat terbaru ini adalah Tu-26. Sewaktu perundingan SALT pada 1980-an, Soviet bersikeras menyatakan itu adalah Tu-22M.

Pada saat itu, pihak berwenang barat menduga pernyataan Soviet itu dimaksudkan untuk menunjukkan itu hanyalah turunan Tu-22 daripada produk ebih maju dan canggih.

Pada tahun 1962, setelah Tupolev Tu-22 dioperasikan, menjadi semakin jelas pesawat itu tidak memadai dalam perannya sebagai pembom.

Selain masalah perawatan dan perawatan yang kompleks, karakteristik penanganan Tu-22 terbukti berbahaya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rusia Gunakan Pembom Strategis ke Odessa, Ini Spek dan Riwayat Tupolev Tu-22M

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Restu Riyawan
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Rusia   #Ukraina   #Odessa   #Uni Soviet

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved