Jumat, 1 Mei 2026

Tribunnews Update

Aktivitas Hacker Rusia Pengaruhi Negara Lain, Beri Serangan Siber ke Barat yang Dukung Ukraina

Rabu, 11 Mei 2022 11:05 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Rusia dikabarkan sedang melakukan beberapa serangan siber kepada negara-negara Barat yang mendukung Ukraina.

Hal itu disampaikan Direktur Government Communications Headquarters (GCHQ) atau Badan Intelijen Britania Raya, Sir Jeremy Flaming.

Ia menyebut, pernag online antara Rusia dan Ukraina mungkin gagak terwujud, tetapi ada banyak aktivitas dunia maya sebagai bagian dari konflik.

"Kekhawatiran perang online yang sepenuhnya matang antara Rusia dan Ukraina mungkin gagal terwujud, tetap ada "banyak" aktivitas dunia maya sebagai bagian dari konflik," kata Fleming dalam konferensi, Selasa (10/5/2022) pagi, dikutip dari The Guardian.

Menurutnya, selain ingin mempengaruhi Ukraina secara langsung, ada aktivitas hackers Rusia yang ingin mempengaruhi negara lain.

Baca: Pasukan Khusus Chechnya Rebut Senjata Kiriman Negara Barat & Pasokan Makanan dari Tentara Ukraina

"Kami telah melihat indikasi bahwa operasi cyber Rusia terus mencari target di negara-negara yang menentang tindakan mereka," kata kepala GCHQ.

Fleming telah meningkatkan upaya untuk memastikan ketahanan dunia maya pemerintah Inggris.

"Itulah sebabnya kami telah meningkatkan upaya kami untuk memastikan bisnis dan pemerintah Inggris segera meningkatkan tingkat ketahanan dunia maya," tambahnya.

Fleming tidak memberikan bukti tambahan, tetapi pada bulan lalu, beberapa badan keamanan siber Inggris dan AS bergabung untuk memberikan pemberitahuan peringatan terhadap potensi eskalasi Rusia.

Rusia telah dituduh melakukan lebih dari 200 serangan siber di Ukraina sejak meluncurkan invasi pada 24 Februari.

Baca: Berhasil Cegah Hacker Rusia Incar Ukraina, Microsoft Ikut Selamatkan Uni Eropa hingga Amerika

Serangan itu menargetkan lembaga pemerintah dan perusahaan media dengan upaya peretasan atau malware destruktif yang dirancang untuk menonaktifkan sistem.

Bulan lalu, Ukraina mengatakan peretas Rusia telah mencoba mematikan jaringan listrik negara itu.

Dan hampir memutuskan aliran listrik untuk sekitar 2 juta orang menggunakan varian malware Industroyer.

Meskipun serangan ini ditujukan ke Ukraina, tetapi ada risiko bahwa malware tersebut dapat menyebar secara tidak terkendali.

Pada tahun 2017, aktor negara Rusia meluncurkan malware NotPetya terhadap perusahaan Ukraina.

Tetapi menyebar tanpa pandang bulu ke seluruh dunia, dan mempengaruhi serangkaian perusahaan barat dan bahkan beberapa perusahaan Rusia.

Agen mata-mata Barat sebelumnya mengatakan bahwa serangan itu juga dilakukan oleh operasi dari GRU, atau direktorat intelijen utama tentara Rusia.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rusia Disebut Ingin Balas Negara yang Menentang Invasi Ukraina dengan Serangan Siber

# aktivitas # Hacker Rusia # serangan siber # negara Barat # pendukung # Ukraina 

Editor: Bintang Nur Rahman
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved