Konflik Rusia Vs Ukraina
Lula da Silva Mengkritik Sikap Zelensky: Tidak Ada Lagi Negosiasi Damai Ukraina dengan Rusia
TRIBUN-VIDEO.COM – Mantan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky benar-benar menginginkan perang melawan Rusia.
"Dia memang menginginkan perang. Jika dia tidak menginginkan perang, dia akan bernegosiasi sedikit lagi. Itu saja," kata Lula da Silva yang diwawancarai majalah Time.
Wawancara diterbitkan Rabu (4/5/2022). Tokoh sayap kiri Brasil kembali ke politik setelah pengadilan tertinggi Brasil membebaskannya dari tuduhan korupsi dan pencucian uang.
Lula memimpin Brasil dari 2003 hingga 2010. Keputusan pengadilan itu membuatnya memiliki hak kembali mencalonkan diri sebagai presiden.
Pada wawancara itu Lula membahas berbagai masalah negara asalnya dan isu global, termasuk krisis Ukraina yang sedang berlangsung.
Baca: Rusia Terus Gempur Mariupol, Putin Ingin Segera Rebut Kemenangan atas Ukraina
Lula lalu mengarahkan penampilan Zelensky di berbagai kesempatan yang berusaha menarik dunia, menyapa hampir semua audiens dan secara teratur menerima tepuk tangan meriah.
Mantan Presiden Brasil itu mengatakan kadang-kadang ia duduk dan menonton Presiden Ukraina berbicara di televisi, mendapat tepuk tangan, mendapat tepuk tangan meriah dari semua anggota parlemen Eropa.
"Orang ini bertanggung jawab seperti Putin dalam perang. Karena dalam perang, tidak hanya satu orang yang bersalah," lanjutnya.
"Presiden Ukrainanya bisa saja berkata, 'Ayo, mari kita berhenti berbicara tentang bisnis NATO ini, tentang bergabung dengan UE untuk sementara waktu. Mari kita diskusikan lebih dulu,” katanya
Ditanya apakah menurutnya Zelensky seharusnya melanjutkan negosiasi sebelum operasi militer khusus Rusia pada 24 Februari, Lula mencatat perilaku Presiden Ukraina itu agak aneh.
Baca: Detik-detik Kota Azovstal Dibom Termobarik oleh Tentara Rusia, Seluruh Kota Terselimuti Asap tebal
“Sepertinya dia bagian dari tontonan. Dia ada di televisi pagi, siang, dan malam. Dia ada di parlemen Inggris, parlemen Jerman, parlemen Prancis, parlemen Italia, seolah-olah sedang melakukan kampanye politik. Dia harusnya ada di meja perundingan," jelas Lula.
Menurutnya, tidak ada yang berusaha membantu menciptakan perdamaian. Lula juga mencatat orang-orang menghasut kebencian terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, tetapi itu tidak akan menyelesaikan masalah.
"Kita perlu mencapai kesepakatan," tegasnya. “Tetapi orang-orang mendorong (perang). Anda mendorong orang ini (Zelensky), dan kemudian dia berpikir dia adalah ceri pada kue Anda,” katanya.
“Kita seharusnya serius, “Oke, Anda adalah seorang komedian yang baik. Kami tidak berperang agar Anda muncul di TV. Kita harus mengatakan kepada Putin, “Anda memiliki banyak senjata, tetapi Anda tidak perlu menggunakannya di Ukraina. Mari kita bicara!” kata Lula memberi contoh.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Lula da Silva Sebut Presiden Ukraina Zelensky Memang Inginkan Perang
Baca berita lainnya terkait Rusia dan Ukraina di sini.
# Rusia # Ukraina # Volodymyr Zelensky # Vladimir Putin # Luiz Inacio Lula da Silva
Video Production: Dharma Aji Yudhaningrat
Sumber: Tribunnews.com
Mancanegara
Rusia Ejek Trump soal Gencatan Senjata Diperpanjang Sepihak: AS Kalah Telak di Agresi!
4 hari lalu
Internasional
TRUMP DIEJEK RUSIA soal Gencatan Senjata Diperpanjang Sepihak: Kekalahan Telak bagi Agresi AS!
4 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rusia Ejek Trump seusai Gencatan Senjata Diperpanjang Sepihak, Sebut Kekalahan Telak Bagi Agresi AS
4 hari lalu
Tribun Video Update
Menlu Sugiono Ungkap Rencana Presiden Prabowo Ikutkan Kandidat WNI dalam Program Kosmonot Rusia
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.