Tulus Bikin Gerakan Sosial Cegah Kepunahan Gajah, Ini Sebabnya
Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan
TRIBUN-VIDEO.COM - Penyanyi Tulus membuat gerakan sosial cegah kepunahan gajah bernama Jangan Bunuh Gajah.
Gerakan tersebut bertujuan untuk menyadarkan masyarakat, bahwa gajah, khususnya gajah sumatera terancam punah.
Hal tersebut dinyatakannya dalam jumpa pers di restoran Kembang Goela, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (19/10/2017).
Tulus tak bisa tinggal diam, ketika mendengar kabar gajah yang telah berjasa dalam pembuatan videoklip lagu berjudul Gajah, bernama Yongki mati dibunuh hanya untuk diambil gadingnya.
"Tahun 2016 album ini (Gajah) mendapat penghargaan Anugerah Musik Indonesia sebagai album terbaik, album Gajah itu. Tapi sedihnya pada saat yang bersamaan saya menerima penghargaan itu, saya juga mendapat kabar kalau Yongki, gajah yang membantu saya dalam proses pembuatan musik video itu mati dibunuh dan gadingnya diambil," kata Tulus.
Sebagaimana diketahui, dalam videoklip lagu berjudul gajah, Tulus menjadikan hewan bertubuh besar itu sebagai pemeran utama.
Gerakan sosial Tulus, diantaranya memberikan penyuluhan kepada para siswa sekolah dasar betapa pentingnya melestarikan lingkungan, termasuk menjaga kelestarian hewan yang terancam punah.
Sekolah dasar dipilih pada tahap awal untuk menanamkan budaya pelestarian lingkungan sejak dini.
Kemudian gerakan tersebut juga menggalang dana masyarakat untuk membeli kalung GPS khusus gajah untuk mengetahui posisi gajah.
Kalung tersebut berfungsi sebagai pendataan sekaligus mengantisipasi gerakan gajah yang berpotensi menimbulkan konflik dengan manusia.(*)
Reporter: Lendy Ramadhan
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
Local Experience
Waduk Gajah Mungkur Solusi Pemerintah Atasi Banjir Bengawan Solo yang Diresmikan Soeharto 1981
5 hari lalu
LIVE UPDATE
Akhiri Konflik Gajah-Manusia, Menhut Bangun Pembatas 138 Km di Way Kambas Sesuai Arahan Prabowo
Jumat, 27 Maret 2026
Local Experience
Waduk Gajah Mungkur Hadirkan Ragam Aktivitas Liburan dan Wahana Baru Jembatan Kaca untuk Wisatawan
Kamis, 26 Maret 2026
Pengunjung Ragunan Selama Libur Lebaran 2026 Diprediksi Mencapai 400 Ribu Orang
Selasa, 24 Maret 2026
Local Experience
Majapahit Runtuh setelah Wafatnya Gajah Mada dan Hayam Wuruk, Ditaklukkan Demak pada Tahun 1527
Selasa, 24 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.