Konflik Rusia Vs Ukraina
600 Tentara Ukraina Diklaim oleh Rusia Telah Tewas dalam Operasi Militer Rusia
TRIBUN-VIDEO.COM - Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan artilerinya menyerang beberapa titik dan benteng Ukraina semalam, menewaskan lebih dari 600 pejuang.
Menurut laporan Al Jazeera, dalam pernyataan ini kementerian juga mengatakan misilnya menghancurkan peralatan penerbangan Kanatovo di wilayah Kirovohrad tengah Ukraina dan gudang amunisi besar di kota selatan Mykolaiv.
Hal serupa dilaporkan Reuters pada Kamis (5/5/2022) ini.
"Angkatan bersenjata Federasi Rusia melanjutkan operasi militer khusus di Ukraina," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.
"Lebih dari 600 nasionalis dan 61 unit senjata dan peralatan militer dihancurkan."
Baca: Detik-detik Tentara Rusia Tembakkan Senjata Termobarik ke Azovstal, Ledakan Terlihat dari Udara
Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari dalam 'operasi khusus' untuk demiliterisasi dan denazifikasi di negara tetangganya itu.
Pasukan Ukraina melakukan perlawanan dengan sengit.
Menanggapi hal ini, Barat menjatuhkan sanksi besar-besaran terhadap Rusia buntut invasinya ke negara bekas Uni Soviet itu.
Berikut sejumlah update invasi Rusia ke Ukraina, per Kamis (5/5/2022) menurut laporan Al Jazeera:
1. Rusia usir diplomat Denmark
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan tujuh diplomat Denmark 'persona non grata' sebagai tanggapan atas Kopenhagen yang mengusir 15 diplomat Rusia bulan lalu.
Ini juga merupakan balasan atas bantuan militer Kopenhagen ke Ukraina.
Kementerian mengatakan, kebijakan anti-Rusia Denmark sangat merusak hubungan bilateral dan Rusia berhak mengambil langkah tambahan sebagai tanggapan.
2. Rusia berusaha habisi tentara di Azovstal
Baca: Video Detik-detik Pesawat Tempur Sukhoi Canggih Milik Rusia Jatuhkan Bom, Ratakan Pertahanan Ukraina
Ukraina mengklaim Rusia mencoba 'menghancurkan' tentara yang tersisa dan bersembunyi di pabrik baja Azovstal Mariupol.
"Penjajah Rusia berfokus pada pemblokiran dan mencoba menghancurkan unit Ukraina di daerah Azovstal," kata tentara Kyiv dalam sebuah pernyataan.
"Dengan dukungan pesawat, Rusia melanjutkan serangan untuk mengambil kendali pabrik," imbuhnya.
Pernyataan ini muncul saat Rusia baru saja mengumumkan gencatan senjata di pabrik yang dikepung, di mana ratusan tentara Ukraina dan beberapa warga sipil telah terperangkap selama berminggu-minggu.
3. Gas Rusia
Perusahaan energi multinasional milik negara Rusia, Gazprom, mengatakan akan menggunakan kapasitas darat dari pipa Nord Stream 2 untuk kebutuhan gas domestik.
Sebelumnya pada Februari lalu, Jerman menghentikan proyek pipa gas Laut Baltik Nord Stream 2 yang dirancang untuk menggandakan aliran gas Rusia langsung ke Jerman.
4. Dua desa Rusia dibombardir Ukraina
Dua desa di wilayah Belgorod Rusia yang berbatasan dengan Ukraina telah ditembaki oleh Ukraina, menurut Gubernur Vyacheslav Gladkov.
Ia menyebut tidak ada korban sipil.
"Ada penembakan dari pihak Ukraina di Zhuravlyovka dan Nekhoteevka," katanya.
Baca: Propaganda Ukraina dan Nasib Warga Sipil di Komplek Pabrik Baja Azovstal yang Dievakuasi
5. Rusia mencuri 400.000 ton gandum
Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan pasukan pendudukan Rusia telah "mencuri" 400.000 ton gandum dari selatan negara itu.
Sebuah foto ladang gandum yang terbakar diunggah di Twitter bersama pernyataan tersebut.
"Setidaknya 400.000 ton gandum dicuri oleh Rusia di wilayah selatan Ukraina yang diduduki. Itu lebih dari 6.000 gerbong. Pencuri Rusia membawa kematian dan kelaparan ke dunia," tulis kementerian itu di Twitter.
6. Lebih dari 220 anak tewas
Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, Ombudsman Ukraina mencatat 221 anak tewas dan 408 terluka.
"Tidak mungkin untuk menetapkan jumlah sebenarnya anak-anak yang tewas dan terluka karena fakta bahwa pasukan pendudukan secara aktif berperang di kota-kota Ukraina," tulis Lyudmyla Denisova di Telegram.
7. Belarusia jadi umpan
Kementerian Pertahanan Inggris menyebut Rusia mungkin mencoba meningkatkan ancaman yang ditimbulkan oleh latihan militer Belarusia ke Ukraina, untuk mengusir pasukan Ukraina ke utara negara itu dan menjauh dari pertempuran di Donbass.
Dalam briefing intelijen terbaru, kementerian mengatakan bahwa latihan mendadak tentara Belarusia "sesuai dengan norma musiman" saat Belarus memasuki puncak dari siklus pelatihan musim dinginnya.
"Penyimpangan dari aktivitas olahraga normal yang dapat menimbulkan ancaman bagi sekutu dan mitra saat ini tidak diantisipasi," tambah kementerian itu.(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rusia Klaim Serangannya Telah Menewaskan 600 Pejuang Ukraina
# Tentara Ukraina # Ukraina # Rusia # operasi militer Rusia di Ukraina # Invasi Rusia
Video Production: Khoerunnisak
Sumber: Tribunnews.com
Mancanegara
Israel Terancam Lumpuh! Rusia Bocorkan Data Rahasia Israel Kepada Iran untuk Serangan lanjutan
Rabu, 8 April 2026
Tribunnews Update
Rusia Tegas Tolak Resolusi Selat Hormuz, Sebut Preseden Berbahaya untuk Hukum Internasional
Rabu, 8 April 2026
Tribunnews Update
Zelensky Ungkap Rusia Serahkan Data Satelit Sistem Energi Israel ke Iran untuk Operasi Strategis
Rabu, 8 April 2026
LIVE UPDATE
Bela Iran, Rusia & China Gunakan Hak Veto Tolak Resolusi Dewan PBB soal Perlindungan Kapal di Hormuz
Rabu, 8 April 2026
Berita Terkini
Rusia Beri Data Satelit Infrastruktur Energi Israel ke Iran, Zelensky Sebut Ada 53 Target
Rabu, 8 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.