Senin, 13 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Temukan Ruang Penyiksaan oleh Pasukan Ukraina, Ada Jasad Pria Berseragam Militer Rusia

Kamis, 5 Mei 2022 08:15 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Penyelidik Rusia dan Donbass telah mengumpulkan banyak bukti tentang dugaan kejahatan perang oleh kelompok neo-Nazi Ukraina terhadap pasukan Rusia.

Termasuk persekusi ke milisi Donbass, dan warga sipil sejak 2014. Setelah Moskow memulai operasinya untuk mendemiliterisasi Ukraina, bukti tambahan kejahatan tersebut bermunculan.

Pasukan keamanan Rusia yang beroperasi di wilayah Kherson yang telah dibebaskan, menemukan ruang penyiksaan darurat yang diyakini telah digunakan para pejuang neo-Nazi atau militer Ukraina.

Baca: 2 Negara Ini Tolak Dukung Sanksi Baru ke Rusia, Komisioner UE Debat

Sumber dinas keamanan mengatakan kepada Sputniknews.com, Rabu (4/5/2022), di ruangan itu masih bisa ditemukan jasad seorang pria berseragam militer Rusia.

Kakinya dipotong, dan bahan peledak kuat bergeletakan di sekitar jasad itu. Tempat penyiksaan itu ditemukan di Desa Zelenovka, sekitar 7 kilometer timur laut kota Kherson.

“Mayat itu, mungkin seorang prajurit Rusia, ditemukan di ruang bawah tanah kafe pinggir jalan 'Old Oak' di sepanjang jalan raya M-14 di Zelenovka,” kata sumber militer Rusia. .

“Mayatnya memiliki sisa-sisa pakaian militer khusus yang digunakan oleh Angkatan Bersenjata Rusia. Tubuhnya tidak memiliki kaki, menunjukkan tanda-tanda penyiksaan, dan memiliki celah laring", kata sumber tersebut.

Sebuah rekaman video disertakan di publikasi Sputniknews. Ada tangga turun, dan di bawah kaki tangga itulah ditemukan jasad seorang berseragam militer yang tak utuh lagi.

Baca: NATO Disebut Siapkan Ukraina untuk Serang Rusia, Kirim Senjata Sebulan sebelum Invasi Dimulai

Pemasang tampaknya bermaksud membunuh siapa pun yang menemukannya lokasi itu.

Jarum suntik, mungkin untuk narkotika, dan sejumlah besar kotak plastik yang digunakan untuk menyimpan sistem anti-tank Javelin buatan AS juga ditemukan berserakan di sekitar halaman kafe.

Pihak berwenang di Rusia dan Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengumpulkan bukti atas dugaan kejahatan perang Ukraina

Terutama batalyon ultranasionalis Ukraina dan tentara reguler di Donbass, termasuk penyiksaan dan pembunuhan warga sipil dan milisi Donbass dalam jaringan penjara rahasia.

Setelah Rusia memulai operasi militernya di Ukraina pada 24 Februari, bukti baru kekejaman batalyon neo-Nazi mulai muncul, kali ini terhadap tentara Rusia yang ditangkap.

Pada akhir Maret, pasukan Ukraina atau sekutu Ukraina merekam dan memposting video mereka berpose dengan apa yang tampak seperti tawanan perang Rusia.

Prajurit Rusia itu tergeletak di atas genangan darah. Tangannya terikat. Seorang tentara ditembak mati di depan kamera.

Bulan lalu, seorang tentara bayaran mengkonfirmasi ke media Denmark, pasukan Ukraina membunuh tawanan perang Rusia.

Nasionalis yang tergabung dalam formasi tentara Ukraina juga telah dituduh melakukan tindakan tidak manusiawi terhadap mereka sendiri.

Bulan lalu, seorang prajurit Ukraina yang ditangkap milisi rakyat Rusia dan Lugansk mengatakan gerilyawan dari batalyon Sektor Kanan telah membentuk detasemen pemblokiran di unitnya.

Mereka mengancam akan membunuh siapa saja yang kabur selama pertempuran setelah pasukan mulai menyerah.

Pejabat dan media barat sebagian besar mengabaikan bukti perilaku kriminal oleh pihak Ukraina terhadap pasukan Rusia dan warga sipil dan milisi Donbass.

Raksasa media sosial dan mesin pencari telah bekerja untuk mengecilkan laporan yang melibatkan pasukan Ukraina dalam kegiatan ini.

Sebaliknya, para pemimpin AS dan Eropa berfokus pada dugaan kejahatan perang Rusia - seperti penemuan hingga 300 warga sipil yang tewas di pinggiran kota Kiev di Bucha setelah penarikan militer Rusia dari wilayah tersebut.

Investigasi media independen sejak itu meragukan keterlibatan Rusia dalam pembantaian, menunjuk pada bukti kejahatan itu dilakukan Ukrainaa.

Unit polisi militer Ukraina dan penjaga nasional neo-Nazi muncul dan berjanji menghukum "kolaborator Rusia", termasuk siapa saja yang menerima makanan. dari pasukan Rusia.

Kelompok paramiliter ultranasionalis dan neo-Nazi secara terbuka diberi kekuasaan bebas untuk merajalela di Ukraina setelah kemenangan kudeta Maidan di Kiev pada Februari 2014.

Pasukan ini, yang sebagian besar sekarang terintegrasi ke dalam Garda Nasional Ukraina, telah dituduh melakukan kejahatan perang oleh UNHCR dan Amnesty International.

Mantan narapidana penjara rahasia ilegal di desa Polovinkino, wilayah Lugansk yang dikelola oleh Batalyon Aidar neo-Nazi telah bersaksi tentang kondisi penahanan mereka kepada pejabat dari Kementerian Keamanan Negara Republik Rakyat Lugansk.

(Tribunnews.com/Sputniknews/xna)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rusia Temukan Ruang Penyiksaan oleh Ukraina di Dekat Kota Kherson

# invasi militer Rusia # Militer Ukraina # Ruang Penyiksaan # Konflik Rusia Vs Ukraina

Editor: Danang Risdinato
Video Production: Muh Rosikhuddin
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved