Mancanegara
Rusia Klaim Jet Tempurnya Hancurkan 5 Gudang Amunisi dan 12 Markas Militer Ukraina
TRIBUN-VIDEO.COM, KIEV - Rusia menklaim, pesawat jet tempur angkatan udaranya menyerang dan menghancurkan sedikitnya lima depot atau gudang amunisi Ukraina.
Selain itu, dalam serangan tersebut, Rusia mengklaim sekitar 200 tentara Ukraina tewas.
Hal itu diumumkan Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov, Sabtu (30/4/2022) dalam keterangan resminya yang dikutip Wartakotalive.com dari Tass.com, kantor berita Rusia.
“Pada hari itu, pesawat operasional dari Angkatan Udara Rusia menyerang dua pos komando, sembilan markas tingkat perusahaan dan area pengumpulan tenaga dan peralatan militer serta lima depot amunisi dan bahan bakar,” kata Konashenkov.
"Lebih dari 200 tentara nasionalis dan 23 buah kendaraan lapis baja telah dimusnahkan," tambahnya.
Konashenkov mengatakan bahwa pasukan rudal dan artileri Rusia menyerang 319 area tempat pengumpulan tenaga dan peralatan militer musuh.
Termasuk 12 pos komando militer dan dua senjata rudal atau artileri serta depot amunisi.
Baca: Pemerintah Ukraina akan Jatuhi Hukuman 15 Tahun Penjara bagi Pengkhianat yang Membelot ke Rusia
Ia mengklaim hampir 2.700 tank Ukraina dan kendaraan lapis baja lainnya serta 2.503 kendaraan bermotor militer khusus Ukraina telah dimusnahkan, sejak dimulainya operasi militer khusus Rusia di Ukraina.
"Secara keseluruhan, target berikut telah dihilangkan sejak dimulainya operasi militer khusus. Yakni 2.678 tank dan kendaraan lapis baja tempur lainnya, dan 2.503 kendaraan bermotor khusus militer," kata Mayjen Igor.
Konashenkov menambahkan bahwa 143 pesawat, 112 helikopter, 660 kendaraan udara tak berawak, 279 sistem rudal permukaan-ke-udara, 308 sistem peluncuran roket ganda, 1.196 senjata artileri lapangan dan mortir milik Ukraina telah berhasil direbut dan dihancurkan.
Ia juga menjelaskan bahwa pasukan pertahanan udara Rusia telah menembak jatuh pesawat serang Su-25 Ukraina di wilayah Kherson.
"Serta meluluh lantahkan 12 roket dari sistem roket peluncuran ganda Smerch di Republik Rakyat Donetsk (DPR)," kata Konashenkov.
"Sistem pertahanan udara Rusia menembak jatuh Su-25 milik Angkatan Udara Ukraina di dekat Chervony Yar di Wilayah Kherson," katanya.
Baca: Nekat Beli Rudal dari Rusia Tahap ke 2, Turki Diancam AS karena Khawatir Bahayakan Negaranya
Menurut Konashenkov, dua kendaraan udara tak berawak Ukraina dihancurkan di atas Vladimirovka.
"Serta 12 roket dari beberapa sistem peluncuran roket Smerch dicegat di dekat Kamenka di Republik Rakyat Donetsk," katanya.
Rudal presisi yang diluncurkan dari udara Rusia menrutnya berhasil menghantam 17 lokasi militer Ukraina, termasuk lima penempatan artileri dan beberapa sistem peluncuran roket.
"Rudal presisi yang diluncurkan dari udara mengirimkan serangan ke 17 sasaran militer Ukraina pada siang hari," kata Konashenkov.
Secara khusus, tambah Igor, ada delapan area pengumpulan pasukan dan peralatan militer Ukraina, ditambah lima emplasemen artileri dan beberapa sistem peluncuran roket, serta dua benteng, berhasil dirusak secara signifikan.
"Juga, sebuah pos komando dan fasilitas penyimpanan dengan senjata roket dan artileri dihancurkan di dekat Pokrovskoye di Wilayah Dnepropetrovsk," katanya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rusia Klaim Jet Tempurnya Hancurkan 5 Gudang Amunisi dan 12 Markas Militer Ukraina
# Rusia # Jet Tempur # Gudang Amunisi # Militer Ukraina #
Video Production: Lalu Yusuf Wibisono
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkini
Pakistan Kerahkan Jet Tempur ke Arab Saudi guna Jaga Stabilitas Udara saat Negosiasi Damai
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Negara Nuklir Kerahkan 3 Jet Tempur ke Arab Saudi saat Gencatan Senjata AS-Iran, Teheran Mengancam
6 hari lalu
Internasional
Pakistan Tiba-tiba Kerahkan Jet Tempur ke Arab Saudi, Misi Jaga Stabilitas & Keamanan Wilayah Udara
7 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ikut Jaga Kedaulatan dan Stabilitas Keamanan Udara
7 hari lalu
Tribunnews Update
Prabowo Berangkat ke Rusia Minggu Ini, Dijadwalkan Bertemu Putin Bahas Energi hingga Geopolitik
7 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.