Liputan Khusus
Uniknya Masjid Jami' Sijunjung Sumatra Barat, Ada Mata Air yang Tak Pernah Kering
TRIBUN-VIDEO.COM - Setiap masjid atau mushola, memiliki sejarah dan ceritanya masing-masing, salah satu masjid di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, yang bernama Masjid Jami' yang terletak di Jorong Tapi Balai Nagari Padang Sibusuk Kecamatan Kupitan, juga memiliki ceritanya dan keunikannya sendiri.
Di mana, Masjid Jami' merupakan masjid pertama dan tertua di Nagari Padang Sibusuk.
Ketua Pengurus Masjid Jami', Muhammad Haskil menyebut dari informasi yang diberikan secara turun-temurun, masjid tersebut dibangun pada tahun 1883 Masehi.
"Jika ditahunkan, Masjid Jami' sudah berusia 100 tahun lebih, sekitar 130 tahun, jadi masjid ini adalah yang tertua dan segala kegiatan dahulunya dipusatkan di Masjid Jami' ini", kata Haskil.
Masjid Jami'ini memiliki keunikan tersendiri, di mana masjid tersebut memiliki mata air yang tidak pernah kering semenjak didirikannya.
Diketahui, mata air tersebut, tepat berada di bawah bangunan masjid, serta ada juga mata air lainnya yang berada di sekitar bangunan Masjid Jami'.
Dikatakan Haskil, walaupun musim kemarau, mata air itu terus mengalir serta pada musim hujan air juga tidak pernah keruh dan sudah dilakukan pengecekan oleh Dinas Kesehatan Sijunjung, air tersebut bisa langsung diminum.
Baca: Warung Nasi Padang Pertama Jakarta, Lokasinya di Kawasan Blok M
Tetapi, memang lebih disarankan untuk dimasak terlebih dahulu, untuk membuat air lebih steril.
Mata air yang berada di bagian bawah mesjid, menjadikan susana dan hawa di dalam Masjid Jami' menjadi sejuk sehingga membuat nyaman bagi jamaah yang ingin beribadah.
Keunikan lain pada Masjid Jami', terletak pada akses jalan menuju kesana, di mana terdapat 99 anak tangga untuk menuju masjid tersebut.
Diketahui, Masjid Jami' terletak daerah lembah, dimana sebelum dibuatnya akses jalan untuk sepeda motor, masyarakat yang ingin menuju masjid harus melalui tangga tersebut.
Kata Haskil, jumlah anak tangga tersebut disesuaikan dengan jumlah Asma'ul Husna yaitu 99 nama Allah.
Ia menambahkan, keunikan lainnya dari tangga tersebut, yakni saat dihitung kembali, terkadang hitungan tersebut berbeda, kadang dihitung 100 kadang bisa dihitung 101.
Pada awal pendirian Masjid Jami' Padang Sibusuk tersebut, masjid itu masih berbentuk bangunan kayu dengan dua tingkat.
Dengan dilakukannya sejumlah renovasi, sekitar tahun 1997 lantai dasar masjid dibuat dengan tiang dan lantai permanen, tetapi untuk lantai dua, masih tetap berbahan dasar kayu.
Ketua Pengurus Masjid Jami' itu menyebut, dahulunya sebelum ada alat pengeras suara, terdapat tangga melingkar di tengah masjid untuk menuju kubah, yang mana azan sebagai pertanda masuk waktu salat, dikumandangkan dari kubah tersebut.
"Dahulu ada tangga keliling dari bawah sampai ke kubah, jadi di kubah itulah azan dikumandangkan, karena bergema, dia letaknya di lembah, gemanya tersebutlah yang sampai ke permukiman penduduk", imbuhnya.
Baca: Pembuat Lamang Tapai di Padang Panen Jelang Lebaran, Sehari Bisa Masak Ratusan Batang
Terkait mata air tersebut, terdapat dua versi informasi dari asal aliran mata air yang berada di Masjid Jami' Padang Sibusuk.
Haskil menjelaskan, versi yang pertama mata air tersebut berasal dari aliran Sungai Piruko juga berada di daerah tersebut.
Sementara, untuk versi kedua menceritakan bahwa mata air tersebut berasal dari pohon beringin besar yang berada di jalan lintas Nagari Padang Sibusuk.
Pohon Beringin besar tersebut, memiliki akar yang sudah masuk jauh kedalam tanah dan menampung air, dari akar tersebutlah mata air Masjid Jami' itu berasal.
Kata Haskil, dua versi cerita tersebutlah yang berkembang pada masyarakat setempat, untuk kebenarannya belum bisa dipastikan.
Dari dua cerita tentang asal usul mata air Mesjid Jami', terdapat cerita menarik di balik pohon beringin besar tersebut.
Di mana, masyarakat setempat menyebut pohon tersebut dengan nama Beringin Sakti.
Cerita yang berkembang di masyarakat Nagari Padang Sibusuk, saat pohon itu akan di tebang atau dirobohkan dengan alat berat untuk di buat perlintasan jalan Lintas Sumatra, upaya tersebut selalu gagal, sehingga pohon tersebut dibiarkan hingga sekarang.
"Setiap alat berat mencoba merobohkannya dulu, setiap kali juga alat berat itu mati, jadi beringin itu disebut oleh masyarakat nagari ini, sesuatu yang sakti", bebernya.
Haskil berharap untuk ke depannya, Masjid Jami' tetap akan menjadi mesjid pilihan bagi masyarakat Nagari Padang Sibusuk, sesuai dengan sejarahnya pada masa dulu.
Masjid Jami' juga merupakan aset dari Nagari Padang Sibusuk, dimana seluruh acara keagamaan yang dilakukan nagari akan diadakan di Masjid Jami', seperti peringatan hari-hari besar Islam dan kegiatan musabaqoh.
"Kita tidak menghilangkan sejarah mesjid ini, bahwa dahulu kita telah mempergunakan mesjid ini untuk segala kebutuhan kita", tutupnya.
(*)
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribun Padang
LIVE UPDATE
Kolaborasi Komunitas di Tasikmalaya, Bersih Masjid Sekaligus Edukasi Safety di Ketinggian
2 hari lalu
Mancanegara
TANGIS HARU WARGA PALESTINA, Masjid Al Aqsa Dibuka Lagi usai Sebulan Lebih Ditutup Israel
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Masjid Al Aqsa Dibuka Lagi Usai Ditutup Israel, Ratusan Umat Muslim Padati Kompleks, Menangis Haru
6 hari lalu
Local Experience
Masjid Rahmatullah Lampuuk Tetap Kokoh Saat Tsunami Aceh 2004 Menerjang dan Menghancurkan Sekitarnya
7 hari lalu
Local Experience
Jejak Arsitek Belanda di Masjid Baiturrahman Ikon Aceh Bergaya Mughal yang Tetap Memikat Sampai Kini
7 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.