Konflik Rusia vs Ukraina
Invasi Berpotensi Meluas, Rusia Ancam akan Mengebom Pangkalan Inggris yang Nyatakan Dukung Ukraina
TRIBUN-VIDEO.COM - Potensi perang Rusia di Ukraina meluas ke negara barat dan NATO.
Rusia mengancam akan menyerang dan mengebom pangkalan militer Inggris serta menargetkan diplomat Inggris yang ada Kyiv sebagai terget sah.
Ancaman itu diungkapkan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, setelah dukungan Inggris atas serangan rudal Ukraina ke wilayah Rusia.
Baca: Tank dari Jerman untuk Ukraina Disebut Tak Berguna lantaran Butuh Latihan Lama untuk Bisa Operasikan
Dukungan itu dinilai Rusia provokatif, sehingga mengancam akan menyerang pangkalan militer Inggris.
Ancaman ini tidak bisa dianggap remeh, mengingat Presiden Rusia Vladimir Putin sangat yakin akan tujuannya melakukan operasi militer khusus di Ukraina.
Awal tahun ini mungkin tidak ada yang menyangka Putin benar-benar menyerang Ukraina.
Namun hal itu terjadi dan dunia terbelalak.
Baca: Putin Balas Dendam, Aset Google Senilai 7 Juta Dolar AS Dibekukan dan Dituntut Bayar Kerugian Rusia
Karenanya ancaman berikutnya atas Inggris, mesti dilihat bukan sesuatu yang remeh.
"Apa yang kita pahami dengan benar bahwa demi mengganggu logistik pasokan militer ke Ukraina, Rusia dapat menyerang sasaran militer di wilayah negara-negara NATO yang memasok senjata ke rezim Kyiv," kata Zakharova, Selasa (26/4/2022).
Kremlin memperingatkan dapat menargetkan situs militer di Inggris karena dukungan Inggris untuk Ukraina.
Sambil menambahkan bahwa itu juga dapat menyerang diplomat Inggris yang kembali ke Kyiv setelah pernyataan provokatif' Menteri Pertahanan Inggris tentang pemboman di wilayah Rusia.
Baca: Presiden Ukraina Zelensky Diundang Jokowi untuk Hadiri KTT G20 Indonesia, Bagaimana dengan Putin?
Maria Zakharova menyatakan bahwa serangan dapat diizinkan dan sah terhadap negara-negara NATO yang menyediakan senjata ke Ukraina.
"Bagaimanapun, pasokan senjata ke Ukraina secara langsung menyebabkan kematian dan pertumpahan darah di wilayah Ukraina. Sejauh yang saya mengerti, Inggris adalah salah satu negara itu dan akan jadi sasaran Rusia," ujar Zakharova.
Pernyataan Zakharova muncul setelah Menteri Angkatan Bersenjata Inggris James Heappey menyebutkan bahwa Inggris mendukung serangan udara Ukraina pada infrastruktur Rusia.
Dia menambahkan bahwa akan 'sepenuhnya sah' jika senjata Inggris digunakan dalam serangan semacam itu, meskipun saat ini tidak ada yang dianggap demikian.
Heappey juga mengatakan bahwa Inggris akan memulai kembali pelatihan pasukan Ukraina, jika konflik menjadi 'membeku' di wilayah Donetsk dan Luhansk timur.
Namun pernyataannya ditanggapi oleh Kremlin, sebagai sebuah provokasi.
Dalam eskalasi ketegangan yang signifikan, Moskow juga memperingatkan bahwa pihaknya akan bersiap untuk menyerang balik pusat pengambilan keputusan di Kyiv sebagai pembalasan.
Bahkan jika diplomat Inggris dan Barat lainnya hadir di sana.
Sementara itu, Tobias Ellwood, Ketua Komite Pemilihan Pertahanan, mengatakan bahwa pernyataan Heappey berpotensi mengundang serangan balasan ke Polandia.
Dia juga memperingatkan bahwa Rusia dapat mencapai target barat di luar Ukraina dan mengatakan kepada The Times bahwa Barat menjadi semakin terlibat dalam perang proksi.
Itu terjadi setelah Boris Johnson pekan lalu mengumumkan bahwa Inggris akan membuka kembali kedutaan besarnya di Kyiv dua bulan setelah staf dievakuasi saat perang pecah.
"Kedutaan akan dibuka minggu ini, tergantung pada situasi keamanan," kata Johnson.
Menurutnya Melinda Simmons, Duta Besar Inggris untuk Ukraina, siap menjadi salah satu diplomat pertama yang kembali.
Pada hari Senin (25/4/2022), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengumumkan bahwa selama kunjungan ke Kyiv, maka diplomat Amerika juga akan kembali ke Kyiv.
Menanggapi dukungan Heappey untuk serangan Ukraina pada jalur pasokan Rusia, Zakharova bereaksi.
"Kami ingin menggarisbawahi bahwa provokasi langsung London terhadap rezim Kyiv ke dalam tindakan seperti itu. Jika tindakan tersebut dilakukan, akan segera mengarah pada respons proporsional kami," katanya.
“Seperti yang telah kami peringatkan, angkatan bersenjata Rusia siap sepanjang waktu untuk melancarkan serangan balasan dengan senjata jarak jauh berpresisi tinggi di pusat pengambilan keputusan di Kyiv. Kehadiran para penasihat dari negara-negara Barat di pusat-pusat pengambilan keputusan Ukraina tidak serta merta menjadi masalah bagi Rusia dalam mengambil keputusan untuk melancarkan aksi pembalasan," ujarnya.
Heappey mengatakan kepada Times Radio bahwa Inggris memiliki kewajiban untuk mendukung setiap serangan Ukraina pada infrastruktur Rusia.
Karena hal itu dapat mencegah kematian warga sipil.
Minggu ini depot pengisian ulang kunci di Bryansk 95 mil di dalam Rusia terkena serangan yang menyebabkan ledakan di tangki bahan bakar dan kilang. (*)
(TRIBUN-VIDEO.COM/WARTAKOTALIVE.COM)
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Perang Meluas, Rusia Ancam Bom Pangkalan Militer Inggris.
# Invasi # Rusia # bom # pangkalan militer # Inggris # Ukraina
Sumber: Warta Kota
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Konflik AS-Iran: Jet Jadul Iran Buat AS Kelimpungan, Rugi Miliaran Markas Militer Hancur
1 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Zelensky Tiba-tiba Ancam Israel dengan Sanksi, Tuduh Tel Aviv Beli Gandum Ukraina Hasil Curian Rusia
1 jam lalu
Berita Terkini
Vladimir Putin Kutuk Penembakan di Acara Makan Malam Trump, Sebut sebagai Bentuk Kekerasan
4 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Prabowo Singgung Perang Iran-AS hingga Rusia-Ukraina: Kita Gak Ikutan tapi Berpengaruh ke Indonesia
6 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.