Senin, 13 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Peringatan Keras Rusia, Ukraina Bisa Dipecah Jadi Beberapa Negara Bagian jika AS Terus Ikut Campur

Rabu, 27 April 2022 14:37 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Rusia kembali memberi Ukraina peringatan keras.

Kremlin menyebut kebijakan yang diambil oleh Barat dan "rezim Kyiv" yang dikendalikan mereka pada akhirnya dapat mengakibatkan Ukraina berantakan dan tidak lagi ada sebagai negara bersatu.

Peringatan ini dilontarkan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolay Petrushev dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Selasa (26/4/2022).

Ia menyebut, jauh sebelum kudeta 2014, AS telah membujuk Ukraina tentang supremasi bangsa mereka dan menanamkan kebencian terhadap Rusia.

Menurut dia, hari ini, orang-orang yang tinggal di Ukraina disatukan hanya oleh ketakutan akan batalion nasionalis.

Baca: Inggris Jadi Pemasok Senjata Utama Ukraina dan Tantang akan Serang Balik Rusia, Moskow Kini Meradang

Patrushev memperingatkan, kebijakan Barat dan rezim Kyiv yang dikendalikannya seperti itu hanya dapat mengakibatkan disintegrasi Ukraina menjadi beberapa negara bagian.

Sementara Barat secara kolektif berusaha untuk memperpanjang konflik antara Rusia dan Ukraina selama mungkin, dia mengklaim, Moskwa ingin menyelesaikan permusuhan lebih cepat daripada nanti untuk meminimalkan kerusakan yang terjadi pada kedua belah pihak.

Petrushev menyebut, kompleks industri militer di Barat adalah salah satu penerima manfaat utama dari konflik yang berkepanjangan.

Baca: Rusia Perluas Perang, Ancam Bom Pangkalan Militer Inggris setelah Dukung Ukraina Serang Moskow

Selain itu ia juga menyebut aliran persenjataan yang masuk ke Ukraina sebagian besar didorong oleh keinginan Barat untuk mendapat keuntungan.

“Kompleks industri militer Amerika dan Eropa bersukacita, karena berkat krisis di Ukraina, tidak ada habisnya pesanan yang terlihat,” kata Patrushev.

Rusia diketahui telah menyerang negara Ukraina sejak akhir Februari.  

Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS.

Di sisi lain, Ukraina menegaskan bahwa serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik (Donetsk dan Luhansk) dengan paksa.(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rusia Peringatkan Ukraina Bisa Dibubarkan Jadi Beberapa Negara Bagian"

# Rusia # Ukraina # NATO #  Amerika Serikat # Kyiv

Editor: Khaira Nova Hanugrahayu
Reporter: sara dita
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Kompas.com

Tags
   #Rusia   #Ukraina   #NATO   #Amerika Serikat   #Kyiv

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved