Konflik Rusia Vs Ukraina
Zelensky Kembali Minta Bantuan Senjata kepada AS saat Dua Menteri Kunjungan ke Ukraina
TRIBUN-VIDEO.COM, KYIV - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken dan Menteri Pertahanan, Lloyd Austin melakukan kunjungan ke Kyiv, Ukraina pada hari Minggu (24/4/2022).
Bertepatan dengan kunjungan dua menteri tersebut, Ukraina meminta bantuan senjata yang lebih kuat untuk negaranya,
Seperti yang diketahui, saat ini invasi Rusia memasuki bulan ketiga.
Dalam pidatonya di Katedral Saint Sophia di Kyiv untuk menandai Paskah Ortodoks, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan negaranya menghadapi masa-masa kelam.
Perjalanan Blinken dan Austin, yang diumumkan sebelumnya oleh Zelenskyy, akan menjadi kunjungan tingkat tertinggi ke Ukraina oleh pejabat AS sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi ke negara itu pada 24 Februari.
Baca: Puluhan Warga Bucha Terbunuh oleh Panah Logam, Rusia Diduga Pakai Senjata Era Perang Dunia I
Namun, Gedung Putih belum mengkonfirmasi kunjungan apa pun.
"Kami terinspirasi oleh ketahanan umat Kristen Ortodoks di Ukraina dalam menghadapi perang agresi brutal Presiden Putin," kata Blinken di Twitter, sebagaimana dikutip dari CNA.
"Kami terus mendukung mereka dan, hari ini, kami berharap mereka dan semua orang lain merayakan harapan Paskah dan segera kembali ke perdamaian."
Setelah pejuang Ukraina memaksa mundur Rusia dari sekitar Kyiv, serangan Moskow sekarang difokuskan di wilayah Donbas timur dan selatan negara itu.
Dengan kehidupan normal yang kembali ke ibu kota, beberapa negara telah membuka kembali kedutaan dalam beberapa hari terakhir dan beberapa penduduk yang melarikan diri dari pertempuran kembali untuk Paskah.
Serhiy Gaidai, gubernur wilayah Luhansk di Donbas, mengatakan perayaan Paskah telah dihancurkan di sana, dengan tujuh gereja di wilayahnya "dimutilasi" oleh artileri.
Dia mengatakan sejumlah warga sipil yang tidak ditentukan tewas oleh penembakan Rusia.
Moskow, yang menggambarkan tindakannya di Ukraina sebagai "operasi militer khusus", membantah menargetkan warga sipil dan menolak apa yang dikatakan Ukraina sebagai bukti kekejaman, dengan mengatakan Kyiv melakukan itu untuk merusak pembicaraan damai.
Baca: Berupaya Kuasai Mariupol, Rusia Diklaim Lanjutkan Serangan hingga Bombardir Pabrik Azovstal Ukraina
Paus Fransiskus menyerukan gencatan senjata Paskah : "Hentikan serangan untuk membantu penduduk yang kelelahan. Berhenti," katanya.
Pengungsi Ukraina memenuhi gereja-gereja di seluruh Eropa tengah.
Ukraina Membutuhkan Senjata Lebih Banyak
Pejabat Ukraina berencana untuk memberi tahu Blinken dan Austin tentang kebutuhan mendesak akan lebih banyak senjata, termasuk sistem anti-rudal, sistem anti-pesawat, kendaraan lapis baja dan tank, kata ajudan Zelenskyy Igor Zhovkva kepada NBC News, Minggu.
Amerika Serikat dan sekutu NATO telah menunjukkan kesiapan yang meningkat untuk memasok peralatan yang lebih berat dan sistem senjata yang lebih canggih.
Inggris telah berjanji untuk mengirim kendaraan militer dan sedang mempertimbangkan untuk memasok tank Inggris ke Polandia untuk membebaskan T-72 Warsawa yang dirancang Rusia untuk Ukraina.
Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan setelah pembicaraan melalui telepon dengan Zelenskyy bahwa Ankara siap membantu dalam negosiasi dengan Rusia.
Zelenskyy mengatakan dia berdiskusi dengan Erdogan tentang perlunya evakuasi segera warga sipil dari kota selatan Mariupol, tempat pertempuran terbesar dalam konflik tersebut.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Zelensky Kembali Layangkan Permintaan Bantuan Senjata Berat kepada Amerika
# bantuan senjata # Volodymyr Zelensky # Zelensky Minta Bantuan Senjata # Amerika Serikat # Ukraina
Video Production: Putri Anggun Absari
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Wacana Trump Berlakukan Sanksi 50 Persen bagi Negara Pemasok Senjata Iran Selama Gencatan Senjata
9 jam lalu
Tribunnews Update
Netanyahu Dihujat Oposisi seusai Dukung Gencatan Senjata AS-Iran, Dinilai Bakal Buat Bencana Politik
9 jam lalu
Mancanegara
China Tutup Udara 40 Hari, Latihan Tempur Besar-besaran, Sinyal Keras ke AS & Taiwan
10 jam lalu
Tribun Video Update
Ribuan Warga Irak Rayakan Kemenangan Iran, Puji Kemampuan yang Buat AS Setuju Persyaratan Gencatan
11 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.