Konflik Rusia Vs Ukraina
Dugaan Upaya Propaganda Rusia, Materi terkait Perang Dijadikan Mata Pelajaran di Sekolah
TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah Rusia dikabarkan telah memasukkan materi Perang Ukraina sebagai mata pelajaran di sekolah.
Sejumlah pihak menduga hal ini merupakan upaya propaganda untuk mendoktrin anak-anak Rusia tentang konflik yang terjadi.
Keputusan pemerintah ini segera saja menjadi kontroversi di kalangan guru dan wali murid.
Dikutip TribunWow.com, Minggu (24/4/2022), orangtua murid bernama Pavel Tkachev terkejut mendengar ada pelajaran khusus tentang perang Ukraina di sekolah.
Ia pun sangat marah hingga protes ke pengelola sekolah menengah tempat putranya menimba ilmu di distrik Primorksy, St Petersburg, Rusia.
"Saya menelepon mereka dan mengatakan ini konyol," kata Tkachev dilansir The Guardian.
Baca: Pasukan Rusia Bombardir Pabrik Baja Azovstal, Lanjutan Upaya Kuasai Mariupol dan Pabrik
"Kami adalah orang tua dan kamilah yang harus memberi tahu anak-anak tentang patriotisme dan 'operasi khusus', bukan sekolah."
Pelajaran itu disampaikan kepada siswa di sekolah-sekolah di seluruh negeri.
Matrei pelajaran itu berisi celaan yang menyebut Ukraina fasis dan menegaskan bahwa Rusia bertindak untuk membela diri.
Tkachev mengatakan dia sangat marah atas perbandingan konflik ini dengan perang dunia kedua, yang disebutnya tak termaafkan.
"Pejabat sekolah mengangkat bahu mereka dan mengatakan ini adalah instruksi," ucap Tkachev.
"Aku merasa jijik."
Rencana Rusia untuk merombak pendidikan berjalan seiring dengan berlangsungnya perang di Ukraina.
Para pejabat sedang menulis kurikulum untuk membenarkan invasi.
Selain itu, sekolah-sekolah akan diminta mengadakan pengibaran bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan setiap pagi mulai September.
Penerbit buku teks besar Rusia dilaporkan menggunakan perangkat lunak pemeriksaan otomatis untuk mengedit referensi positif ke Ukraina dalam buku sekolahnya.
Menurut kementerian pendidikan Rusia, sejarah akan menjadi mata pelajaran wajib sejak kelas satu.
"Kami tidak akan pernah membiarkan (sejarah ditulis dengan catatan) bahwa kami memperlakukan negara lain, negara persaudaraan kami, Ukraina dan Belarus, dengan buruk,” kata menteri pendidikan Sergey Kravtsov.
"Kami akan melakukan segalanya dengan kekuatan kami sehingga memori sejarah tetap terjaga."
Baca: Rusia Bocorkan Skenario Selanjutnya, setelah Kuasai Ukraina Militernya akan Serang Moldova
Ada tingkat oportunisme politik yang jelas dalam menggunakan anak sekolah untuk menyampaikan propaganda.
Saat Rusia mendeklarasikan kemenangan yang disengketakan di Mariupol minggu lalu, Andrei Turchak, kepala partai Rusia Bersatu yang berkuasa, langsung menuju ke sekolah lokal di kota itu.
"Kemenangan akan menjadi milik kita. Musuh akan dikalahkan, dan kehidupan damai di bumi ini akhirnya akan datang. Kita akan membebaskan wilayah ini dan membersihkannya dari setan fasis," ujar Turchak pada para siswa.
Tetapi ada juga tekanan baru pada guru, terutama untuk menyembunyikan perasaan anti-perang mereka dari siswa mereka.
"Saya tahu banyak guru yang menyembunyikan profil online mereka, mereka sangat berhati-hati berbicara tentang politik di sekolah," kata Maria, seorang guru di sebuah sekolah menengah di Voronezh.
Lyubov Zhiltsova, seorang guru matematika dan politikus dari Pskov, menghadapi pemeriksaan polisi minggu lalu untuk sebuah gambar di media sosial tentang dirinya yang memegang tanda yang mengatakan 'Tidak untuk perang'.
“Seluruh dunia telah terbalik bagi saya. Saya mempersiapkan acara untuk 9 Mei (Hari Kemenangan) setiap tahun, saya menulis naskah, saya berlatih. Dan sekarang bagaimana saya bisa membicarakannya dengan anak-anak?” kata Zhiltsova kepada Radio Svoboda.
"Saya tidak bisa tinggal diam."
(TribunWow/Noviana Primaresti)
# propaganda # Rusia # mata pelajaran # Ukraina # perang
Baca berita lainnya terkait Rusia
Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Rusia Ajarkan Materi Perang Ukraina pada Anak-Anak di Sekolah, Orangtua Murid Berang: Ini Konyol
Sumber: TribunWow.com
Tribunnews Update
Kapal Tanker Minyak China Diserang saat Baku Tembak Pecah antara AS-Iran, Beijing Langsung Ultimatum
6 hari lalu
Tribunnews Update
Baku Tembak Pecah di Selat Hormuz! 3 Kapal Perang AS Remuk Dihantam Rudal Iran, Trump Coba Membalas
6 hari lalu
Tribun Video Update
Rangkuman Perang Timur Tengah: Saudi & Kuwait Bantu AS Terjun Perang, Operasi Gabungan Diluncurkan
6 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.