Konflik Rusia Vs Ukraina
Pimpinan Chechnya Ungkap Komandan Ukraina Tak Manusiawi Perlakukan Pasukan: Dipaksa Terus Perang
TRIBUN-VIDEO.COM - Sejumlah tentara Ukraina tetap bertahan di pabrik baja Azovstal di Kota Mariupol yang sudah terkepung tentara Rusia.
Pimpinan Chechnya, Ramzan Kadyrov mengungkapkan, pasukan Ukraina mendapatkan perlakuan tak manusiawi oleh komandannya
Mereka terus dipaksa berperang meski sudah terkepung.
Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, Kadyrov mengungkapkan hal itu lewat akun Telegram miliknya.
Kadyrov mengaku mendapat informasi ini setelah bertanya ke seorang tawanan perang.
Ia menjelaskan, para tentara Ukraina itu saat ini dipimpin oleh batalion nasionalis Ukraina
Komandan batalion bersikap keji bahkan terhadap rekan seperjuangan mereka sendiri.
Batalion nasionalis Ukraina yang memimpin pasukan di Azovstal disebut akan menembak mati para tentara yang memilih menyerah ke Rusia.
Batalion nasionalis juga telah menyebarkan disinformasi kepada anggota mereka tentang nasib para tahanan perang di tangan Rusia.
"Menurut keterangan tawanan, mayoritas dari mereka yang terkurung di belakang tembok tebal pabrik ingin cepat-cepat pergi meninggalkan wilayah sambil memegang bendera putih," ungkap Kadyrov.
"Namun inisiatif ini tidak didukung oleh sang komandan batalion nasionalis."
"Kami telah mengkonfirmasi informasi tentang mengeksekusi mati anggota mereka sendiri yang ingin menyerah," papar Kadyrov.
Sebelumnya, Mayor Serhiy Volyna di Mariupol menyatakan pasukannya, brigade marinir ke-36 akan terus bertempur melawan Rusia.
Lewat sebuah video, Volyna menyampaikan sebuah permohonan kepada para pemimpin dunia untuk membantu Mariupol dan Ukraina.
Volyna mengatakan, misinya dan pasukannya di Mariupol adalah mempertahankan pabrik baja Azovstal.
Volyna ingin agar dirinya dan para pasukannya dievakuasi ke negara dunia ketiga.
"Ini adalah pesan kami kepada dunia. Ini mungkin jadi pesan terakhir kami," ucap Volyna.
"Kami meminta kepada para pemimpin dunia untuk bantu kami," kata Volyna.
Pemerintah Rusia sendiri telah memberikan kesempatan kepada pasukan militer Ukraina di Mariupol agar menyerah.
Namun beberapa tentara Ukraina tetap enggan menyerah dan memutuskan untuk melawan Rusia hingga titik darah penghabisan.(Tribun-video.com/TribunWow.com)
Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Dipaksa Berperang, Tentara Ukraina yang Terjebak di Mariupol akan Dieksekusi jika Menyerah ke Rusia
# Mariupol # Ukraina # Chechnya # Ramzan Kadyrov
Video Production: Sigit Setiawan
Sumber: TribunWow.com
Tribunnews Update
Negara Teluk Incar Terra Drone Murah Buatan Ukraina, Strategi Baru Lawan Iran Imbas Krisis Rudal
9 jam lalu
Tribun Video Update
Prabowo Klaim Indonesia Jadi Negara Aman jika Perang Dunia III Meletus: Orang Rusia-Ukraina di Bali
10 jam lalu
Tribunnews Update
Zelensky Ungkap Rusia Serahkan Data Satelit Sistem Energi Israel ke Iran untuk Operasi Strategis
1 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Bom Gudang Senjata Ukraina di Dubai, Ancam Kiev Jadi Target Sah Jika Cawe-cawe Perang AS-Israel
Rabu, 1 April 2026
Internasional
Pasukan Elit Chechnya Rusia Siap Tempur Bantu 1 Juta Kombatan Teheran Kepung AS di Perang Darat
Rabu, 1 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.