Jumat, 10 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pimpinan Chechnya Ungkap Komandan Ukraina Tak Manusiawi Perlakukan Pasukan: Dipaksa Terus Perang

Sabtu, 23 April 2022 07:49 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Sejumlah tentara Ukraina tetap bertahan di pabrik baja Azovstal di Kota Mariupol yang sudah terkepung tentara Rusia.

Pimpinan Chechnya, Ramzan Kadyrov mengungkapkan, pasukan Ukraina mendapatkan perlakuan tak manusiawi oleh komandannya

Mereka terus dipaksa berperang meski sudah terkepung.

Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, Kadyrov mengungkapkan hal itu lewat akun Telegram miliknya.

Kadyrov mengaku mendapat informasi ini setelah bertanya ke seorang tawanan perang.

Ia menjelaskan, para tentara Ukraina itu saat ini dipimpin oleh batalion nasionalis Ukraina

Komandan batalion bersikap keji bahkan terhadap rekan seperjuangan mereka sendiri.

Batalion nasionalis Ukraina yang memimpin pasukan di Azovstal disebut akan menembak mati para tentara yang memilih menyerah ke Rusia.

Batalion nasionalis juga telah menyebarkan disinformasi kepada anggota mereka tentang nasib para tahanan perang di tangan Rusia.

"Menurut keterangan tawanan, mayoritas dari mereka yang terkurung di belakang tembok tebal pabrik ingin cepat-cepat pergi meninggalkan wilayah sambil memegang bendera putih," ungkap Kadyrov.

"Namun inisiatif ini tidak didukung oleh sang komandan batalion nasionalis."

"Kami telah mengkonfirmasi informasi tentang mengeksekusi mati anggota mereka sendiri yang ingin menyerah," papar Kadyrov.

Sebelumnya, Mayor Serhiy Volyna di Mariupol menyatakan pasukannya, brigade marinir ke-36 akan terus bertempur melawan Rusia.

Lewat sebuah video, Volyna menyampaikan sebuah permohonan kepada para pemimpin dunia untuk membantu Mariupol dan Ukraina.

Volyna mengatakan, misinya dan pasukannya di Mariupol adalah mempertahankan pabrik baja Azovstal.

Volyna ingin agar dirinya dan para pasukannya dievakuasi ke negara dunia ketiga.

"Ini adalah pesan kami kepada dunia. Ini mungkin jadi pesan terakhir kami," ucap Volyna.

"Kami meminta kepada para pemimpin dunia untuk bantu kami," kata Volyna.

Pemerintah Rusia sendiri telah memberikan kesempatan kepada pasukan militer Ukraina di Mariupol agar menyerah.

Namun beberapa tentara Ukraina tetap enggan menyerah dan memutuskan untuk melawan Rusia hingga titik darah penghabisan.(Tribun-video.com/TribunWow.com)

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Dipaksa Berperang, Tentara Ukraina yang Terjebak di Mariupol akan Dieksekusi jika Menyerah ke Rusia

# Mariupol # Ukraina # Chechnya # Ramzan Kadyrov

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Sigit Setiawan
Sumber: TribunWow.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved