Senin, 13 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Putin Minta Serangan di Pabrik Azovstal Minta Dihentikan Tapi Blokade Lokasi Tetap Berlanjut

Jumat, 22 April 2022 12:38 WIB
VOA

TRIBUN-VIDEO.COM - Pasukan Rusia diinstruksikan oleh Vladimir Putin untuk hentikan serangan pabrik baja Azovstal di Kota Mariupol, Ukraina pada Kamis (21/4/2022) lalu.

Namun, Putin memberitahu Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu untuk memblokade pabrik tersebut 'sehingga seekor lalat pun tidak dapat melewatinya'.

Menurutnya, melanjutkan serangangan di lokasi itu akan menimbulkan risiko yang tidak perlu bagi Rusia.

Dikutip dari VoaIndonesia.com pada Jumat (22/4/2022), perintah putin tersebut ditayangkan dalam televisi.

Shoigu memberitahu Putin bahwa ada 2.000 tentara Ukraina di pabrik Azovstal.

Tetapi seluruh Mariupol, kota pelabuhan penting, telah 'dibebaskan.'

Baca: Putin Klaim Pasukan Rusia Menang dan Berhasil Taklukan Mariupol setelah Hampir Dua Bulan Dikepung

Sementara, Deputi Perdana Menteri (PM) Ukraina, Iryna Vereshchuk meminta Rusia mengizinkan evakuasi warga sipil.

Selain itu, evakuasi dilakukan untuk tentara yang terluka dari pabrik itu melalui sebuah koridor kemanusiaan.

Diketahui, ada 1.000 warga sipil dan 500 tentara yang terluka di dalam pabrik baha besar itu.

Dikatakan olehnya, mereka semua perlu ditarik keluar dari Azovstal secepatnya.

“Ada sekitar 1.000 warga sipil dan 500 tentara yang terluka di sana. Mereka semua perlu ditarik keluar dari Azovstal hari ini,” kata Vereshchuk.

Ia mengatakan, empat bus telah dapat mengevakuasi warga sipil dari Mariupol pada hari Rabu (20/4).

Lebih dari 100 ribu orang Ukraina diduga terperangkap di Mariupol.

Dimana 400 ribu orang bermukim sebelum Rusia menginvasi negara itu pada 24 Februari lalu.

Sementara, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken mengatakan kondisi di Mariupol benar-benar memburuk.

“Kondisi di sana benar-benar buruk,” katanya.

Pernyataan itu disampaikannya pada sebuah konferensi diplomatik di Panama, Amerika Utara.

Ia menggarisbawahi usaha membentuk koridor kemanusiaan, atau wilayah gencatan senjata untuk penduduk mengungsi.

Selain itu, tempat bantuan yang akan disalurkan juga sudah dipersiapkan, namun usaha itu gagal.

“Kondisi di sana benar-benar mengerikan,” katanya.

Baca: Setelah Melakukan Pemblokiran, Putin Klaim Pasukan Rusia Menang dan Berhasil Taklukan Mariupol

Sebagai informasi, pertempuran memperebutkan Mariupol merupakan bagian dari ofensif Rusia yang lebih tua.

Terlebih di wilayah penting Donbas yang strategis, dimana Moskow telah meningkatkan kehadiran militernya.

Hal itu disampaikan oleh direktur senior Pusat Eurasia di Atlantic Council dan mantan duta besar AS untuk Ukraina, John E Herbst.

“Target Moskow sekarang ini adalah untuk meluaskan kontrolnya di bagian timur dan selatan. Idealnya, mereka ingin merebut Kharkiv dan Odessa,” katanya.

Namun, dikatakan olehnya, hal itu kemungkinan sulit dicapai sehingga Rusia harus leboh banyak bekerja keras.

“Tetapi itu adalah sesuatu yang sulit dicapai. Mereka mungkin harus puas dengan Mariupol,” lanjutnya.

(Tribun-Video.com/VoaIndinesia.com)

Artikel ini telah tayang di VoaIndonesia.com dengan judul "Putin Perintahkan Militer Tidak Serbu Kubu Pertahanan Terakhir di Mariupol"

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Sandy Yuanita
Video Production: Tegar Melani
Sumber: VOA

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved