Konflik Rusia Vs Ukraina
Ultimatum Rusia Berakhir Hari Ini, Tentara Ukraina di Mariupol Harus Menyerah
TRIBUN-VIDEO.COM - Kota Mariupol yang terletak di timur Ukraina, hingga saat ini masih dikepung oleh pasukan Rusia. Gempuran demi gempuran dilancarkan pasukan Rusia demi menguasai kota strategis tersebut.
Di tengah pengepungan tersebut, sebuah video dari komandan Marinir di lini pertahanan terakhir Ukraina di Mariupol, beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, sang komandan memberi pesan kepada seluruh tentara Ukraina bahwa mereka hanya punya waktu beberapa jam saja.
Menurutnya, ia dan anak buahnya hanya punya waktu beberapa jam lagi. Dalam video yang dikirim ke BBC dan media lain, Mayor Serhiy Volyna mengatakan pasukannya tidak akan menyerah.
Namun, dia memohon bantuan internasional untuk 500 serdadu yang terluka dan ratusan perempuan dan anak-anak yang bersembunyi bersama pasukannya di sebuah pabrik baja di Mariupol.
"Ini adalah alamat terakhir kami di dunia ini. Ini mungkin yang terakhir. Mungkin waktu kami hanya tersisa beberapa hari atau beberapa jam lagi," kata Mayor Volyna.
Baca: Tentara Neo-Nazi Ukraina, Batalyon Azov di Mariupol Menolak Menyerah kepada Rusia
"Kami berseru kepada para pemimpin dunia untuk membantu kami. Kami mendesak mereka untuk mengadakan upaya evakuasi ke negara ketiga," tambahnya.
Pabrik baja Azovstal, yang luasnya mencapai 10 kilometer persegi, adalah posisi pertahanan terakhir tentara Ukraina di Mariupol.
"Pihak musuh mengerahkan unit-unit yang melebihi jumlah kami puluhan kali, mereka unggul di udara, artileri, pasukan infanteri, mesin-mesin, dan tank-tank," kata Mayor Volyna, komandan Brigade 36 Marinir.
Dia tidak menyebut berapa banyak tentara Ukraina yang tersisa di pabrik itu, namun menurutnya mereka "punya semangat juang yang hebat".
Akan tetapi, kondisi mereka yang terluka "sangat buruk".
"Mereka berada di ruang bawah tanah, mereka hanya membusuk di sana," ungkapnya.
Pekan lalu, Presiden Ukraina, Voloymyr Zelensky, mengatakan kepada BBC bahwa dia menyakini sebanyak 20.000 orang boleh jadi tewas di Mariupol akibat gempuran Rusia di kota itu.
Jumlah itu belum termasuk orang-orang yang dibawa ke wilayah Rusia.
Rusia telah mengultimatum tentara Ukraina di Mariupol untuk meletakkan senjata mereka pada Rabu pukul 11.00 GMT atau 17.00 WIB.
Peringatan itu diberikan setelah tetara Rusia mengepung sekitar 130.000 warga kota itu selama 50 hari. Akibatnya, warga kesulitan mendapatkan makanan, air bersih, dan obat-obatan, menurut wakil walikota.
Tapi mengapa Mariupol penting bagi Rusia sejak menginvasi Ukraina pada Februari lalu?
Baca: Rusia Beri Ultimatum agar Menyerah, Tentara Ukraina di Mariupol Serasa Menghadapi Hari-hari Terakhir
Daratan luas:
Merebut Mariupol akan membuat Rusia bisa mengendalikan daratan luas di kawasan selatan dan timur Ukraina.
Mengendalikan ekonomi:
Mariupol adalah pelabuhan penting bagi Ukraina. Sebelum perang, Pelabuhan itu memainkan peranan kunci dalam ekspor baja dan batubara.
Peluang propaganda:
Mariupol adalah basis unit milisi Ukraina bernama Brigade Azov yang terdiri dari sejumlah orang berhaluan ekstrem kanan.
Meski jumlah mereka hanya segelintir, menghancurkan mereka bakal menjadi alat propaganda yang efektif bagi Moskow.
Dorongan moril:
Merebut Mariupol akan membuat Kremlin bisa menunjukkan kepada rakyat Rusia melalui media pemerintah bahwa tujuan aksi militer telah tercapai.
Seiring dengan terpojoknya militer Ukraina di Mariupol, yang diharapkan kini adalah kesepakatan untuk menciptakan koridor kemanusiaan demi mengevakuasi perempuan, anak-anak, dan kaum lansia.
Ukraina berharap bisa mengirim sebanyak 90 bus ke Mariupol pada Rabu untuk mengevakuasi sebanyak 6.000 orang, kata Walikota Mariupol, Vadym Boichenko, kepada stasiun televisi nasional.
Menurutnya, sekitar 100.000 warga sipil tetap berada di Mariupol dan puluhan ribu lainnya tewas ketika tentara Rusia mengepung kota itu. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Ultimatum Rusia Berakhir Hari Ini, Tentara Ukraina di Mariupol Harus Menyerah
Video Production: Lalu Yusuf Wibisono
Sumber: Tribun Timur
TRIBUNNEWS UPDATE
Pesawat Militer Rusia Dilaporkan Jatuh seusai Tabrak Tebing di Krimea Tewaskan 29 Orang
Rabu, 1 April 2026
Tribunnews Update
Pasukan Elit Chechnya Rusia Bakal Kepung AS Bantu 1 Juta Kombatan Teheran, Perang Darat Makin Panas
Rabu, 1 April 2026
Mancanegara
KAPAL RUSIA TIBA DI INDONESIA, Kolaborasi Maritim Penguatan Hubungan Militer Bilateral
Senin, 30 Maret 2026
Tribunnews Update
Kolaborasi Maritim Kapal Rusia Bersandar di Jakarta, Simbol Ketegasan Penguatan Hubungan Militer
Senin, 30 Maret 2026
Mancanegara
Perang Nuklir di Depan Mata? Rusia Peringatkan AS, Timur Tengah Siaga!
Senin, 30 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.