Ramadan 2022
Takut Kolesterol Naik saat Santap Hidangan di Hari Lebaran? Coba 5 Tips ini untuk Menghindarinya
TRIBUN-VIDEO.COM - Salah satu momen paling ditunggu-tunggu saat lebaran adalah menyantap hidangan bersama keluarga.
Makanan yang kerap disajikan saat lebaran seperti opor, rendang, gulai, dan makanan yang bersantan.
Pasalnya, santan merupakan sumber lemak nabati yang memiliki fungsi melarutkan vitamin larut lemak yaitu vitamin A, D, E, serta vitamin K.
Bagi yang menjalankan program diet, konsumsi lemak nabati ini sangat membantu agar tidak mudah lapar dan cepat untuk kenyang.
Namun, bagi penderita kolesterol akan berdampak tidak baik bagi tubuh.
Baca: Presiden Joko Widodo Imbau agar Perayaan Idul Fitri Acara Halalbihalal Digelar Tanpa Makan dan Minum
Baca: Berikut Amalan Sebelum Melaksanakan Salat Idul Fitri, Ada Berangkat & Pulang Lewat Jalan Berbeda
Baca: 4 Peristiwa Penting yang Terjadi saat Bulan Suci Ramadan, Turunnya Al-Quran hingga Lailatul Qadar
Tapi jangan khawatir, untuk kamu yang ingin menyantap makanan bersantan pada saat Idul Fitri nanti, berikut ini tips aman menyantap makanan bersantan:
1. Hindari Memasak Santan sampai Mendidih
Sebenarnya, buah kelapa yang menjadi bahan dasar santan kaya akan serat, vitamin C, E, B1, B3, B5, B6, besi, selenium, sodium, kalsium, magnesium, dan fosfor.
Namun, sederet zat gizi tersebut seakan menghilang jika kamu mengolah santan dengan cara yang tidak tepat.
Ya, santan yang dimasak hingga mendidih dapat menjadi penyebab meningkatnya kadar kolesterol di dalam tubuh.
Hal ini karena santan yang dipanaskan hingga mendidih dapat mengubah asam lemak menjadi lemak jenuh.
Lemak jenis ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh.
Oleh karena itu, jika kamu tak ingin mengalami kolesterol tinggi gara-gara makan santan, hindari memasak produk olahan kelapa ini hingga mendidih.
Selain itu, hindari pula memanaskan makanan yang mengandung santan hingga berulang kali.
Jika ingin lebih aman lagi, kamu dapat mengganti santan dengan susu atau krimer nabati yang dijual bebas di pasaran.
Namun sekali lagi, kamu harus benar-benar memperhatikan dan membatasi jumlahnya agar tidak berlebihan.
2. Tidak Mencampurnya dengan Jeroan
Pada masakan bersantan, risiko kolesterol sebenarnya akibat dari pengolahan bersama bahan makanan lain yang tinggi kolesterol, seperti jeroan dan telur.
Masakan itu lantas dimakan bersama nasi dalam jumlah banyak di mana nasi mengandung karbohidrat dan gula.
Jika makan sesekali tidak apa-apa, tapi jika terus-menerus tentu dampaknya tidak baik bagi kesehatan.
Apalagi, bagi kamu yang memiliki resiko kolesterol tinggi.
Boleh-boleh saja menyantap hidangan jeroan saat idul fitri, tapi jangan banyak-banyak, ya, agar kolesterol tidak naik.
3. Ganti Santan dengan Susu
Menyantap opor ayam saat idul fitri pasti sudah kamu tunggu-tunggu sejak puasa ramadhan bukan?
Tapi tak bisa menyantapnya karena takut kolesterol naik? Pasti kamu tak mau bukan?
Agar tak perlu khawatir kolesterol naik, kamu dapat mengganti santan dengan susu atau krimer nabati yang dijual bebas di pasaran.
Beberapa resep masakan pun sudah banyak yang dimodifikasi dengan susu segar sebagai bahan pengganti santan.
Jika bingung, kamu pun bisa melihat resepnya di YouTube atau buku resep lainnya.
Jikapun alergi dengan susu sapi segar, kita bisa menggunakan susu kedelai agar tetap mendapatkan cita rasa gurih.
4. Makan dengan Porsi Kecil
Pada saat lebaran banyak makanan yang mengandung kolesterol tinggi, namun kamu ingin mencicipi semua?
Bisa-bisa saja, asalkan kamu memakannya dengan porsi kecil, ya.
Kamu bisa makan dengan porsi mangkuk kecil dan kurangi bumbu atau kuah pada makanan yang bersantan contohnya opor.
Selain itu, jangan terlalu berlebihan makan santan.
Jika sudah makan dengan porsi kecil cukup untuk makan makanan berat 2 atau 3 kali sehari.
Jangan sampai berlebihan untuk menambah porsi makan dari biasanya.
Agar lebih aman lagi, tambahkan makanan yang mengandung banyak serat agar menjaga kadar kolesterol tetap terjaga.
Seperti mengonsumsi buah dan sayur setelah makan makanan bersantan akan mampu membuat perut terasa kenyang.
5. Jangan Sering Dipanaskan
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, jangan memasak santan terlalu lama atau sampai mendidih.
Apalagi sampai sering memanaskannya.
Pasalnya, santan kelapa sebenarnya mengandung asam lemak dan trigliserida yang mudah dibakar oleh tubuh.
Selain itu juga mengandung sedikit fruktosa yang merupakan pemanis alami.
Walaupun begitu, makanan berbahan santan sebaiknya dikonsumsi sekali habis alias jangan berulan kali dipanaskan.
Untuk mengantisipasi hal diatas, kamu bisa memasaknya dengan porsi sedikit alias langsung habis agar kamu tak sering memanaskannya karena sayang dibuang.
Nah itu tadi tips makan santan saat idul fitri agar tak menjadikan kolesterol naik. (*)
(TRIBUN-VIDEO.COM/TRIBUNSHOPPING.COM)
Artikel ini telah tayang di Tribunshopping.com dengan judul 5 Tips Makan Hidangan Bersantan agar Kolesterol Tak Naik saat Lebaran.
#kolesterol #Mencegah Kolesterol #tips cegah kolesterol #Cegah Kolesterol Naik #Hidangan lebaran #hari lebaran #Lebaran #Idulfitri 2022 #Idulfitri #Idul Fitri
LIVE UPDATE
Semarak Lebaran Depok 2026, Ribuan Warga Asyik Berburu Ikan dalam Tradisi Ngubek Empang
6 hari lalu
Local Experience
5 Makanan Khas Idul Fitri di Indonesia, dari Ketupat hingga Kue Kering yang Wajib Ada Ketika Lebaran
Minggu, 3 Mei 2026
Seleb
Pakai Baju Heboh Rumbai-rumbai, Gaya Glamor Syahrini Rayakan Lebaran di Indonesia Curi Perhatian
Rabu, 8 April 2026
Seleb
Tak Ada Khirani, Momen Mayangsari Sungkeman ke Bambang Trihatmodjo saat Lebaran Disorot
Rabu, 8 April 2026
Terkini Nasional
Jadi Mas Fatah! Lucinta Luna Ungkap Alasan Ubah Penampilan Jadi Cowok saat Lebaran
Minggu, 5 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.