Rabu, 29 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Permohonan Terakhir Komandan Ukraina di Mariupol, Peringatkan Pasukan akan Hadapi Hari-hari Terakhir

Rabu, 20 April 2022 16:26 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang komandan marinir Ukraina yang bertempur di benteng Mariupol membuat permohonan terakhir untuk senjata berat dari Barat agar kota strategis itu tidak jatuh ke Rusia.

Ia memperingatkan pasukannya bahwa mereka akan menghadapi hari-hari terakhir mereka jika bukan berjam-jam.

Komandan tersebut adalah Serhiy Volyna dari Brigade Marinir Terpisah ke-36 Ukraina.

Baca: Kedoknya Terbongkar, Ukraina Ketahuan Pakai Roket Amunisi Tandan yang Tak Lagi Boleh Dipakai

Video tersebut dipublikasikannya ke akun Facebooknya pada Rabu (20/4/2022) pagi.

Saat ini ia berlindung di pabrik Azovstal yang terkepung.

Sebuah pabrik besar dengan terowongan bawah tanah di mana para pembela Ukraina ditembaki oleh para pejuang Rusia.

Mengutip dari The Guardian, Volyna mengatakan musuh yang menyerbu mereka lebih banyak.

Dikatakannya, perbandingan jumlah pasukan Ukraina dan Rusia seperti satu banding 10.

Baca: Vladimir Putin Siap Pidanakan Ribuan Tentara Bayaran yang Bantu Ukraina Lawan Tentara Militer Rusia

"Kita mungkin menghadapi hari-hari terakhir kita, jika bukan berjam-jam. Musuh melebihi jumlah kita 10 banding satu, ujarnya.

Dia membuat permohonan yang berapi-api kepada para pemimpin dunia, terutama Presiden AS Joe Biden, untuk melakukan “ekstraksi”.

Di mana negara ketiga akan menjamin keamanan pasukan dan warga sipil yang meninggalkan Mariupol.

“Kami menghimbau dan memohon kepada semua pemimpin dunia untuk membantu kami,” kata Volya dalam video tersebut.

“Kami meminta mereka untuk menggunakan prosedur ekstraksi dan membawa kami ke wilayah negara pihak ketiga.” lanjutnya.

Pasukan Rusia diyakini secara bertahap mendorong jalan mereka ke kota sementara para pembela Ukraina bersembunyi di pabrik Azovstal.

Baca: Bala Bantuan Semakin Banyak, Zelenskky Setuju Belanda Kirim Kendaraan Berlapis Baja ke Ukraina

Volyna mengatakan Rusia memiliki “keuntungan di udara, dalam artileri, jumlah pasukan di darat, peralatan, dan tank”.

Akan tetapi pasukannya hanya mempertahankan satu objek yaitu pabrik Azovstal.

“Kami hanya mempertahankan satu objek – pabrik Azovstal – di mana selain personel militer, ada juga warga sipil yang menjadi korban perang ini,” tambahnya. (Tribun-Video.com/TheGuardian)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di The Guardian dengan judul Facing our last days, if not hours', Ukrainian commander in Mariupol pleads

# TRIBUNNEWS UPDATE # Ukraina # Mariupol # Rusia # perang # Invasi

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: sara dita
Sumber: Tribun Video

Tags
   #TRIBUNNEWS UPDATE   #Ukraina   #Mariupol   #Rusia   #perang   #Invasi

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved