TRIBUNNEWS UPDATE
Pasukan Rusia Gempur Kota Kharkiv selama 4 Hari, Ukraina Klaim 18 Warga Sipil Tewas dan 100 Terluka
TRIBUN-VIDEO.COM - Ukraina mengatakan bahwa pasukan Rusia telah menyerang Kota Kharkiv selama empat hari.
Pada Minggu (17/4) kemarin, dilaporkan sebanyak 18 warga sipil tewas dan 100 lainnya terluka.
Klaim tersebut disampaikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu malam waktu setempat.
Baca: Ukraina Tidak Akan Lepaskan Kedaulatannya kepada Rusia, Zelensky Siap Lawan Moskow hingga 10 Tahun
Zelensky mengatakan, ada lima orang yang tewas dan 20 lainnya terluka saat rudal menghantam pusat Kharkiv dan pinggiran Saltivka.
Sementara jumlah korban lainnya terus berjatuhan seiring meningkatnya intensitas serangan.
Meski begitu, Reuters belum bisa memverifikasi secara independen jumlah korban akibat serangan Rusia.
Dalam pidatonya, Presiden Zelensky mengatakan bahwa Rusia terus menerus membombardir Kota Kharkiv.
Menurutnya, serangan ini memang sengaja ditargetkan untuk membunuh warga sipil.
Pasalnya, baik artileri maupun mortir terus berdatangan di permukiman warga.
"Ini tidak lain adalah teror yang disengaja: mortir, artileri terhadap pemukiman biasa, terhadap warga sipil biasa," kata Zelensky.
Baca: Jenderal Rusia yang Dikabarkan Tewas saat Bertempur di Ukraina Bertambah Lagi, Ini Sosoknya
Sementara itu, gubernur regional Oleh Synyehubov mengatakan, angkatan bersenjata Ukraina telah berhasil menyerang balik di wilayah Kharkiv.
Pasukan Ukraina juga berhasil merebut kembali dua desa secara penuh dan beberapa desa secara parsial.
Di sisi lain, batas waktu ultimatum Rusia agar pasukan Ukraina yang tersisa di Mariupol segera menyerah telah berakhir.
Angkatan Bersenjata Rusia mengeluarkan ultimatum pada Sabtu (16/4) yang mendesak lawan mereka untuk meletakkan senjata pada Minggu pagi waktu Moskwa.
Beberapa jam setelah tenggat waktu berlalu, tidak ada tanda-tanda pasukan Ukraina di Mariupol.
Rupanya mereka bersembunyi di pabrik baja Azovstal dan meletakkan senjatanya.
Baca: Hari ke-54 Invasi: Ukraina Mulai Proses Gabung dengan Uni Eropa hingga Mariupol Tolak untuk Menyerah
Meski begitu, Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengatakan bahwa pasukan Ukraina yang tersisa di Mariupol masih berjuang. (Tribun-Video.com)
Baca juga berita terkait di sini
# TRIBUNNEWS UPDATE # Rusia # Ukraina # Kharkiv # perang # Volodymyr Zelensky
Reporter: Agung Tri Laksono
Sumber: Tribun Video
TRIBUNNEWS UPDTAE
IRGC Ancam Tindak Tegas Kapal Perang di Selat Hormuz di Tengah Negosiasi dan Ketegangan AS-Iran
6 hari lalu
Mancanegara
Ultimatum Iran! Tindak Tegas Kapal Perang di Selat Hormuz di Tengah Ketegangan AS-Iran
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Konflik Iran-AS: Negosiasi Damai Gagal Tercapai, Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
6 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Hasil Negosiasi AS dan Iran: Kesepakatan Damai Tak Berlangsung Gegara Syarat yang Diajukan
6 hari lalu
LIVE UPDATE
Trump Muncul di Ringside! Acara Publik Pertama Sejak Ketegangan Iran-Israel Memuncak
6 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.