Minggu, 19 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Pasukan Rusia Gempur Kota Kharkiv selama 4 Hari, Ukraina Klaim 18 Warga Sipil Tewas dan 100 Terluka

Senin, 18 April 2022 16:08 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Ukraina mengatakan bahwa pasukan Rusia telah menyerang Kota Kharkiv selama empat hari.

Pada Minggu (17/4) kemarin, dilaporkan sebanyak 18 warga sipil tewas dan 100 lainnya terluka.

Klaim tersebut disampaikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu malam waktu setempat.

Baca: Ukraina Tidak Akan Lepaskan Kedaulatannya kepada Rusia, Zelensky Siap Lawan Moskow hingga 10 Tahun

Zelensky mengatakan, ada lima orang yang tewas dan 20 lainnya terluka saat rudal menghantam pusat Kharkiv dan pinggiran Saltivka.

Sementara jumlah korban lainnya terus berjatuhan seiring meningkatnya intensitas serangan.

Meski begitu, Reuters belum bisa memverifikasi secara independen jumlah korban akibat serangan Rusia.

Dalam pidatonya, Presiden Zelensky mengatakan bahwa Rusia terus menerus membombardir Kota Kharkiv.

Menurutnya, serangan ini memang sengaja ditargetkan untuk membunuh warga sipil.

Pasalnya, baik artileri maupun mortir terus berdatangan di permukiman warga.

"Ini tidak lain adalah teror yang disengaja: mortir, artileri terhadap pemukiman biasa, terhadap warga sipil biasa," kata Zelensky.

Baca: Jenderal Rusia yang Dikabarkan Tewas saat Bertempur di Ukraina Bertambah Lagi, Ini Sosoknya

Sementara itu, gubernur regional Oleh Synyehubov mengatakan, angkatan bersenjata Ukraina telah berhasil menyerang balik di wilayah Kharkiv.

Pasukan Ukraina juga berhasil merebut kembali dua desa secara penuh dan beberapa desa secara parsial.

Di sisi lain, batas waktu ultimatum Rusia agar pasukan Ukraina yang tersisa di Mariupol segera menyerah telah berakhir.

Angkatan Bersenjata Rusia mengeluarkan ultimatum pada Sabtu (16/4) yang mendesak lawan mereka untuk meletakkan senjata pada Minggu pagi waktu Moskwa.

Beberapa jam setelah tenggat waktu berlalu, tidak ada tanda-tanda pasukan Ukraina di Mariupol.

Rupanya mereka bersembunyi di pabrik baja Azovstal dan meletakkan senjatanya.

Baca: Hari ke-54 Invasi: Ukraina Mulai Proses Gabung dengan Uni Eropa hingga Mariupol Tolak untuk Menyerah

Meski begitu, Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengatakan bahwa pasukan Ukraina yang tersisa di Mariupol masih berjuang. (Tribun-Video.com)

Baca juga berita terkait di sini

#  TRIBUNNEWS UPDATE # Rusia # Ukraina # Kharkiv # perang # Volodymyr Zelensky

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Agung Tri Laksono
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved