Konflik Rusia Vs Ukraina
Kapal Perang Perang Moskva Tenggelam di Laut Hitam, Disebut Dihantam oleh Dua Rudal Jelajah Neptunus
TRIBUN-VIDEO.COM - Kapal perang raksasa Moskva kebanggaan Armada Laut Hitam Rusia dikabarkan tenggelam.
Sejumlah kontroversi menyertai musnahnya kapal militer yang dikatakan meledak akibat rudal Ukraina.
Di sisi lain, pihak Ukraina dan Rusia memberikan pernyataan berbeda mengenai nasib sekitar 500 awak kapal tersebut.
Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Sabtu (16/4/2022), citra satelit radar dari Laut Hitam utara pada tiga hari lalu menunjukkan gambaran kapal perang Moskva era Soviet, yang menurut Ukraina dihantam oleh dua rudal jelajah Neptunus.
Kapal lain juga terlihat hadir, dengan laporan menunjukkan bahwa mereka adalah kapal penyelamat.
Naval News menemukan Moskva dalam citra satelit yang menggunakan radar aperture sintetis (SAR), yakni teknologi yang dapat 'melihat' melalui awan.
Satelit pengambil gambar itu melewati daerah yang dimaksud sekitar pukul 18:30 waktu setempat pada Rabu.
Baca: Invasi Masih Berlanjut, Zelensky Ungkap Perkiraan Waktu Kapan Perang dengan Rusia Akan Berakhir
Citra ini menunjukkan dengan tepat koordinat kapal yang cocok dengan kapal Rusia itu di posisi timur Pulau Ular di Laut Hitam, 80 mil laut dari Odesa dan 50 mil laut dari bentangan terdekat garis pantai Ukraina.
"Berdasarkan analisis oleh sejumlah orang, kami yakin bahwa ini menunjukkan jam-jam terakhir Moskva," kata Naval News dalam laporannya.
Disinggung juga klaim Ukraina yang menyerang kapal dengan dua rudal jelajah anti-kapal Neptunus itu sangat memungkinkan karena posisi Moskva berada dalam jangkauan.
Disebutkan juga bahwa posisi kapal perang besar itu sesuai dengan pola lokasi sebelumnya karena diposisikan di lepas pantai Ukraina pada 12 April.
Analisis citra satelit juga menemukan kapal lain di perairan sekitar Moskva, menunjukkan Rusia meluncurkan misi penyelamatan untuk menyelamatkan awak kapal.
Namun, Rusia tidak menyebutkan serangan Ukraina dan mengklaim kapal itu tenggelam oleh kebakaran yang mengakibatkan amunisi meledak.
Sementara Rusia belum merilis informasi tentang korbannya, Kyiv mengklaim bahwa semua awak tewas dalam serangan terhadap kapal tersebut.
Dilaporkan bahwa misi penyelamatan Kremlin gagal karena cuaca badai pada saat itu.
Baca: Penyataan Joe Biden Sebut Rusia Lakukan Genosida, Tak Sesuai dengan Data Intelijen CIA
Kabar ini didukung informasi dari Ilya Ponomarev, seorang politisi yang diasingkan dari Rusia karena menentang pencaplokan Krimea oleh Putin pada tahun 2014.
Ia mengatakan hanya 58 dari 510 awak kapal Moskva yang selamat.
Ini berarti ada kemungkinan bahwa 452 orang tewas bersama kapal tersebut.
Angka tersebut, meski belum dikonfirmasi, konsisten dengan kerugian yang mungkin diderita kapal perang serupa jika meledak.
Rusia mengklaim semua pelaut Moskva berhasil dievakuasi, tetapi video yang diambil di Sevastopol semalam menunjukkan lusinan mobil yang konon milik para pelaut masih diparkir di pelabuhan.
Video tersebut menjadi bukti bahwa para pelaut Rusia belum juga kembali untuk mengambilnya.
Desas-desus juga mulai beredar di media Ukraina bahwa Laksamana Igor Osipov, komandan armada Laut Hitam Rusia, telah ditangkap.
Anton Gerashchenko, seorang penasihat Kementerian Dalam Negeri Kyiv, mengklaim bahwa ledakan itu begitu kuat sehingga kapal Armada Laut Hitam tenggelam dalam hitungan menit.
Dia mengaku telah mendengar ini dari sumber di Sevastopol, markas Armada Laut Hitam Rusia.
'Rupanya, akibat kebakaran itu, hulu ledak rudal jelajah P-1000 besar Vulkan, meledak. Dan ada 16 dari senjata itu di atas kapal penjelajah (Moskva)," kata Gerashchenko.
Baca: Rusia Bakal Terapkan Harga Teman ke Negara Sahabat, Imbas Dari AS dan Sekutu Beri Sanksi Ekonomi
"Akibatnya semua awak kapal penjelajah Moskva meninggal. Termasuk kapten kapal, Anton Kuprin."
"Kepemimpinan Armada Laut Hitam Federasi Rusia telah sengaja menyembunyikan kebenaran dari kerabat dan teman-teman dari anggota kru."
Sementara itu, sebuha video memperlihatkan terakhir kalinya kapal Moskva terlihat di perairan.
Video itu menunjukkan kapal Moskva saat meninggalkan pelabuhan Sevastopol pada Minggu (10/4/2022).
Lihat penampakan terakhir kapal Moskva pada video berikut:
Rusia Klaim 500 Awak Kapal Selamat
Kepala angkatan laut Rusia, Laksamana Nikolai Yevmenov, telah bertemu dengan anggota awak dari kapal penjelajah rudal Moskva yang tenggelam.
Kementerian pertahanan pada hari Sabtu (16/4/2022), mengatakan mereka akan terus bertugas di angkatan laut.
Rusia juga mengklaim bahwa ratusan awak di kapal tersebut telah berhasil diselamatkan.
Dilansir TribunWow.com dari Reuters, Minggu (17/4/2022), Rusia mengatakan pada hari Kamis bahwa Moskva tenggelam setelah terbakar akibat ledakan amunisi.
Namun, Ukraina mengatakan telah menghancurkan kapal unggulan armada Laut Hitam Rusia itu, dengan rudal.
Kementerian pertahanan Rusia merilis video 26 detik yang menunjukkan Yevmenov dan dua perwira lainnya berdiri di luar ruangan di depan sekitar 100 pelaut.
Meski begitu, pihak kementerian Rusia tidak mengatakan kapan pertemuan itu berlangsung.
"Laksamana memberi tahu awak kapal penjelajah bahwa perwira, taruna, dan pelaut akan terus bertugas di Angkatan Laut," bunyi saluran Telegram departemen Pertahan tersebut dilansir RIA Novosti, Sabtu (16/4/2022).
Kementerian Pertahanan mencatat bahwa tradisi kapal penjelajah rudal penjaga Moskva akan dilestarikan dan dilanjutkan, seperti yang selalu menjadi kebiasaan di Angkatan Laut.
Baca: Taktik Putin Wajibkan Bayar Gas Rusia Pakai Rubel, Diprediksi Bisa Hancurkan Dolar AS & Inflasi
"Wajib militer sesuai dengan hukum akan diberhentikan dari Mei hingga Juli dan akan dibekali registrasi militer," tambah Yevmenov dalam sebuah video yang diterbitkan oleh saluran TV Zvezda.
Pada Kamis malam, Kementerian Pertahanan mengumumkan bahwa kapal penjelajah Moskva tenggelam.
Kapal yang sebelumnya terbakar karena ledakan amunisi itu, tenggelam akibat badai saat sedang ditarik ke pelabuhan.
Para kru dievakuasi ke kapal Armada Laut Hitam lain yang terletak di area yang sama.
Rusia mengatakan semua dari 500 awak diselamatkan setelah ledakan pada Rabu malam.
Sementara, pejabat Ukraina mengatakan beberapa dari mereka yang berada di dalam kapal tewas tetapi tidak memberikan bukti atas klaim tersebut.
Diketahui, kapal penjelajah Moskva adalah kapal utama Proyek 1164 Atlant.
Kapal itu dibuat pada tahun 1982 di pabrik 61 Communards di Nikolaev dan dinamai dengan nama 'Slava'.
Setelah penonaktifan proyek 1123 kapal penjelajah anti-kapal selam Moskva, kapal perang itu mewarisi namanya dan menjadi unggulan Armada Laut Hitam.
Kapal perang Moskva memiliki berat 11.490 ton, panjang 186 meter, kecepatan 32 knot, otonomi 30 hari, awak 500 orang.
Moskva dipersenjatai dengan 16 peluncur rudal jelajah Vulkan, sistem artileri AK-130, torpedo 533 mm, sistem rudal pertahanan udara Fort, dan helikopter Ka-27.
Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Potret Detik-detik Terakhir Armada Perang Moskva, Muncul Bukti 500 Awak Kapal Rusia Tewas
# Konflik Rusia Vs Ukraina # Volodymyr Zelensky # rusia ukraina perang # perang # rusia ukraina kenapa # Vladimir Putin
Video Production: Tia Kristiena
Sumber: TribunWow.com
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: Putin Bocorkan Rahasia Iran soal Nuklir, Mojtaba Bangkit Susun Strategi
5 jam lalu
Mancanegara
2 SEKUTU AS DI NATO LAWAN BLOKADE di Selat Hormuz, Kerahkan 2 Kapal Perang Canggih
6 jam lalu
Tribunnews Update
Putin Bocorkan Rahasia soal Iran di Tengah Ketegangan Teheran Vs AS, Singgung soal Program Nuklir
8 jam lalu
Internasional
Inggris-Prancis Kirim Kapal Perang ke Timur Tengah, Siap Amankan Selat Hormuz
9 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.