Senin, 20 April 2026

Terkini Nasional

Pemerintah Pastikan Stok BBM dan LPG Jelang Lebaran 2022 Dinyatakan Aman, Cukup untuk 20 Hari

Sabtu, 16 April 2022 11:54 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian ESDM memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG untuk kebutuhan masyarakat jelang Lebaran dalam kondisi aman.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Rusia - Ukraina telah membebani APBN, baik untuk subsidi dan kompensasi BBM maupun LPG serta juga membebani badan usaha.

"Asumsi ICP dalam APBN 2022 sebesar 63 dolar AS per barel, sekarang sudah kisaran 100 dolar AS per barel. Padahal kebutuhan APBN sangat urgent untuk pemulihan ekonomi nasional termasuk perlindungan kepada masyarakat kurang mampu," kata Agung, Jumat (15/4/2022).

Untuk jangka pendek, kata Agung, fokus pemerintah menjamin tersedianya pasokan BBM dan LPG yang memadai bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Baca: Mafia BBM Solar Bersubsidi di Manokwari Berhasil Dibekuk Polda Papua Barat

Kebutuhan BBM dan LPG periode Ramadan dan Idul Fitri dipastikan tetap aman dengan stok di atas 20 hari.

"Pemerintah juga terus mengimbau agar masyarakat mampu tidak menggunakan BBM & LPG subsidi, mengingat peruntukannya adalah bagi masyarakat yang membutuhkan. Subsidi BBM dan LPG harus tepat sasaran, pengawasan pendistribusian BBM dan LPG bersubsidi akan kita intensifkan," tutur Agung.

Ia menyebut, pemerintah memahami kondisi sulit yang dihadapi masyarakat saat ini, dan pemerintah memperhatikan hal ini dengan mengambil kebijakan terbaik untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Untuk saat ini, dalam jangka pendek kami hanya fokus pada menjamin pasokan BBM dan LPG tetap terjaga, pengawasan juga terus dilakukan," katanya.

"Kita minta pengertian, jangan gunakan BBM dan LPG subsidi yang bukan haknya. Kita ingin anggaran subsidi bisa benar-benar dipakai untuk menumbuhkan perekonomian," sambung Agung.

PT Pertamina (Persero) siap merespon adanya perkiraan lonjakan jumlah pemudik yang terjadi pada periode Ramadhan hingga Idul Fitri di tahun ini.

Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Mulyono mengatakan, berdasarkan prediksi pemerintah terdapat sekiranya 85,5 juta pemudik dan 33 juta mobil yang akan bergerak di seluruh Indonesia selama arus mudik Lebaran 2022.

Pertamina menyatakan siap mengantisipasi dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) dan siap mengamankan pasokan dan distribusi BBM dan LPG selama arus mudik Lebaran tahun 2022. Satgas ini efektif sudah berjalan sejak tanggal 11 April 2022 hingga 10 Mei 2022.

Baca: Pertamina Pastikan Stok BBM Wilayah Jatimbalinus akan Aman sampai Lebaran 2022

“Seluruh pekerja Subholding Pertamina mulai dari Upstream, Pengolahan, Perkapalan, Pemasaran Hingga Gas bekerja bersama untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik,” ungkap Mulyono.

“Satgas RAFI akan bekerja 24 jam untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik. Seluruh infrastruktur distribusi energi sudah siap mengamankan pasokan BBM dan LPG," lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Subholding Commercial & Trading (C&T), Alfian Nasution menyampaikan bahwa secara umum stock dan penyaluran BBM dan LPG Pertamina saat ini dalam kondisi aman dan berjalan lancar.

Pertamina menyiapkan tambahan stock sesuai dari perhitungan proyeksi rata-rata konsumsi untuk masing-masing produk.

“Produk gasoline (bensin) di masa satgas tahun 2022 diperkirakan meningkat 11 persen dari tahun 2021, yaitu dari 90 ribu kilo liter (KL) per hari menjadi 100 ribu KL per hari, untuk produk Gasoil dimasa satgas 2022 ini meningkat 24 persen menjadi 44 ribu KL per hari, dibandingkan satgas tahun lalu 36 ribu KL per hari," ungkap Alfian.

Alfian juga menambahkan, puncak kenaikan konsumsi gasoline ada pada H-1, dan H+1 (arus mudik) dan saat arus balik H+5.

Sedangkan produk diesel, akan terjadi penurunan karena pembatasan truk besar pada H-4 sampai dengan H-1 (saat arus mudik) dan saat H+5 sampai dengan H+7 saat arus balik, sehingga mengakibatkan adanya penurunan demand gas oil.

“Untuk produk LPG baik PSO (public service obligation) dan Non PSO ada kenaikan 3 persen dari satgas 2021, yaitu dari 25 ribu metric ton per hari menjadi 27 ribu metrik ton per hari. Khusus LPG PSO, estimasi satgas 2022 ada peningkatan 6 persen dari satgas 2021,” pungkas Alfian. (Tribun Network/ism/sen/wly)



Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cukup untuk 20 Hari, Stok BBM dan LPG Jelang Lebaran Dinyatakan Aman
# Stok BBM # Kebutuhan BBM dan LPG # stok LPG # Lebaran 2022

Editor: Unzila AlifitriNabila
Video Production: Puput Wulansari
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved