TRIBUNNEWS UPDATE
Didesak Mundur seusai Sri Lanka Gagal Bayar Utang, PM Mahinda Minta Rakyat Bersabar
TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah Sri Lanka mengumumkan akan menangguhkan sementara pembayaran utang luar negeri senilai 51 miliar dollar atau Rp 732 triliun.
Kondisi ini dipicu tersedotnya cadangan devisa negara untuk impor barang yang dibutuhkan.
Perdana Menteri Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa juga meminta rakyatnya untuk bersabar menghadapi krisis ekonomi yang mencekik.
Dikutip dari Aljazeera, pengumuman ini disampaikan pada Selasa (12/4) lalu.
Gubernur P Nandalal Weerasinghe mengungkapkan, bahwa tindakan terbaik yang diambil adalah merestrukturasi utang dan menghindari default.
“Sudah sampai pada titik bahwa melakukan pembayaran utang itu menantang dan tidak mungkin. Tindakan terbaik yang dapat diambil adalah merestrukturisasi utang dan menghindari default yang sulit," kata Gubernur P Nandalal Weerasinghe kepada wartawan, Selasa.
Lebih lanjut, untuk menghadapi krisis moneter yang terjadi, Sri Lanka akan berbicara dengan IMF terkait pinjaman.
Baca: Dilanda Krisis Ekonomi, Sri Lanka Tetap Bantu Warga Ukraina, Beri Penginapan hingga Makanan Gratis
Sri Lanka mengharapkan dana senilai 3 miliar dollar AS untuk mendukung neraca pembayaran selama tiga tahun ke depan.
Saat ini Sri Lanka hanya memiliki cadangan devisa sebesar $1,93 miliar pada akhir Maret dengan pembayaran utang luar negeri sekitar $4 miliar yang jatuh tempo tahun ini.
Hal ini termasuk obligasi negara internasional senilai $1 miliar yang jatuh tempo pada Juli.
Negara berpenduduk 22 juta orang itu mengalami kekurangan makanan, obat-obatan hingga krisis listrik.
Sri Lanka telah meminta keringanan utang dari India dan China, namun kedua negara malah menawarkan lebih banyak jalur kredit untuk membeli komoditas mereka.
Krisis yang terjadi membuat masyarakat melancarkan protesnya ke jalan menuntut Presiden Gotabaya Rajapaksa dan saudaranya, Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa untuk mundur.
Menanggapi permintaan pemrotes, PM Mahinda menyatakan siap untuk memulai pembicaraan.
“Jika pengunjuk rasa siap untuk membahas proposal mereka untuk menyelesaikan tantangan yang saat ini dihadapi bangsa, maka perdana menteri siap mengundang perwakilan mereka untuk berunding,” kata kantor tersebut.
Meski begitu, tawaran ini ditolak oleh para pengunjuk rasa.
Dalam pidatonya, Mahinda menjelaskan bahwa pihaknya membutuhkan waktu lebih banyak untuk membawa Sri Lanka keluar dari jurang krisis.
Untuk itu Mahinda meminta para demonstran untuk bersabar menghadapi krisis ini.(Tribun-Video.com)
https://www.aljazeera.com/economy/2022/4/12/sri-lanka-to-suspend-foreign-debt-payments
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribun Video
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: Araghchi Kutuk Zionis! Ingatkan Dampak Bom Bushehr & Siap Hadapi 'Neraka'
Minggu, 5 April 2026
Tribunnews Update
Viral Video Aksi Pelatih MMA Belda Piting Bule Rusia Mabuk yang Lecehkan Perempuan di Bali
Minggu, 5 April 2026
Tribunnews Update
Netanyahu Sesumbar 70 Persen Produksi Baja Iran Hancur Diserang, Ancam Bakal Terus Bombardir
Minggu, 5 April 2026
Tribunnews Update
AS Disebut Takut Teknologi Jatuh ke Tangan Musuh, Terpaksa Hancurkan Pesawat Sendiri di Wilayah Iran
Minggu, 5 April 2026
Tribunnews Update
Beda Klaim, Iran Akui Gagalkan Misi Penyelamatan AS di Isfahan, Washington Sebut Operasi Berhasil
Minggu, 5 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.