Kamis, 9 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rangkuman Invasi Rusia Hari Ke 48, Hacker Rusia Targetkan Perusahaan Listrik Ukraina

Rabu, 13 April 2022 09:39 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Invasi Rusia ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2022 masih berlangsung hingga hari ini, Selasa (12/4/2022).

Memasuki hari ke-48, Rusia dituduh melakukan ribuan kejahatan perang.

Jaksa Agung Ukraina mengatakan kantornya sedang menyelidiki lebih dari 5.800 kasus yang menuduh Rusia melakukan kejahatan perang.

Di sisi lain, seorang pejabat senior pertahanan Amerika Serikat (AS) mengatakan Rusia berusaha memasok dan memperkuat pasukannya di Ukraina timur.

Sebagai bukti, lanjut pejabat itu, Rusia melakukan konvoi kendaraan yang mendekati Kota Izyum dari utara.

Lebih lengkap, berikut ini rangkuman invasi Rusia ke Ukraina pada hari ke-48, yang dilaporkan CNN hingga pukul 16.30 waktu Kyiv.

Australia akan Selidiki Laporan Penggunaan Senjata Kimia di Ukraina

Baca: Vladimir Putin Akui Perundingan Damai Rusia-Ukraina Berakhir Buntu, Beri Sinyal Perkuat Serangan

Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne menyebut laporan tentang kemungkinan serangan yang melibatkan bahan kimia di Ukraina sangat memprihatinkan.

Payne mengatakan Australia akan bekerja dengan rekan-rekannya untuk memverifikasi laporan tersebut.

"Laporan pasukan Rusia mungkin telah mengerahkan agen kimia di Mariupol sangat memprihatinkan."

"Australia bekerja dengan mitra untuk memverifikasi laporan ini." Setiap penggunaan senjata kimia akan menjadi pelanggaran besar lebih lanjut terhadap hukum internasional," tweet Payne pada Selasa (12/4/2022).

Hacker Rusia Targetkan Perusahaan Listrik Ukraina

Sebuah kelompok peretas (hacker) yang terkait dengan militer Rusia telah berusaha untuk menyusup ke gardu listrik Ukraina dan menyebarkan kode berbahaya yang mampu memutus aliran listrik, kata pejabat pemerintah Ukraina dan penyelidik swasta, Selasa.

Serangan siber tampaknya telah digagalkan, dan Tim Tanggap Darurat Komputer pemerintah Ukraina mengatakan telah mencegah niat jahat para hacker.

Upaya peretasan tidak mempengaruhi penyediaan listrik di perusahaan listrik, kata Victor Zhora, seorang pejabat senior keamanan siber Ukraina.

Beberapa Orang Mariupol Terkena Zat Beracun

Komandan unit Ukraina yang membela Kota Mariupol, Denys Prokopenko mengatakan beberapa orang telah terkena zat beracun yang tidak diketahui asalnya di tengah laporan dugaan serangan kimia Rusia.

Prokopenko mengatakan pasukannya tidak mungkin untuk menyelidiki tempat itu sepenuhnya karena penembakan Rusia.

Baca: Mitsubishi Motors Hentikan Produksi serta Penjualan Mobil di Rusia, karena Kendala Logistik

"Kontak warga sipil dengan bahan itu minimal, karena pusatnya berada pada jarak tertentu dari lokasi warga sipil. Militer sedikit lebih dekat," kata Prokopenko.

Serangan Kimia

Setelah laporan muncul pada hari Senin tentang kemungkinan serangan yang melibatkan zat kimia dari beberapa jenis di Mariupol, Zelensky memperingatkan kemungkinan itu harus ditanggapi dengan serius, meskipun seorang pejabat Mariupol mengatakan serangan semacam itu masih belum dikonfirmasi.

Negara-negara lain seperti Inggris mengatakan mereka bekerja untuk memverifikasi rincian lebih lanjut.

Sementara itu CNN tidak dapat memverifikasi secara independen bahwa telah terjadi serangan kimia di Kota Mariupol.

Baca juga artikel lain terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

(Tribunnews.com/Ca)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rangkuman Invasi Hari ke-48: Rusia Dituduh Lakukan 5.800 Kejahatan Perang, Serangan Kimia di Ukraina

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Khoerunnisak
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #konflik   #Rusia   #Ukraina   #Hacker

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved