Rabu, 22 April 2026

HOT TOPIC

Kolonel Priyanto Singgung Pengalaman Pernah Bom 1 Rumah Tanpa Ketahuan, Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 April 2022 13:06 WIB
Tribun Jabar

TRIBUN-VIDEO.COM - Kolonel Priyanto, terdakwa kasus tabrak lari dua sejoli di Nagreg, Jawa Barat sempat menyinggung pemboman sebuah rumah tanpa ketahuan.

Hal tersebut dilontarkannya ketika memerintahkan anak buahnya membuang korban ke sungai.

Ia juga mengaku pernah terjun dalam operasi di Timor-Timur.

Dalam persidangan hari Kamis (7/4/2022) Hakim anggota Kolonel Chk Surjadi Syamsir meminta penjelasan Priyanto terkait bom yang sempat disinggungnya.

Priyanto mengaku pernah dua kali terjun dalam operasi di Timor-Timur selama berkarier di militer.

Tepatnya pada tahun 1996 dan 1998.

Baca: Begini Penyesalan Priyanto Terdakwa Kasus Tabrak Sejoli di Nagreg, Sebut Ada Setan Masuk Kepalanya

Priyanto sempat ditanya Surjadi perihal kata-katanya kepada Kopda Andreas Dwi Atmoko setelah mereka menabrak Handi Saputra dan Salsabila di Nagreg Jawa Barat pada 8 Desember 2021.

Di persidangan sebelumnya terungkap Priyanto sempat mengatakan kepada Andreas bahwa ia pernah mengebom satu rumah tanpa ketahuan.

Hal tersebut diketahui dikatakan Priyanto untuk menenangkan Andreas yang terus merengek dan panik setelah ia melontarkan niat untuk membuang Handi dan Salsabila ke sungai.

Priyanto kemudian mengakui dirinya pernah mengebom satu rumah saat melakukan operasi militer di Timor Timur tersebut.

"Pada saat itu kan Timor-Timur merdeka lahir, pada saat kita embarkasi untuk pulang," jawab Priyanto kepada Surjadi.

Namun ia tidak mengetahui apakah ada orang dalam rumah tersebut atau tidak saat dibom.

Pertanyaan terkait pengalaman Priyanto dalam operasi militer tersebut juga digali oleh Oditur Militer Tinggi II Jakarta Kolonel Sus Wirdel Boy dalam kaitannya kemampuan Priyanto mengidentifikasi hidup atau tidaknya manusia.

Namun, Priyanto mengatakan pengalamannya selama operasi berbeda dengan kecelakaan yang dialaminya di Nagreg Jawa Barat tersebut.

Baca: Kolonel Priyanto Akui Buang Jasad Handi & Salsa ke Sungai Demi Anak Buah, Pelaku: Biar Dimakan Ikan

Adapun terkait alasannya membuang korban Handi Saputra dan Salsabila ke Sungai Serayu di Jawa Tengah, Priyanto mengaku niat membuang jenazah Handi dan Salsabila itu muncul untuk melindungi sopirnya, yakni Kopda Andreas Dwi Atmoko yang saat itu menabrak Handi dan Salsabila di Nagreg pada 8 Desember 2021.

Priyanto mengatakan dirinya memiliki hubungan emosional dengan Andreas karena selama ini Andreas telah menjaga anak-anaknya dan keluarganya.

"Ada niat ingin menolong dia, itu yang pertama. Kemudian panik. Kemudian Kopda Dwi Atmoko pada saat itu juga sama-sama panik. Kemudian dia bingung juga. Akhirnya saya ambil keputusan. Sudah, kita hilangkan. Maksud saya kita buang saja mayat ini. Dari situlah tercetus," kata Priyanto.(tribun-video.com/tribunjabar.com)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Kolonel Inf Priyanto Memang Ingin Handi dan Salsabila Tak Ditemukan, Singgung soal Mengebom Rumah

# Handi Saputra # Salsabila # Nagreg # Kolonel Priyanto

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: sara dita
Video Production: Sigit Setiawan
Sumber: Tribun Jabar

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved