Kamis, 23 April 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelensky Ngaku Ukraina Siap Gabung NATO, tetapi Kondisi Memaksa Merundingkan Jaminan Keamanan

Rabu, 6 April 2022 11:53 WIB
Kompas TV

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku pihaknya siap bergabung dengan NATO, bahkan mulai “besok”. Namun, karena NATO enggan menerima, Kiev terpaksa mencari jaminan keamanan melalui perundingan dengan Rusia.

Isu bergabungnya Ukraina ke NATO sendiri adalah salah satu dalih utama Vladimir Putin meluncurkan invasi besar-besaran.

Ukraina semakin getol ingin gabung ke NATO sejak Rusia menganeksasi Krimea dan menyokong kelompok separatis di Donetsk dan Luhansk pada 2014 silam.

Akan tetapi, NATO enggan menerima Ukraina. Alasannya, bergabungnya Ukraina dikhawatirkan bisa memicu perang besar yang melibatkan nuklir dengan Rusia.

Baca: Warga Borodianka Ukraina Ungkap Kekejaman Tentara Rusia: Lakukan Penjarahan hingga Pembunuhan

Zelensky mengaku pihaknya masih berkehendak gabung NATO dan “menentang syarat Rusia.” Namun, mengingat keengganan NATO dan proses negosiasi yang berlangsung, keinginan itu berkemungkinan besar tak akan terwujud.

Zelensky mengaku mengungkapkan hal ini karena Ukraina “sudah kehilangan terlalu banyak nyawa” untuk takut “mengungkapkan apa yang kami pikirkan.”

“Untuk bergabung dengan NATO, kami siap gabung NATO besok, menentang syarat-syarat Rusia. Kami tidak menyembunyikan apa pun,” kata Zelensky, Selasa (5/4/2022), dikutip Associated Press.

“Saya telah membicarakan ini dengan Sekretaris Jenderal NATO, dengan para pemimpin negara (NATO) tentang syarat-syarat konkret untuk Ukraina agar bisa gabung NATO. Jika besok kami ditawari bergabung dengan NATO, tidak bermain-main tetapi serius, kami akan bergabung.”

Baca: Rekaman Video Detik-detik Tentara Rusia Gelar Bazar Khusus, Jual Barang Jarahan dari Warga Ukraina

“Namun sayangnya, itu tidak akan terjadi. Dan itu tidak terjadi, sayang sekali. Itulah mengapa kami mesti membangun jaminan keamanan sendiri, sesuatu yang bisa melindungi kami, melindungi nyawa kami. Kami bisa melindungi diri sendiri, terima kasih banyak,” lanjut Zelensky.

Setelah berkali-kali perundingan, Ukraina dilaporkan telah sepakat meninggalkan ambisi gabung NATO dan menjadi negara netral, tidak bergabung ke blok militer mana pun.

Pernyataan “jujur” Zelensky ini diucapkan usai temuan pembantaian di pinggiran Kiev yang diduga dilakukan pasukan Rusia. Otoritas Ukraina menyebut setidaknya 410 jasad warga sipil ditemukan di kota-kota sekitar Kiev usai pasukan Rusia mundur.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas TV dengan judul Zelensky: Ukraina Siap Gabung NATO Besok, tetapi Kondisi Memaksa Kami Rundingkan Jaminan Keamanan

# Update Invasi Rusia # Gabung NATO # Volodymyr Zelensky # Konflik Rusia Vs Ukraina

Editor: Danang Risdinato
Video Production: Restu Riyawan
Sumber: Kompas TV

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved