Minggu, 12 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Imbas Krisis Ekonomi Parah di Sri Lanka, 26 Menteri Ramai-ramai Mengundurkan Diri

Senin, 4 April 2022 13:56 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Sebanyak 26 menteri atau seluruh kabinet Sri Lanka memilih mundur dari jabatannya secara bersamaan akibat krisis ekonomi yang meningkat.

Krisis ekonomi ini juga membuat warga Sri Lanka turun ke jalan meneriakkan protes mereka.

Diketahui Sri Lanka saat ini mengalami rekor inflasi terparah sejak merdeka ditambah pemadaman listrik berjam-jam.

Dikutip dari The Guardian, para menteri di Sri Lanka mengundurkan diri pada Minggu (3/4).

Saat ini kabinet hanya tersisa Presiden Gotabaya Rajapaksa dan sang kakak, Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa.

Kondisi ini membuat Gotabaya Rajapaksa diminta untuk segera membentuk kabinet baru pada Senin (4/4).

Sri Lanka saat ini tengah menghadapi krisis ekonomi terparah sejak merdeka pada 1948.

Baca: Kuli Bangunan di Sri Lanka Tak Sengaja Temukan Batu Safir Senilai Rp1,4 T saat Gali Sumur

Baca: Enam Gol Malaysia atas Sri Lanka Jadi Motivasi Tim Harimau Malaya sebelum Bertemu Timnas Vietnam

Krisis tersebut disebabkan oleh kurangnya mata uang asing yang digunakan untuk membayar impor bahan bakar.

Hal ini ditambah pemadaman listrik selama setengah hari, kekurangan bahan pangan, obat-obatan, hingga bahan bakar.

Kondisi ini jelas memicu kemarahan publik Sri Lanka.

Situasi pelik ini jauh berbeda dengan janji politik Gotabaya saat maju sebagai presiden yang menjanjikan stabilitas dan ketegasan saat memerintah.

Sejumlah aparat bersenjata lengkap dikerahkan untuk menghentikan massa pemrotes.

Polisi juga menembakan gas air mata untuk membubarkan mahasiswa di pusat Kota Peradeniya.

(Tribun-Video.com)

# krisis ekonomi # Sri Lanka # Gotabaya Rajapaksa

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Video Production: Dharma Aji Yudhaningrat
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved