Konflik Rusia Vs Ukraina
Evakuasi Warga Sipil di Mariupol Terus Berlanjut, Turki Sediakan Kapalnya untuk Bantu Ukraina
TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar mengaku siap menyediakan kapal untuk mengevakuasi warga sipil yang terluka dari Mariupol, Ukraina.
Pernyataan tersebut dikonfirmasi pada Minggu (3/4/2022) pasca pasukan militer Rusia mulai mundur dari kota-kota besar di Ukraina.
Diketahui, Hulusi Akar akan menekankan gencatan senjata sesegera mungkin dan pengoperasian koridor evakuasi yang aman.
Dikutip dari Tribunnews.com pada Minggu (3/4/2022), Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar membenarkan hal tersebut.
Ia mengatakan, dalam hal ini koordinasi pihaknya dengan otoritas Federasi Rusia dan Ukraina terus berlanjut.
Baca: Pasukan Ukraina Berhasil Rebut Kembali Semua Daerah di Kyiv, Rusia Tak Beri Komentar
Baca: Sosok-sosok Telinga Putin Pemberi Info soal Invasi ke Ukraina, Buat Pasukan Rusia Mundur dari Kyiv
"Kami dapat menyediakan kapal, terutama untuk evakuasi warga sipil dan yang terluka, warga Turki dan warga Mariupol lainnya. Dalam konteks ini, koordinasi kami dengan otoritas Federasi Rusia dan Ukraina terus berlanjut," kata Akar.
Dia menyampaikan, bantuan kemanusiaan terus ia kirimkan kepada rakyat Ukraina.
Selain itu, Turki juga memberikan dukungan evakuasi, dukungannya untuk rakyat Ukraina akan terus berlanjut.
"Kami terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Ukraina. Turki juga memberikan dukungan evakuasi, dukungan kami untuk rakyat Ukraina akan terus berlanjut," tegas Akar.
Akar kemudian menekankan bahwa Turki juga mengambil langkah untuk menghilangkan ancaman ranjau yang diyakini memasuki wilayah Laut Hitam.
Baca: Dinas Keamanan Ukraina Berhasil Sadap Telepon Tentara Rusia, Ungkap Fakta soal Makanan Para Prajurit
Hal itu dilakukan dengan menarik pesawat dan kapal patroli, serta kapal penyapu ranjau.
Sebelumnya pada 31 Maret lalu, Komandan Resime, Azov Denys Prokopenko menyatakan bahwa operasi militer untuk membuka blokir Mariupol dari pengepungan Rusia adalah hal yang 'realistis dan mungkin'.
Perlu diketahui, agresi Rusia di Mariupol menyebabkan sebuah bencana kemanusiaan terbesar.
Diketahui, pasukan Rusia diklaim telah membom penduduk yang tidak bersenjata dan memblokir bantuan kemanusiaan yang masuk.
Menurut Wali Kota Mariupol, Vadym Boychenko, pada 27 Maret lalu, korban tewas warga sipil di kota itu mencapai sekitar 5.000 orang.
Baca: Ukraina Hanya Bungkam soal Serangan Rudal ke Depot Minyak di Belgorod Rusia oleh 2 Helikopter Mi-28
Dilaporkan, jumlah tersebut termasuk diantaranya hampir 210 anak-anak.
Diblokir oleh pasukan Rusia, sekitar 160.000 warga sipil saat ini diduga tetap berada di Mariupol dan tengah meminta bantuan.
Dijelaskan olehnya, Mariupol kini telah diubah menjadi reruntuhan besar oleh pasukan Rusia hingga penduduknya mengalami kelaparan di jalanan.
Sedangkan bom Rusia mengubur hidup-hidup mereka yang bersembunyi di tempat penampungan.
Wakil Perdana Menteri dan Menteri Reintegrasi Wilayah Pendudukan Sementara Ukraina, Iryna Vereshchuk mengatakan bahwa pasukan Rusia hampir menghancurkan kota tersebut.
Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk mengevakuasi semua warga sipil di wilayah tersebut.
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Turki Siap Sediakan Kapal untuk Evakuasi Warga Sipil dari Mariupol
# Kota Mariupol # Warga Mariupol # evakuasi warga sipil # Turki
Reporter: Sandy Yuanita
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Siaga Perang AS-Iran, Turki Kerahkan Rudal Petir Yildirimhan Berbobot 3 Ton, Bisa Jangkau Daratan AS
1 hari lalu
SUPERSKOR
RESMI BERPISAH, Bulent Karslioglu tinggalkan Jakarta Pertamina Enduro setelah dua kali juara Proliga
Senin, 27 April 2026
Tribunnews Update
Edogan Peringatkan Krisis Global, Desak Reformasi Sistem Internasional & Perkuat Diplomasi Dunia
Senin, 20 April 2026
Tribunnews Update
Penembakan Sekolah di Turki Tewaskan 10 Orang Termasuk Pelaku, Gunakan Senjata Milik Ayahnya
Kamis, 16 April 2026
Tribunnews Update
Erdogan Kutuk Penembakan Sekolah Turki, Sejumlah Menteri Diutus untuk Menjenguk Para Korban
Kamis, 16 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.