Kamis, 23 April 2026

Puasa Asyik

PUASA ASYIK: Menjelajah Masjid Al Wustho Mangkunegaran yang Berusia 144 Tahun

Sabtu, 2 April 2022 22:02 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Alhamdullilah Puasa Asyik masih bisa menemani Tribunners semua.

Masih di Kota Solo, kita akan melihat Masjid milik Keraton Puro Mangkunegaran, Surakarta.

Masjid Al Wustho ini terletak di Jalan Kartini, Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Dalam setiap perencanaan tata kota di Jawa, masjid merupakan bangunan yang harus ada di samping keraton, alun-alun dan pasar.

Jika di Kasunanan ada Masjid Agung, di Mangkunegaran ada Masjid Al Wustho.

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VII merupakan sosok pendiri masjid ini pada tahun 1878 M.

Masjid Al Wustho merupakan salah satu masjid tertua di Kota Solo.

Kini usia bangunanya memasuki 144 tahun lho.

Awal berdiri, masjid yang kini dikenal dengan masjid negara yang lokasinya berada di wilayah Kauman, Pasar Legi.

Namun pada masa KGPAA Mangkunegara II (1796-1835) dipindahkan ke lokasi yang strategis yang dekat dengan Puro Mangkunegaran.

Sebagai masjid Puro Mangkunegaran, maka pengelolaannya dilakukan oleh para abdi dalem.

Sejak jaman penjajahan Belanda sampai beralih ke penjajahan Jepang, Masjid Al Wustho tetap sebagai masjid keraton.

Perubahan terjadi saat Indonesia merdeka, masjid ini kemudian diurus dan dipelihara oleh pemerintah melalui Departemen Agama atau kini Kementerian Agama.

Bangunan Masjid Al Wustho dikelilingi pagar tembok sertinggi 3 meter berbentuk lengkungan khas masjid.

Tembok pada gerbang utama terlukis kaligrafi kalimat syahadad.

Memasuki pelataran, kita akan disambut oleh Markis tiga.

Bangunan ini berupa gerbang dengan dinding di sebelah selatan, timur dan utara yang berbentuk lengkung kubah yang dihiasi kaligrafi Arab.

Keunikan arsitektur masjid Al Wustho terdapat pada gapura yang dihiasi dengan kaligrafi Arab.

Bangunan masjid Al Wustho berbentuk tiga joglo tingkat yang mengandung makna filosofis Iman, Islam dan Ihsan.

Setelah dipindah, masjid ini mengalami renovasi yang dilakukan oleh arsitek Belanda, Herman Thomas Karsten.

Secara keseluruhan luas masjid Al Wustho sekitar 4.200 meter persegi.

Di sebelah selatan masjid terdapat maligin, bangunan melingkar yang dulunya berfungsi sebagai ruang khitan masal.

Di sisi utara masjid terdapat menara setinggi 25 meter yang pada zaman dulu dimanfaatkan untuk adzan.

Bangunan utama digunakan untuk para jamaah beribadah shalat.

Arsitekturnya masih dipertahankan keasliannya meski sudah direnovasi.

Pilar-pilar penopang juga telah dipercantik dengan ukiran kata-kata mutiara ataupun hadis.

Dari bentuk arsitektur bangunan, hampir mirip dengan bentuk bangunan masjid-masjid Jawa lainnya seperti Masjid Agung Demak, Masjid Agung Keraton Yogyakarta, dan Masjid Agung Surakarta,

yang mengambil bentuk gaya arsitektur rumah Jawa dengan atap bangunan teras berbentuk limasan dan atap tumpang untuk bagian atap ruang utama, yang bersusun tiga.

Bagian atas jendela terdapat kaca yang bertuliskan nama-nama nabi.

Beberapa sudah diganti kaca biasa karena mengalami kerusakan.

Hingga kini Masjid Wustho merupakan tempat untuk mendukung kegiatan-kegiatan spiritual yang diselenggarakan Istana Mangkunegaran.

Pada saat kirab pusaka pada perayaan Tahun Baru Jawa di malam satu Sura pelantunan ayat-ayat suci Al Quran dilakukan di Masjid Al Wustho.

Masjid ini menjadi salah satu masjid tertua di Solo yang unik, karena banyaknya ukiran ayat suci Al Quran yang menghiasi beberapa bagian masjid, termasuk gapura pintu-pintu dan jendela.

Sekian dulu perjalanan Sara di Majid Al Wustho.

Nantikan Puasa Asyik berikutnya ya..

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.(*)

# puasa asyik # Mangkunegaran # Surakarta

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: sara dita
Videografer: Bintang Nur Rahman
Video Production: Muhammad Askarullah
Sumber: Tribun Video

Tags
   #puasa asyik   #Mangkunegaran   #Surakarta

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved