Konflik Rusia Vs Ukraina
Aksi Boikot Vladimir Putin di Setiap Forum Internasional Disuarakan Dubes Ukraina, Ini Tujuannya
TRIBUN-VIDEO.COM - Aksi boikot Rusia dan Presiden Vladimir Putin disuarakan oleh Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin.
Diketahui, langkah konkret tersebut berupa penolakan terhadap keterlibatan Rusia dan kehadiran Vladimir Putin pada forum-forum internasional.
Hal itu dikonfirmasi pihaknya pada Selasa (30/3/2022) lalu.
Dikutip dari Kompas.com pada Rabu (30/3/2022), Duta Besar Ukraina, Vasyl Hamianin mengatakan jika langkah konkret itu diambil untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Seperti diketahui, Indonesia merupakan presidensi dari forum G20 dan akan melangsungkan KTT G20 pada November 2022 .
Diketahui, dimana Rusia merupakan satu diantara satu negara anggota dari forum tersebut.
Dia menjelaskan, jika langkah boikot Rusia dan Putin itu akan membawa perdamaian, stabilitas dan pembangunan di setiap negara di dunia.
Baca: Barat Ragu soal Janji Rusia yang akan Kurangi Aktivitas Militer di Kyiv, Mungkin Ada Serangan Lain
"Boikot Rusia dan Putin dalam semua platform, pertemuan, dan konferensi tingkat tinggi internasional akan menjadi langkah konkret untuk mengakhiri perang di Ukraina dan sekali lagi, akan membawa perdamaian, stabilitas, dan pembangunan di setiap negara di dunia setelah Perang Dunia II berakhir," ujarnya.
Sebelumnya, Dubes Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva mengatakan, tuan rumah G20 Jakarta telah mengundang Putin ke KTT kepala negara November 2022 di Bali.
Meski banyak hal yang harus dipertimbangkan termasuk situasi Covid-19, namun Putin berniat datang.
"Tergantung banyak hal, termasuk situasi Covid-19 yang semakin membaik. Tapi, sejauh ini ya niatnya datang," katanyanya.
Vorobieva mengatakan, ada upaya negara-negara Barat untuk mengusir Rusia dari organisasi dunia.
Diketahui, termasuk Kelompok 20 ekonomi utama.
Hal ini disebutnya sebagai reaksi yang "tidak proporsional".
Disisi lain, Rusia menghargai "posisi tegas" Indonesia, setelah Jakarta berulang kali mengatakan forum itu untuk menyelesaikan masalah ekonomi.
Diberitakan AFP, Presiden Rusia, Vladimir Putin berencana menghadiri KTT G20 akhir tahun ini di Indonesia.
Ini disampaikan utusan Moskwa pada Rabu (23/3/2022) lalu.
Putin disebut menolak saran bahwa Rusia dapat dikeluarkan dari kelompok tersebut karena perang di Ukraina.
Baca: Menhan Rusia Sergei Shoigu Selesaikan Tujuan Utama Operasi Militer Tahap Pertama Rusia ke Ukraina
Sebelumnya, seruan untuk mendepak Rusia dari G20 diungkapkan oleh Presiden AS, Joe Biden.
Melalui pertemuan dengan sejumlah pemimpin dunia di Brussels, Belgia, Kamis (24/3/2022) lalu, Biden mengatakan, keputusan untuk mengeluarkan Rusia sendiri tergantung dari negara-negara anggota forum tersebut.
"Jawaban saya adalah ya, tergantung pada G20," kata Biden, ketika ditanya apakah Rusia harus dikeluarkan dari grup tersebut, seperti dikutip Reuters.
Biden mengatakan, Ukraina harus diizinkan untuk menghadiri pertemuan G20 tersebut, jika negara-negara seperti Indonesia dan lainnya tidak setuju dengan dikeluarkannya Rusia.
Sebelumnya, Perdana Menteri Australia, Scott Morrison turut menanggapi hal itu.
Ia mengatakan, bahwa membiarkan Putin duduk satu meja dengan para pemimpin dunia lain adalah "satu langkah yang terlalu jauh".
Mantan Perdana Menteri Inggris, David Cameron juga sempat menyuarakan seruan kepada pemimpin negara-negara Barat untuk memboikot KTT G20 seandainya Presiden Putin hadir. (*)
(Tribun-Video.com/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dubes Ukraina: Boikot Putin di Forum Internasional Jadi Langkah Konkret Selesaikan Perang"
# Vladimir Putin # Rusia # G20
Reporter: Sandy Yuanita
Video Production: Tegar Melani
Sumber: Kompas.com
Tribunnews Update
Prabowo Berangkat ke Rusia Minggu Ini, Dijadwalkan Bertemu Putin Bahas Energi hingga Geopolitik
Sabtu, 11 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Ukraina Klaim Jatuhkan Drone Iran di Timur Tengah, Kirim Ahli Pertahanan Udara ke Sejumlah Negara
Sabtu, 11 April 2026
Tribunnews Update
Menlu Rusia Lavrov Kecam Serangan Israel: Gencatan Senjata AS-Iran Wajib Berlaku untuk Lebanon
Jumat, 10 April 2026
Mancanegara
Rusia Murka! Langsung Telepon Menlu Iran Bahas Israel Langgar Gencatan Senjata, Zionis Diperingatkan
Jumat, 10 April 2026
Mancanegara
Rusia Murka! Langsung Telepon Iran seusai Israel Langgar Gencatan Senjata
Jumat, 10 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.