Kamis, 4 Juni 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Sosok Andi Arief, Ketua Bappilu yang Dipanggil Polisi Terkait Kasus Korupsi Mantan Bupati PPU

Rabu, 30 Maret 2022 16:05 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Sosok Andi Arief kini disorot lantaran dianggap tak kooperatif dalam kasus dugaan suap yang menjerat Bupati nonaktif Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas'ud.

Andi disebut tak kooperatif dalam memenuhi panggailan dari pihak kepolisian.

Padahal, kedatangan Andi sangat dibutuhkan oleh penyidik KPK untuk mengungkap dugaan kasus korupsi.

Andi Arief menjadi sosok yang sering menjadi perhatian.

Pria kelahiran dibutuhkan oleh penyidik KPK untuk mengungkap dugaan kasus korupsi, dikenal sebagai politikus seklaigus mantan aktivis pro-demokrasi yang ikut terlibat menumbangkan rezim orde baru.

Karier Andi Arief di dunia politik semakin naik ketika mulai mengenal Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia bahkan dipercaya menjadi bagian dari tim pemenangan SBY-Jusuf Kalla dalam pemilu 2004.

Setelah SBY menang, Andi pun mendapat sejumlah jabatan, seperti Komisaris PT Pos Indonesia (2006-2009).

Tak hanya itu, ia juga diketahui menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (2009).

Andi Arief juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sejak tahun 2015.

Kini ia kembali disorot, lantaran dipanggil polisi dalam kasus dugaan suap yang menjerat Bupati nonaktif Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas'ud.

Baca: Jemmy Setiawan Deputi BPOKK Partai Demokrat Diperiksa oleh KPK, Jadi Saksi untuk Tersangka AGM

Baca: KPK Buka Peluang Miskinkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Lewat Mekanisme TPPU

Ia disebut dipanggil sebgaai saksi dalam kasus tersebut.

Pelaksana tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri pun memberikan keterangan.

Pihaknya menginginkan Andi untuk kooperatif dalam panggilan yang dilakukan.

kami mengingatkan kepada saksi ini untuk kooperatif hadir pada penjadwalan pemanggilan berikutnya," ujar Ali.

Andi semestinya diperiksa pada Senin (28/3) kemarin.

Namun mantan Staf Khusus Presiden era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu merasa tidak pernah dipanggil KPK.

Bahkan,Andi menuding Ali Fikri telah menyebarkan hoaks dan meminta Komisi III DPR memanggil jubir KPK.

Ali mengaku akan kembali mengirimkan surat panggilan ke alamat rumah Andi.

Ia pun berharap Andi hadir memenuhi panggilan penyidik KPK.

"Surat akan dikirim pada alamat yang sama di Cipulir. Karena Informasi dari saksi sangat penting bagi tim penyidik untuk mengungkap dugaan perkara TPK dengan tersangka AGM [Abdul Gafur Mas'ud] dkk ini menjadi semakin terang," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPK Ultimatum Andi Arief, Diminta Kooperatif Penuhi Panggilan Berikutnya

# Andi Arief # kasus dugaan suap # Abdul Gafur Masud

Editor: Aprilia Saraswati
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved