TRIBUNNEWS UPDATE
Sosok Andi Arief, Ketua Bappilu yang Dipanggil Polisi Terkait Kasus Korupsi Mantan Bupati PPU
TRIBUN-VIDEO.COM - Sosok Andi Arief kini disorot lantaran dianggap tak kooperatif dalam kasus dugaan suap yang menjerat Bupati nonaktif Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas'ud.
Andi disebut tak kooperatif dalam memenuhi panggailan dari pihak kepolisian.
Padahal, kedatangan Andi sangat dibutuhkan oleh penyidik KPK untuk mengungkap dugaan kasus korupsi.
Andi Arief menjadi sosok yang sering menjadi perhatian.
Pria kelahiran dibutuhkan oleh penyidik KPK untuk mengungkap dugaan kasus korupsi, dikenal sebagai politikus seklaigus mantan aktivis pro-demokrasi yang ikut terlibat menumbangkan rezim orde baru.
Karier Andi Arief di dunia politik semakin naik ketika mulai mengenal Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ia bahkan dipercaya menjadi bagian dari tim pemenangan SBY-Jusuf Kalla dalam pemilu 2004.
Setelah SBY menang, Andi pun mendapat sejumlah jabatan, seperti Komisaris PT Pos Indonesia (2006-2009).
Tak hanya itu, ia juga diketahui menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (2009).
Andi Arief juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sejak tahun 2015.
Kini ia kembali disorot, lantaran dipanggil polisi dalam kasus dugaan suap yang menjerat Bupati nonaktif Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas'ud.
Baca: Jemmy Setiawan Deputi BPOKK Partai Demokrat Diperiksa oleh KPK, Jadi Saksi untuk Tersangka AGM
Baca: KPK Buka Peluang Miskinkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Lewat Mekanisme TPPU
Ia disebut dipanggil sebgaai saksi dalam kasus tersebut.
Pelaksana tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri pun memberikan keterangan.
Pihaknya menginginkan Andi untuk kooperatif dalam panggilan yang dilakukan.
kami mengingatkan kepada saksi ini untuk kooperatif hadir pada penjadwalan pemanggilan berikutnya," ujar Ali.
Andi semestinya diperiksa pada Senin (28/3) kemarin.
Namun mantan Staf Khusus Presiden era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu merasa tidak pernah dipanggil KPK.
Bahkan,Andi menuding Ali Fikri telah menyebarkan hoaks dan meminta Komisi III DPR memanggil jubir KPK.
Ali mengaku akan kembali mengirimkan surat panggilan ke alamat rumah Andi.
Ia pun berharap Andi hadir memenuhi panggilan penyidik KPK.
"Surat akan dikirim pada alamat yang sama di Cipulir. Karena Informasi dari saksi sangat penting bagi tim penyidik untuk mengungkap dugaan perkara TPK dengan tersangka AGM [Abdul Gafur Mas'ud] dkk ini menjadi semakin terang," ujarnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPK Ultimatum Andi Arief, Diminta Kooperatif Penuhi Panggilan Berikutnya
# Andi Arief # kasus dugaan suap # Abdul Gafur Masud
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
Hasto Ternyata Diam-diam Masih Urusi Urusan Partai Meski Ditahan KPK, Begini Kata Ronny Talapessy
Kamis, 6 Maret 2025
Terkini Nasional
KPK Ditantang Hasto! Diminta Periksa Keluarga Jokowi, Singgung Nama Gibran hingga Bobby Nasution
Jumat, 21 Februari 2025
Terkini Nasional
Terkuak Instruksi Megawati seusai Hasto Kristiyanto Resmi Ditahan KPK, Kader PDIP Dilarang Bicara?
Jumat, 21 Februari 2025
Terkini Nasional
KATA HASTO usai Ditahan buntut Dugaan Suap, Tegas Minta KPK Tak Tebang Pilih: Harus Periksa Jokowi
Jumat, 21 Februari 2025
Terkini Nasional
Instruksi Megawati Buntut Hasto Ditahan, Perintahkan Kepala Daerah PDIP Tunda Retreat dan Stand By
Jumat, 21 Februari 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.