Terkini Daerah
Fakta Baru soal Dugaan Keterlibatan Oknum Tenaga Medis dalam Penyiksaan di Kerangkeng Bupati Langkat
TRIBUN-VIDEO.COM - Dari hasil wawancara dengan sejumlah korban ini, mereka melihat dengan mata dan kepala sendiri, ada korban meninggal pascadisiksa di lingkungan kerangkeng.
Ada keterlibatan oknum TNI, Polri, tenaga medis?
Satu lagi fakta yang menarik untuk dicermati adalah adanya dugaan oknum TNI dan oknum Polisi yang ikut dalam kasus penyiksaan ini.
Sang oknum TNI berpangkat Sersan diduga ikut melakukan penyiksaan.
Sementara sang oknum Polisi, ikut dalam mencari penghuni kerangkeng yang kabur dari penjara.
"Saya tahu dia tentara, bang, karena saya kenal dengan dia sudah lama," kata Bambang (nama samaran), salah seorang korban.
"Lalu oknum Polisi apa perannya?" tanya saya. "Dia yang mencari kalau ada dari kami yang kabur dari kereng (kerangkeng milik Bupati Langkat Nonaktif, Terbit Rencana)," tambah Bambang.
Atas fakta ini, Pusat Polisi Militer TNI AD dan Polda Sumatera Utara telah memeriksa sejumlah personelnya.
Hasil yang diumumkan Polda Sumatera Utara, tidak ada keterlibatan anggota Polisi dalam kasus ini.
Baca: Hanya Wajib Lapor, Tersangka Penganiayaan Penghuni Kerangkeng Milik Bupati Langkat Tak Ditahan
"Saya sampaikan kembali, secara aktif tidak ada. Secara aktif, karena kami sudah tiga kali melakukan pemeriksaan terhadap lima anggota kami yang diduga ikut terlibat dengan kerangkeng tersebut," kata Dirkrimum Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja di Polda Sumut, Sabtu (26/3/2022).
"Kelima orang tersebut berpangkat pama (Perwira Pertama), yang bersangkutan tidak pernah masuk atau menghampiri atau mengunjungi kerangkeng tersebut," tambahnya. Sebelumnya Komnas HAM sempat memberikan keterangan atas temuannya.
Ada temuan soal pengetahuan dan keterlibatan oknum anggota TNI-Polri.
"Jadi kita mendapat keterangan ada beberapa oknum anggota TNI-Polri terlibat dalam proses kerangkeng tersebut," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam konferensi pers secara daring, Rabu (2/3/2022).
Yang mengejutkan pula, ada oknum tenaga medis, yang dikatakan korban mengetahui dan ikut mengobati bila ada dari mereka yang luka karena penyiksaan.
Sayangnya hanya diberikan salep, tanpa ada pertolongan atas dugaan penyiksaan yang telah terjadi selama satu dekade di kerangkeng ini.
"Dokter dan perawat," ungkap Tongat. "Dari mana Anda tahu dia dokter dan perawat?" tanya saya.
"Kan pake mobil ambulans Puskesmas, tertulis di sana, Puskesmas Kuala!" ujar Tongat dan Bambang serta satu korban lainnya senada.
Fakta baru soal tenaga medis ini memang harus ditelusuri.
Bisa jadi bukan berprofesi sebagai dokter dan perawat, meski menggunakan ambulans Puskesmas dan mengobati.
Namun, tentu menjadi pertanyaan besar, kok bisa? Yang jelas Komnas HAM telah melaporkan hasil penyelidikan ini kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI), soal adanya dugaan tenaga medis yang terlibat dalam kasus penyiksaan dalam kerangkeng di Langkat.
Baca: Tahanan Tewas di Kerangkeng Bupati Langkat Terbit Rencana, Delapan Tersangka Diperiksa Polisi
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi & Korban (LPSK), Edwin Partogi Pasaribu menyatakan, "Sepanjang melakukan advokasi terhadap korban kekerasan selama kurang-lebih 20 tahun, saya belum pernah menemukan kekerasan sesadis ini."
Semua ini fakta ini, layak dilanjutkan ke penyelidikan.
Sungguh janggal bila di abad yang serba maju ini, masih ada penyiksaan, bahkan lokasinya tak jauh dari salah satu kota besar di Indonesia, Medan, dan berlangsung selama bertahun-tahun. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fakta Baru soal Dugaan Oknum Aparat hingga Tenaga Medis dalam Penyiksaan di Kerangkeng Bupati Langkat"
# Bupati Langkat # kerangkeng maut # Kerangkeng Manusia
Video Production: Lalu Yusuf Wibisono
Sumber: Kompas.com
LIVE UPDATE
Siaga Lebaran 2026: 7000 Tenaga Medis RSUD Dr Soetomo Surabaya Antisipasi Lonjakan Pasien
Selasa, 17 Maret 2026
LIVE UPDATE
RSUD SK Lerik Kembalikan Rp 1,8 Miliar Dana Jasa Pelayanan Tenaga Medis, Kejari Kupang Cegah Korupsi
Rabu, 11 Februari 2026
Live Update
Pasien RSUD Tarakan Dievakuasi Usai Gempa, Sudah Kembali ke Perawatan Intensif
Kamis, 6 November 2025
Regional
Puluhan Siswa SMP-MTS Pingsan seusai Lomba Baris Indah di Masohi, Panitia Tak Siaga Tenaga Medis
Jumat, 31 Oktober 2025
Viral News
Dinkes Sulbar Bela Kepala Puskesmas Nosu yang Dicopot karena Lalai, Singgung Kurang Tenaga Medis
Senin, 4 Agustus 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.