Mancanegara
Rusia Mencegah Warga Sipil saat 26 Bus akan Evakuasi dan Memasuki Kota Mariupol
TRIBUN-VIDEO.COM - Kota Mariupol di Ukraina selatan berada di ambang bencana kemanusiaan dan harus dievakuasi sepenuhnya.
Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Mariupol, Vadym Boichenko pada Senin (28/3/2022).
Dia menyampaikan, sekitar 160.000 warga sipil masih terjebak di kota pelabuhan itu tanpa aliran listrik, sedikit makanan, dan pasokan air bersih.
Boichenko menambahkan bahwa sudah ada 26 bus yang sedang menunggu untuk mengevakuasi warga sipil di Kota Mariupol.
Tapi, kata dia, pasukan Rusia tidak setuju untuk memberi warga jalan yang aman.
Baca: Hari Ke-33 Invasi: Rusia-Ukraina skan Adakan Pertemuan Senin Ini, Klarifikasi Biden soal Rezim Putin
"Federasi Rusia sedang bermain-main dengan kami," kata Boichenko, dikutip dari BBC.
Pasukan Rusia diketahui sudah mengepung Kota Mariuopol selama berminggu-minggu, membuat warga sipil sangat kekurangan air, makanan, dan obat-obatan.
Sebelumnya, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan pihaknya belum bisa mengirim bantuan apa pun ke Kota Mariupol yang terkepung, karena membutuhkan Rusia dan Ukraina untuk menjamin perjalanan yang aman.
"Pihak-pihak harus menjadi penjamin dan memiliki kesepakatan untuk mengizinkan perjalanan yang aman. Mereka harus mempublikasikan rute dan memberikan banyak waktu bagi orang-orang untuk keluar," kata juru bicara ICRC Matt Morris kepada BBC.
"Kami tidak memiliki tim yang saat ini dapat mengakses (Kota Mariupol)," katanya.
Baca: Zelensky Akui Negara Barat Pengecut karena Tak Bisa Ambil Keputusan hingga Rusia Serang Chemobyl
Padahal, menurut dia, hukum humaniter internasional mengharuskan orang-orang diizinkan untuk pergi, tetapi tidak boleh dipaksa pergi.
Seperti diketahui, Ukraina juga sempat menuduh Rusia memindahkan paksa ribuan warga sipil dari kota-kota yang hancur ke daerah-daerah yang dikuasai Rusia.
Sementara, Rusia telah membantah adanya paksaan, tetapi telah melaporkan bahwa evakuasi warga Ukraina berada di bawah pengawalan Rusia.
Rusia juga sudah beberapa kali membantah menargetkan warga sipil dan menyalahkan Ukraina atas kegagalan berulang kali untuk menyepakati koridor yang aman bagi warga sipil yang terjebak.
ICRC menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membantu upaya evakuasi paksa dan telah membantah rencana untuk membantu Rusia "menyaring" pengungsi Ukraina dari Mariupol. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ukraina Terkini: Rusia Cegah Warga Masuki 26 Bus Evakuasi di Mariupol"
#Rusia #warga sipil #evakuasi #Kota Mariupol #Vadym Boichenko
Mancanegara
Iran Gelar Karpet Merah untuk Rusia & Spanyol! Bebas Tol Selat Hormuz Tanpa Bayar Sepeserpun
3 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Beri Rusia & Spanyol Karpet Merah, Bisa Melintas Bebas di Selat Hormuz Tanpa Bayar Tarif Tol
3 hari lalu
Berita Terkini
Fenomena Hujan Hitam di Tuapse Rusia seusai Serangan Drone Ukraina Targetkan Kilang Minyak
4 hari lalu
Mancanegara
Rusia Ejek Trump soal Gencatan Senjata Diperpanjang Sepihak: AS Kalah Telak di Agresi!
4 hari lalu
Internasional
TRUMP DIEJEK RUSIA soal Gencatan Senjata Diperpanjang Sepihak: Kekalahan Telak bagi Agresi AS!
4 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.