Minggu, 10 Mei 2026

Mancanegara

Pasca-Perang Dingin Biden & Putin, Blinken Mengklarifikasi Tak Ada Strategi Perubahan Rezim di Rusia

Senin, 28 Maret 2022 17:47 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden seusai sebut Presiden Rusia, Vladimir Putin 'tidak dapat tetap berkuasa', kini sejumlah pejabat AS berusaha meredakan perang dingin itu.

Diketahui, pejabat AS menegaskan Washington tidak memiliki kebijakan perubahan rezim di Rusia saat dikonfirmasi pada Minggu (27/3/2022).

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken.

Dikutip dari Tribunnews.com pada Senin (28/3/2022), diketahui dalam kasus ini, Blinken tak mempedulikan terkait hal-hal lain yang dikatakan orang lain.

“Dalam hal ini, atau dalam kasus apa pun, terserah orang-orang di negara yang bersangkutan. Terserah orang-orang Rusia,” kata Blinken.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya tak memiliki strategi perubahan rezim di Rusia atau di tempat lain.

"Seperti yang Anda ketahui, dan seperti yang Anda dengar kami katakan berulang kali, kami tidak memiliki strategi perubahan rezim di Rusia atau di tempat lain," tambahnya.

Baca: Zelensky Akui Negara Barat Pengecut karena Tak Bisa Ambil Keputusan hingga Rusia Serang Chemobyl

Diketahui, komentar Blinken muncul setelah Biden memberikan pidato paling kerasnya terhadap Putin sejak invasi ke Ukraina pada 24 Februari lalu.

Melalui pidato yang disampaikan di Istana Kerajaan Warsawa pada Sabtu (26/3/2022) malam lalu, Biden mengingatkan empat dekade Polandia di balik Tirai Besi.

Dijelaskan, dalam upaya membangun kasus bahwa demokrasi dunia harus segera menghadapi Rusia yang otokratis sebagai ancaman terhadap keamanan dan kebebasan global.

Dia menegaskan bahwa Putin tak akan terus bisa berkuasa seperti sekarang ini.

“Demi Tuhan, orang ini (Putin) tidak bisa tetap berkuasa,” kata Biden.

Sebelumnya diketahui, Biden juga menggambarkan Putin sebagai "pembantai" dalam eskalasi tajam retorika AS atas serangan militer Moskow.

Sebagai informasi, serangan Rusia kini telah menewaskan sedikitnya 1.000 warga sipil.

Baca: Siap Bertemu Moskow, Zelensky Ajukan Syarat ke Putin, Minta Pasukan Rusia Mundur dari Ukraina

Sedangkan, menurut perkiraan konservatif oleh PBB, kejadian itu menyebabkan lebih dari 3,8 juta orang meninggalkan Ukraina.

Setelah pidato tersebut, seorang pejabat Gedung Putih segera mengklarifikasi bahwa komentar Biden dimaksudkan untuk mempersiapkan negara-negara demokrasi dunia.

Dijelaskan, dimana pernyataan itu untuk konflik berkepanjangan atas Ukraina, dan tidak mendukung perubahan rezim di Rusia.

Disisi lain utusan NATO AS, Julianne Smith, mengulangi pesan yang sama pada hari Minggu (27/3/2022) lalu.

Dia mengatakan, bahwa AS tidak memiliki kebijakan perubahan rezim di Rusia.

“AS tidak memiliki kebijakan perubahan rezim di Rusia. Berhenti total,” kata Smith kepada program State of the Union CNN.

Smith mengatakan pernyataan Biden berusaha untuk menggarisbawahi bahwa komunitas internasional tidak dapat memberdayakan Putin untuk berperang di Ukraina.

Bahkan, meski untuk mengejar lebih banyak tindakan agresi setelah invasi Rusia ke negara tersebut. (*)

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Klarifikasi Pernyataan Biden, Blinken Tegaskan AS Tak Ada Strategi Perubahan Rezim di Rusia

# Perang Dingin # Joe Biden # Vladimir Putin # klarifikasi # Rezim # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Reporter: Sandy Yuanita
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved