Rabu, 8 April 2026

Terkini Daerah

Viral Video Pedagang di Lampung Barat Buang 1.500 Kilogram Tomat

Senin, 28 Maret 2022 10:27 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Aksi petani di Lampung Barat viral di berbagai platform media sosial saat ia membuang 1,5 ton tomat.

Ini gara-gara petani itu kesal karena harga tomat yang anjlok hingga hanya Rp 400 per kilogram.

Dari penelusuran Tribunlampung.co.id, peristiwa tersebut terjadi di Pemangku Umbul Liokh, Pekon Sebarus, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, Sabtu (26/3/2022) lalu.

Pelaku aksi seorang pria bernama Marwan.

Saat ditemui di kediamannya, Minggu (27/3/2022), Marwan mengaku sebagai pengepul sayuran.

Baca: Update Harga Emas Antam per Minggu 27 Maret 2022, Stagnan di Angka Rp 999.000 per Gram

Pria berusia 32 tahun itu mengatakan, tidak pernah bermaksud untuk membuang tomat-tomat tersebut.

"Sebenarnya saya udah bilang ke ibu-ibu untuk mengambil tomatnya saat masih di dalam kotak," kata Marwan, Minggu (27/3/2022).

"Tapi mungkin karena malu atau gak enak, jadinya gak ada yang mau ngambil," sambungnya.

Ia pun menumpahkan kotak berisi tomat tersebut di tepi jalan depan kiosnya di Pemangku Umbul Liokh, Pekon Sebarus, Balik Bukit, Lampung Barat.

"Dari situ, ibu-ibu ramai-ramai banyak yang ngambilin," terangnya.

Ia mengaku, membuang tomat tersebut bukanlah tanpa alasan.

Baca: Balon Besar Seharga Rp 1 Miliar Hiasi Kota Jakarta, Keseruan Pameran NFT di Karafuru Carnival

Menurut Marwan, ia tidak tahu lagi mesti memasarkan tomat tersebut ke mana.

"Soalnya overproduksi.

Jadi, stok barang itu lebih banyak daripada permintaan di pasar," kata dia.

Ia mengibaratkan, dalam sehari tomat yang terjual hanya sekitar 50 peti.

Sementara tomat yang diterima dari petani jauh lebih banyak.

"Jadi kita tahan dulu tomat itu menginap sehari. Siapa tahu besoknya laku," imbuhnya.

Sayangnya, lanjut dia, stok tomat masih saja berlebih, hingga ia terpaksa menyimpan stok tomat tersebut selama empat hari.

Alhasil, tomat sudah tidak bisa lagi didistribusikan ke pasar lantaran sudah terlalu matang.

Di samping itu, Marwan mengungkapkan, harga tomat anjlok sejak seminggu terakhir.

"Karena overproduksi itu tadi, makanya harganya jadi anjlok," ungkapnya.

"Kita ambil dari petani itu Rp 500 per kilogram plus ongkos ojek Rp 200," tambahnya.

Normalnya, harga tomat berada di kisaran Rp 3.000-Rp 4.000 per kilogram.

"Awal Maret 2022 itu harganya masih Rp 2.500 per kilogram," ungkap Marwan.

Biasanya, ia memasarkan tomatnya ke sejumlah wilayah di Lampung hingga ke DKI Jakarta.

"Di Jakarta ternyata harganya murah juga, ditambah banjir tomat juga," kata dia.

Hal itu juga yang menjadi alasan Marwan membuang stok tomat miliknya sebanyak 30 peti atau sekira 1,5 ton.

Akibatnya, ia harus menelan kerugian yang ditaksir lebih dari Rp 1 juta.

Meskipun mengalami kerugian, ia tetap menampung hasil panen tomat dari para petani.

( Tribunlampung.co.id / Nanda Yustizar Ramdani )

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul VIRAL Pedagang di Lampung Barat Buang 1.500 Kilogram Tomat, Ini Fakta-Faktanya

# Viral Video # pedagang # Lampung Barat # Buang # tomat

Editor: Bintang Nur Rahman
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Viral Video   #pedagang   #Lampung Barat   #Buang   #tomat

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved