Konflik Rusia Vs Ukraina
Militer Ukraina Tolak Letakkan Senjata, Spanduk di Jalan Bertuliskan "Selamat Datang di Nerakaraka"
TRIBUN-VIDEO.COM - Ukraina benar-benar telah membuat Rusia marah dan sedikit kewalahan karena sikap mereka yang pantang menyerah.
Terbaru, Ukraina malah menolak menyerah di Mariupol usai Rusia sudah mengepung wilayah tesebut.
Bukannya mendengarkan imbauan Rusia agar militer mereka meletakkan senjata, Ukraina malah mengatakan tidak akan menyerah dan siap melakukan perlawanan sampai tentara terakhir.
Rusia yang semakin kuat dengan posisi mereka, terus memberikan jawaban atas dukungan Amerika Serikat kepada Ukraina.
Bahkan Rusia secara terbukan menuliskan spanduk-spanduk yang mengerikan di sepanjang jalan di wilayah Ukraina.
Baca: Rusia Ungkap Kerugian Tentaranya saat Invasi, Hampir 10 Ribu Pasukan Tewas, 16 Ribu Luka-Luka
Perang di Ukraina memasuki hari ke-26. Evakuasi warga sipil dari Mariupol di sepanjang koridor kemanusiaan, yang akan mengarah ke timur dan barat, diumumkan.
Ukraina telah menolak proposal Moskow bahwa pasukan Ukraina meletakkan senjata mereka sebagai imbalan untuk jalan keluar yang aman.
Hampir seperempat penduduk Ukraina telah meninggalkan rumah mereka, kata UNHCR.
UE sedang mempertimbangkan aplikasi Ukraina jadi anggota Uni
Pada pertemuan Menteri Luar Negeri Uni Eropa, disebutkan Uni Eropa terus mendukung Ukraina & rakyatnya, memberikan bantuan.
Moskow akhirnya menanggapi penghinaan Biden terhadap Putin
Duta Besar AS untuk Rusia John Sullivan diberikan nota protes atas pernyataan "tidak dapat diterima" baru-baru ini oleh Kepala Staf Gedung Putih Joseph Biden.
Baca: Video Detik-detik Warga Ukraina Mengadang Truk Militer Rusia hingga Berteriak Minta Mereka Pulang
Ukraina dalam bahaya yang nyata
Ukraina dalam bahaya yang nyata setelah Rusia yang sudah mengepung Kota Mariupol memberikan tenggat waktu untuk militer dan tentara bayaran meletakkan senjata.
Tenggat waktu yang diberikan Rusia sampai hari ini agar semua militer dan tentara bayaran tidak melakukan perlawanan.
Rusia selanjutnya akan membuka karidor penyelamatan warga sipil yang berada di kota tersebut.
Tentu saja itu menjadi sebuah ancaman yang serius bagi Ukraina.
Apalagi Rusia sejauh ini memang sangat presisi dalam melakukan serangan. Tentu mereka jelas menempatkan target yang pasti dan sesuai
Rusia telah menuntut pasukan Ukraina meletakkan senjata mereka di kota Mariupol yang terkepung , menawarkan untuk memfasilitasi jalan yang aman bagi warga sipil untuk melarikan diri dengan imbalan penyerahan diri.
Pemerintah Rusia memberi Ukraina tenggat waktu Senin dini hari untuk menanggapi - tetapi Ukraina menolak tawaran itu, dengan mengatakan tidak akan menyerahkan kota pelabuhan itu.
Baca: Dibombardir Rusia hingga Luluh Lantak, Inilah Penampakan Kota Kyiv Pasca-ledakan Super Besar
Rusia menuntut agar warga Ukraina di kota Mariupol yang terkepung meletakkan senjata mereka sebagai imbalan perjalanan yang aman ke luar kota .
Kantor berita Rusia TASS melaporkan bahwa pasukan akan mengizinkan dua koridor keluar dari kota pantai, menuju timur menuju Rusia atau barat ke bagian lain Ukraina.
Ukraina diberi waktu hingga pukul 5 pagi pada hari Senin (1 siang AEDT) untuk merespons.
Ukraina Tolak Menyerah
Wakil Perdana Menteri Ukraina, Iryna Vereshchuk, mengatakan kepada portal berita Ukrainska Pravda bahwa "tidak ada pertanyaan tentang penyerahan diri" di Mariupol. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Militer Ukraina Tolak Letakkan Senjata, Spanduk di Jalanan Mariupol: Rusia! Selamat Datang di Neraka
# Mariupol # Rusia# Ukraina # Militer Ukraina
Video Production: Ardrianto SatrioUtomo
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Menlu Rusia Klaim AS Alihkan Tekanan terhadap Moskow ke Eropa untuk Fokus Hadapi China di Global
Rabu, 15 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Kapal Rusia Mendadak Tiba di Pelabuhan Haifa Israel seusai AS-Iran Gagal Gencatan Senjata, Ada Apa?
Rabu, 15 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Xi Jinping dan Lavrov Tegaskan Rusia-China Jadi Kekuatan Penstabil di Tengah Gejolak Global
Rabu, 15 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Ukraina Gandeng Norwegia Produksi Drone, Zelensky Kritik Bantuan Pertahanan AS Dinilai Terlambat
Rabu, 15 April 2026
Terkini Nasional
Hasil Pertemuan di Moskow: Bahlil Pastikan Indonesia Dapat Jatah Minyak Mentah dan LPG
Rabu, 15 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.