Sabtu, 16 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Nilai Saham Perusahaan Minyak Rusia Turun Drastis hingga 99 Persen

Minggu, 6 Maret 2022 19:15 WIB
Tribun Medan

TRIBUN-VIDEO.COM - Perusahaan minyak terbesar kedua Rusia, Lukoil, mengambil sikap berseberangan dengan Presiden Vladimir Putin.

Lukoil, yang memproduksi lebih dari 2 persen minyak mentah dunia dan mempekerjakan lebih dari 100.000 orang, telah menyerukan penghentian perang Rusia di Ukraina.

Laporan CNN, Sabtu (5/3/2022) menyebut, dewan direksi perusahaan membuat sebuah pernyataan kepada pemegang saham, staf dan pelanggan bahwa mereka "menyerukan penghentian secepatnya konflik bersenjata."

Chariman dan CEO Lukoil (LUKOY) Vagit Alekperov adalah salah satu orang terkaya Rusia.

Menurut Reuters, mayoritas saham Lukoil dimiliki oleh mantan pekerja rig minyak Laut Kaspia itu dan wakilnya, Leonid Fedun.

Perusahaan ini beroperasi di lusinan negara di seluruh dunia dan merupakan perusahaan minyak terbesar kedua Rusia di belakang raksasa milik negara, Rosneft.

Baca: Bukan Kali Pertama, Pasar Jambe Indramayu Kembali Porak Poranda Dihantam Angin Puting Beliung

Baca: Mantan Bosnya di KBG Yakin Putin akan Utus Pembunuh untuk Balas Dendam Jika Ukraina Jatuh

Lukoil menghadapi tantangan besar karena pedagang menghindari minyak mentah Rusia karena takut berseberangan dengan sanksi negara-negara Barat.

Saham Lukoil yang terdaftar di London telah kehilangan sekitar 99 persen dari nilainya setelah invasi Rusia. Transaksi saham perusahaan ini pun dihentikan pada hari Kamis.

Raksasa minyak itu sudah menghadapi seruan untuk boikot di Amerika Serikat, di mana ada 230 pompa bensin Lukoil yang dimiliki oleh pemegang waralaba Amerika.

Sebagian besar SPBU yang membawa merek Lukoil berada di New York, New Jersey, dan Pennsylvania.

Awal pekan ini, miliarder Rusia Mikhail Fridman dan Oleg Deripaska juga memutuskan hubungan dengan Kremlin dan menyerukan diakhirinya perang.

Fridman, yang lahir di Ukraina barat, menulis dalam sebuah surat kepada staf bahwa dia ingin "pertumpahan darah berakhir." (*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Perusahaan Minyak Terbesar Rusia Lukoil Minta Perang Dihentikan, Nilai Saham Anjlok 99 Persen

Editor: Tri Hantoro
Video Production: ahmadshalsamalkhaponda
Sumber: Tribun Medan

Tags
   #Rusia   #Perusahaan minyak   #saham

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved