Konflik Rusia Vs Ukraina
Imbas Invasi Rusia ke Ukraina, Harga Pangan di Indonesia Naik Termasuk Gandum, Perdagangan Terhambat
TRIBUN-VIDEO.COM - Imbas konflik di Ukraina akibat invasi Rusia turut dirasakan oleh negara Indonesia yang menyebabkan kenaikan harga pangan.
Diketahui, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira membenarkan informasi tersebut saat dikonfirmasi pada Jumat (4/3/2022).
Atas beberapa dampak yang terjadi, hal tersebut disebabkan oleh terhambatnya perdagangan antara Indonesia dengan Ukraina dan Rusia.
Dikutip dari BBCNews.com pada Sabtu (5/3/2022), Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menyampaikan hal tersebut.
Ia mengatakan, mayoritas kenaikan harga pangan di dalam negeri merupakan implikasi dari terhambatnya perdagangan antara tiga negara tersebut.
Sementara itu, Ukraina merupakan pemasok gandum terbesar bagi Indonesia.
Baca: Hari Ke-9 Invasi Rusia ke Ukraina: PLTN Terbakar, Media Barat Sebut Serangan Nuklir di Depan Mata
Sebaliknya bagi Ukraina, Indonesia adalah negara tujuan ekspor gandum terbesar kedua di dunia setelah Mesir.
Berdasarkan, Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Ukraina memasok 2,96 juta ton gandum.
Diketahui, jumlah tersebut setara 27 persen dari total 10,29 juta ton yang diimpor Indonesia pada 2020.
Bhima menuturkan, kenaikan harga gandum cepat atau lambat akan berdampak pada konsumen di Indonesia.
Mengingat, gandum merupakan bahan baku dari produk pangan seperti mi instan dan terigu.
Selain itu, Indonesia sendiri merupakan negara pengonsumsi mi instan terbesar kedua di dunia.
Baca: Dubes Rusia untuk Indonesia Tegaskan Senjata Nuklir Diciptakan Hanya untuk Bertahan, Bukan Menyerang
Baca: Warga Ukraina Takut Dampak dari Terbakarnya PLTN di Ukraina, PBB: Keamanan Reaktor Tak Terganggu
"Tapi mi instan kan banyak dikonsumsi juga oleh masyarakat kelas menangah bawah, sehingga kenaikan harga 1.000 rupiah saja akan terasa," ujar dia.
Hal itu dibuktikan dengan data yang menunjukan adanya jumlah total 12,6 miliar porsi pada 2020.
"Dampaknya harga bisa naik, berat bersih produk berkurang, atau menurunkan kualitas," kata Bhima.
Meski Indonesia bisa mencari alternatif produsen gandum lain untuk memenuhi kebutuhan gandum, Bhima mengatakan prosesnya akan memakan waktu.
Pasalnya, harga gandum akan tetap mengacu pada harga yang ditetapkan secara global.
Oleh karena itu, kenaikannya tidak bisa dihindari begitu saja.
Sampai saat ini, setelah invasi ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022) lalu, harga gandum global naik sebesar 5,35 persen.
Diketahui, tingkat kenaikan tersebut jika dirupiahkan harganya sekitar Rp 141.373 per gantang.
Dikabarkan, kenaikan itu merupakan yang tertinggi sejak tahun 2008.
(Tribun-Video.com/BBCNews.com)
Artikel ini telah tayang di BBCNews.com dengan judul Konflik Rusia-Ukraina: Dampak bagi Indonesia, harga mi instan, pupuk hingga bunga kredit bisa naik
# gandum Rusia # gandum Ukraina # Dampak Invasi Rusia # Konflik Rusia Vs Ukraina # dampak perang Rusia-Ukraina ke Indonesia
Reporter: Sandy Yuanita
Video Production: Anggorosani Mahardika Siniwoko
Sumber: Sumber Lain
TRIBUNNEWS UPDATE
Dalam Semalam! Sebanyak 124 Pesawat Tak Berawak Ukraina Ditembak Jatuh Pertahanan Udara Rusia
Sabtu, 7 Maret 2026
Konflik Rusia Vs Ukraina
Situasi Ukraina Terancam usai Rusia Klaim Kuasai Kota Penting Pokrovsk, Negosiasi Kiev Bisa Melemah
Rabu, 3 Desember 2025
Konflik Rusia Vs Ukraina
Ibu Kota Ukraina Jadi Sasaran! Rudal dan Drone Rusia Gempur Berbagai Wilayah Kiev, Bangunan Terbakar
Selasa, 25 November 2025
Konflik Rusia Vs Ukraina
Konflik Memanas: Ukraina Makin Lemah hingga Terdesak di Garis Depan, Rusia Klaim Rebut Kota Kupiansk
Senin, 24 November 2025
Konflik Rusia Vs Ukraina
Bak Beri Kode! 'Radio Kiamat' Rusia Siarkan Pesan Misterius, Eropa Ketar-ketir Gegara Sebut Latvia
Rabu, 19 November 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.