Profil Bom Termobarik, Senjata Mematikan dan Terlarang yang Digunakan Rusia Lawan Ukraina
TRIBUN-VIDEO.COM - Rusia dikabarkan menggunakan salah satu senjata mematikan, yaitu bom vakum atau senjata Termobarik untuk melawan Ukraina.
Senjata yang disebut father of all bomb ini bisa menghasilkan gelombang ledakan dengan durasi jauh lebih lama dan mematikan.
Dikutip dari Kompas.com, konflik perang antara kedua negara Rusia vs Ukraina kian memanas.
Diketahui, Rusia membawa salah satu senjata terlarang dan mematikan yaitu bom Termobarik saat melakukan invasi ke Ukraina.
Bom Termobarik ini merupakan senjata yang paling ditakuti dunia.
Senjata ini memiliki berbagai macam ukuran, mulai dari granat berpeluncur roket untuk jarak dekat dan versi besar dengan pesawat.
Baca: Tegaskan Dukung Ukraina, Presiden Taiwan dan Jajarannya Sumbangkan Gaji untuk Bantu Ukraina
Berdasarkan video yang diunggah di Twitter menyebut, tampak Rusia mengangkut sistem pelontar TOS-1 melintas di Tokmak, Ukraina selatan.
TOS-1 ini memiliki julukan Buratino atau Pinokio versi Rusia karena hidungnya yang besar.
Sistem peluncur gandanya dipasang pada sasis tank T-72.
Baca: Rusia Mulai Rasakan Dampak Sanksi dan Boikot atas Serangan ke Ukraina, Warga Sulit Dapatkan Barang
Sasis tank tersebut mampu menembakkan roket termobarik menggunakan oksigen dari udara sekitarnya untuk menghasilkan ledakan bersuhu tinggi.
Diketahui, TOS-1 ini pertama kali pernah digunakan militer Soviet di Afghanistan dan yang terbaru dipakai di Suriah.
Senjata Termobarik juga dikenal sebagai bom udara, bom bahan bakar, dan bom vakum yang jauh lebih kuat daripada bahan peledak konvensional.
Bom Termobarik ini efektif digunakan di area terbuka serta ruang terbatas seperti bunker, gua, dan area perkotaan.(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bom Termobarik, Senjata Rusia Paling Mematikan yang Dibawa ke Ukraina"
# bom termobarik # Konflik Rusia Vs Ukraina # Bom Vakum # Apa Itu Bom Vakum # Rusia # Ukraina
Reporter: Feba Fadhiliana
Video Production: Ananda Bayu Sidarta
Sumber: Kompas.com
Tribunnews Update
Respons Bahlil Rusia Tak akan Beri Diskon Minyak ke RI saat AS-Iran Perang, Janji Cari Harga Terbaik
1 jam lalu
Mancanegara
Rusia Tegaskan Tak Ada Harga Diskon Minyak untuk RI di Tengah Krisis Global: Tak Ada Harga Teman
14 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Intel AS Peringatkan China dan Rusia Tinjau Dukungan Militer untuk Iran di Tengah Perang
14 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Kekuatan Rusia Bertambah, Angkatan Udara Terima Sejumlah Jet Tempur SU 35S dari Industri Penerbangan
15 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Bahlil Targetkan Minyak dari Rusia Dikirim ke RI Bulan April, Jaga Stabilitas Cadangan Energi
15 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.