Konflik Rusia Vs Ukraina
Tangis Warga Rusia dan Ukraina Bersatu di Bali saat Aksi Demo, Desak Putin Stop Serang Ukraina
TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin telah memerintahkan serangan miloiter ke Ukraina sejak Kamis (24/2) lalu.
Ratusan orang menjadi korban jiwa akibat perang baik dari Ukraina maupun Rusia.
Warga Negara Asing asal Ukraina dan Rusia yang tinggal di Bali berkumpul mengadakan aksi damai untuk menyampaikan aspirasi terkait perang.
Ratusan WNA Rusia dan Ukraina mendatangi Kantor Konsulat Ukraina di Jalan Gurita, Denpasar pada, Selasa 1 Maret 2022.
Mereka membawa bendera dan berbagai spanduk yang meminta Rusia menghentikan perang.
Baca: Rusia Peringatkan akan Lakukan Serangan Besar-besaran di Kota Kiev, Warga Sipil Diminta Menjauh
Dilansir TribunBali.com, Allisa seorang warga Ukraina menyebut banyak teman-teman dari Rusia yang bergabung.
"Tidak hanya teman-teman dari Ukraina yang ada di sini tapi juga teman-teman dari Rusia. Maaf kami harus melanggar aturan selama Covid-19 karena kami harus mendikung Negara kami. Ada banyak orang mati di sana," jelasnya pada, Selasa 1 Maret 2022.
Saat dimintai keterangan, Allisa yang juga sebagai perwakilan masa aksi damai meminta maaf karena melanggar peraturan selama Pandemi Covid-19.
Mereka harus melakukannya demi mendukung Negara yang tengah terlibat konflik hingga menimbulkan peperangan.
Ia dan WNA lain mengaku tidak bisa tinggal diam melihat perang ini dan berusaha mendesak agar perang di Ukraina dihentikan.
"Warga kami dan kami harus melindungi diri. Apabila orang menonton apa yang sedang terjadi, dan semua orang mengecam perang.
WNA Ukraina lain, Chevganluk Olga mengatakan semua pihak mengecam Presiden Vladimir Putin dan mendesaknya untuk menghentikan serangan.
"Warga kami dan kami harus melindungi diri. Apabila orang menonton apa yang sedang terjadi, dan semua orang mengecam perang.
Dan mengapa kita hari ini di sini adalah kita ingin setiap orang, turun ke jalan menolak perang. Karena orang Ukraina harus dilindungi dari Rusia," kata, Chevganluk.
Ia juga mengatakan seluruh WNA Ukraina yang berada di Bali mengalami stres dan sedih karena peperangan tersebut.
Baca: Rusia Tembakan Rudal di Kota Kharkiv, Gedung Pemerintahan Utama Hancur Total & 10 Orang Tewas
Mereka ingin kedamaian di tanahnya (Negara Ukraina) dan akan melakukan apapun untuk itu.
Sementara itu dikutip dari Kompas.com, salah satu warga Rusia di Bali bernama Dima Kazantev (35) mengecam keras perang itu.
Ia kecewa dengan keputusan Putin dan bahkan tak mampu membendung air matanya saat dimintai keterangan.
"Saya dan warga Rusia lainnya sangat kecewa dengan apa yang terjadi, ketika semua itu (invasi) dimulai, saya tidak bisa tidur, tidak hanya tetangga kami," kata dia saat unjuk rasa di Konsulat Jenderal Ukraina di Denpasar, Selasa (1/3).
Dima dan teman-temannya prihatin karena banyak korban berjatuhan baik dari Rusia dan Ukraina terluka dan tewas akibat perang.
"Dari hati kami juga tidak menginginkan perang ini," kata dia.
(Tribun-video.com/Tribun-Bali.com)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul WNA Ukraina Gelar Aksi Damai di Bali, Chevganluk Mengaku Stres & Harap Perang dengan Rusia Diakhiri
# Rusia Serang Ukraina # Bali # Demonstrasi warga Ukraina # Warga Ukraina # warga Rusia # Konflik Rusia Vs Ukraina
Sumber: Tribun Bali
Viral News
AKSI Monyet di Uluwatu Bali, Bawa Iphone 17 Pro Max Milik Wisatawan Viral di Medsos
4 hari lalu
LIVE UPDATE
Diterjang Ombak Tinggi, Perahu Nelayan di Perairan Nusa Lembongan Terbalik, 8 ABK Dievakuasi
Rabu, 15 April 2026
Tribunnews Update
Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman ABK Korban Penganiayaan dan Pembakaran Hidup-hidup di Bali
Rabu, 15 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.