TRIBUNNEWS UPDATE
Efek Domino Perang Rusia vs Ukraina: Nilai Rupiah dan IHSG Merosot, Harga Minyak Dunia Naik Tinggi
TRIBUN-VIDEO.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina membawa dampak untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Tak hanya itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot.
Bahkan harga minyak dunia juga mengalami kenaikan.
Baca: Militer Rusia Dikabarkan Telah Kuasai Pembangkit Nuklir Chernobyl di Ukraina
Dikutip dari TribunBisnis, Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (24/2) merosot 1,48 persen atau 102,23 poin ke posisi 6.817,82.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada kisaran 6.758 hingga 6.929, di mana terdapat 109 saham menguat, 492 saham melemah, dan 82 saham tidak mengalami perubahan.
Adapun nilai perdagangan mencapai Rp 21,17 triliun dengan 31 miliaran saham yang ditransaksikan oleh pelaku pasar sebanyak 2 jutaan kali.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis mengatakan, perang Rusia - Ukraina mengganggu psikologis pasar dan akhirnya terjadi aksi panic selling dari investor.
Atas hal itu Azis memberikan saran agar para investor saat ini bisa melakukan wait and see sambil menunggu perkembangan konflik Rusia dan Ukraina.
Baca: Serang Ukraina, Presiden Vladimir Putin Sebut Invasi Merupakan Bentuk Pembelaan Diri Rusia;
"Investor untuk saat ini bisa melakukan wait and see terlebih dahulu, sambil menunggu bagaimana konflik antara Rusia dan Ukraina ini," ujar Azis saat dihubungi Tribun.
Harga minyak mentah dunia juga semakin mendidih akibat invasi Rusia ke Ukraina hingga akhirnya melebihi level 100 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.
Kenaikan harga komoditas itu disebut-sebut bakal menjadi pukulan ganda bagi ekonomi dunia lantaran menekan prospek pertumbuhan dan menaikkan tingkat inflasi.
Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira meminta pemerintah untuk dapat menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) akibat kenaikan harga minyak dunia.
"BBM, Pertamax, Pertalite juga bisa harus terjaga hingga akhir 2022," ujarnya.
Sebab, pada asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), harga minyak hanya dipatok 63 dolar AS per barel.
"Gap antara harga minyak yang ditetapkan APBN dengan riil di lapangan saat ini terlalu jauh, sehingga ada pembengkakan subsidi energi signifikan," kata Bhima.
Baca: Ukraina Mengklaim Sebanyak 203 Serangan dari Rusia dalam Sehari saat Invasi
Dirinya mendesak pemerintah melakukan perubahan APBN untuk menyesuaikan kembali beberapa indikator, termasuk juga nilai tukar rupiah dan inflasi.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah ke level Rp 14.391 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.337 per dolar AS.
Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun melemah direntang Rp 14.370 hingga Rp 14.420 per USD.
Menurut Bhima, invasi Rusia ke Ukraina akan menimbulkan instabilitas dan tentunya merugikan proses pemulihan dan moneter di Indonesia.
Dampak kedua adalah efek dari harga komoditas, di mana minyak mentah sudah tembus di atas 100 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.
Baca: Guru Besar Hukum Internasional FHUI Sebut Serangan Rusia ke Ukraina Bisa Picu Perang Dunia III
Bhima menambahkan, kenaikan harga minyak akan meningkatkan inflasi dan membuat biaya logistik hingga barang-barang kebutuhan pokok lebih mahal.
"Efeknya adalah harga kebutuhan pokok semakin meningkat, daya beli semakin rendah, dan subsidi energi membengkak cukup signifikan," pungkasnya. (Tribun-Video.com/TribunBisnis)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dampak Invasi Rusia ke Ukraina, Rupiah Anjlok dan IHSG Merosot hingga Harga Minyak Dunia Melonjak
# TRIBUNNEWS UPDATE # perang # Rusia # Ukraina # ekonomi # minyak dunia
Reporter: Dhea Andika Rizqi
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Citra Satelit Rusia Mata-matai Pangkalan AS, Berbagi Data ke Iran hingga Sukses Bom Aset Washington
Minggu, 29 Maret 2026
Konflik Timur Tengah
313 Ton Bantuan Rusia Diterima Iran di Tengah Memanasnya AS Israel Vs Teheran di Timur Tengah
Minggu, 29 Maret 2026
Konflik Timur Tengah
Aksi 'NO KINGS' Guncang AS, 3.000 Aksi Digelar Serentak Protes Trump soal Perang Iran
Minggu, 29 Maret 2026
Konflik Timur Tengah
6 Kapal Perang AS Digempur Iran, 3 Armada Tenggelam, Sisanya Alami Kerusakan
Minggu, 29 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDTAE
Iran Terima 313 Ton Bantuan Rusia di Tengah Serangan AS-Israel Memanas di Kawasan Timur Tengah
Minggu, 29 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.