Jumat, 10 April 2026

Terkini Daerah

Kampung Nelayan Dikepung Sampah, Ketua RT: Masyarakat Masih Buang Sampah Sembarangan

Rabu, 23 Februari 2022 09:43 WIB
TribunJakarta

TRIBUN-VIDEO.COM - Kampung nelayan di RW 04 Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, dikepung sampah sejak Oktober 2021.

Permasalahan kepadatan sampah ini, kata ketua RT setempat, akibat akses keluar masuk sampah tertutup tanggul dan perilaku masyarakat yang tak bertanggungjawab.

Ketua RT 10 RW 04 Kalibaru, Dasuki mengatakan, sampah yang memadati pesisir dekat permukiman kampung nelayan sebenarnya sudah ada sejak dulu.

Tapi, sebelum menumpuk seperti sekarang, sampah biasanya hanya mengotori sebentar lalu terbawa arus kembali.

"Sebelumnya kan artinya dengan lalu lalangnya perahu tadi, artinya tidak ada penumpukan sampah yang seperti sekarang ini," kata Dasuki di lokasi, Selasa (22/2/2022).

Baca: Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Diperingati pada Tanggal 21 Februari, Eco Enzym Disemprotkan

"Jadi artinya sering ada sirkulasi air dan hanyut terbawa perahu jalan atau mondar-mandirnya perahu masuk, ya itu tadi," katanya.

Kondisi berubah ketika adanya pemancangan tanggul pengaman yang berhadapan dengan permukiman para nelayan.

Sampah yang biasanya mengotori tempat singgah perahu kini menumpuk karena sudah tak ada akses untuk terbawa arus.

"Kalau secara riilnya adalah sejak ada penutupan dari proyek pengembang tanggul pengaman Ibukota ini di bulan 10, artinya kepadatan sampah itu tadi, adanya penumpukan semenjak itulah."

"Semenjak adanya penyambungan dari pemancangan pengembang tanggul," kata Dasuki.

Baca: Proyek Normalisasi Sungai Diganti Menjadi Gerebek Lumpur, Pemprov DKI Jakarta Digugat Warga

Sampah yang kebanyakan berjenis plastik maupun bungkus makanan atau minuman memenuhi perairan dangkal yang langsung berhadapan dengan rumah-rumah warga.

Keberadaan sampah ini memanjang di tepi laut wilayah RW 04 Kalibaru hingga ke wilayah RW 015.

Sampah berada langsung di bawah rumah-rumah serta toilet umum berbahan bambu milik warga.

Kondisi sampah menutupi permukaan air laut dangkal yang sudah tak terlihat lagi.

Berdasarkan pantauan TribunJakarta.com pada Selasa (22/2/2022) siang, keberadaan sampah ini sama sekali tak membuat warga risih.

Warga masih menjalankan aktivitas normal meskipun permukiman mereka dipenuhi sampah.

Dasuki mengatakan, sampah yang memenuhi pesisir itu asalnya terbagi dua.

Kebanyakan ialah sampah-sampah yang terbawa arus dan sisanya memang berasal dari warga yang tak bertanggungjawab membuang sembarangan.

"Di sini warga dengan sendirinya sambil buang air besar dia menenteng sampah dengan kantong kresek. Buang ke sini."

"Itu kan sering dilakukan begitu, hampir hari-hari lah, pagi hari, malam hari, itu sering dilakukan," paparnya.

Dasuki mengatakan, memang tak ada TPS yang lokasinya dekat dengan permukiman kampung nelayan itu.

Di samping itu, akses yang sulit dilewati membuat penanganan pembersihan juga tak maksimal.

"Berbagai upaya sebenarnya dari pemerintahan setempat sudah dilakukan. Dari yang sebelumnya kami sudah melibatkan Sudin LH, petugas PPSU kelurahan juga," kata Dasuki.

"Akan tetapi ya itu tadi, karena akses yang menjadi untuk menjemput tumpukan sampah itu masih kurangnya akses itu tadi."

"Enggak adanya akses menjadi kendala mungkin di wilayah kami," ucapnya.

Dasuki juga menegaskan dirinya tak henti-henti mengimbau warga untuk tidak buang sampah sembarangan.

Namun, warga malah tak peduli dan menganggap perilaku mereka sepele. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Kampung Nelayan Dikepung Sampah, Ketua RT Sebut Warganya Masih Sering Buang Sembarangan

# Kampung Nelayan # Cilincing # dikepung # sampah # TPS # Ketua RT

Editor: Khaira Nova Hanugrahayu
Video Production: Putri Anggun Absari
Sumber: TribunJakarta

Tags
   #Kampung Nelayan   #Cilincing   #dikepung   #sampah   #TPS   #Ketua RT

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved