Jumat, 17 April 2026

Terkini Daerah

Keluhan Pedagang Tahu Tempe di Pasar Kebon Roek, Pusing akibat Harga Kedelai Naik

Senin, 21 Februari 2022 10:31 WIB
Tribun Lombok

Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Patayatul Wahidah

TRIBUN-VIDEO.COM – Kenaikan harga kedelai mempengaruhi nilai jual produk olahan kedelai seperti tahu dan tempe.

Tapi kenaikan harga kedelai tidak membuat para pedagang di pasar senang.

Pedagang tahu dan tempe di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram mengeluhkan kondisi ini.

Seperti diungkapkan Nurhaeni, salah seorang pedagang tahu dan tempe di Kebon Roek.

Ia mengatakan, kenaikan harga kedelai saat ini mencapai dua kali lipat dari harga normal.

Normalnya per kilo kedelai berada di harga Rp 8.500 dan saat ini mencapai Rp 14.500 per kilogram.

Sayangnya, kenaikan harga kedelai ini tidak berpengaruh terhadap harga maupun ukuran dari tahu dan tempe yang dijual.

Ia menyebut tidak bisa serta merta menaikkan harga karena para pembeli tidak mau tahu dengan kenaikan harga kedelai.

Baca: Meroketnya Harga Kedelai Membuat Produsen Tahu dan Tempe Menjerit, Serentak Kurangi Jumlah Produksi

“Amun tahu tempe ndekn iniq taek, kedele saq taek (Kalau tahu tempe tidak bisa naik harganya, kedelai yang naik,” kata Nurhaeni.

Begitu pula dengan ukuran tahu dan tempe yang menurutnya juga tidak bisa diakali.

Karena jika menjual tahu tempe dengan ukuran yang diperkecil dagangannya tidak dilirik oleh pembeli.

Nurhaeni pun hanya bisa menerima keadaan dan tetap berjualan walaupun mendapatkan keuntungan yang tak banyak.

Saat harga kedelai normal sekali pun pendapatannya tak pernah mencapai Rp 100 ribu setiap harinya.

Wanita paruh baya ini bercerita, kenaikan harga kedelai membuat keuntungan yang ia peroleh semakin menipis.

Dalam sehari belum tentu ia mendapatkan keuntungan di atas Rp 50 ribu.

Baca: Pengusaha Tahu Tempe di Pamarayan Serang Mogok Kerja Tiga Hari, Imbas dari Melonjaknya Harga Kedelai

“Pokok araq seribu doang anaqku dalam empat (Pokoknya hanya seribu keuntungannya dalam empat (tempe),” jelasnya.

Berjualan tahu dan tempe menjadi satu-satunya sumber mata pencaharian Nurhaeni.

Jika harga kedelai terus melonjak ia takut produsen akan mogok produksi sehingga membuatnya terpaksa tidak berjualan.

Kini dirinya hanya bisa berharap agar harga kedelai dapat normal kembali. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Kenaikan Harga Kedelai Bikin Pusing Pedagang Tahu Tempe di Pasar Kebon Roek

# tahu tempe # keluhan # Harga Kedelai naik # Pasar Tradisional Kebon Roek # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Nur Rohman Urip
Sumber: Tribun Lombok

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved