Mancanegara
Situasi di Perbatasan Ukraina Dikabarkan Memanas, Tembakan demi Tembakan Mulai Terdengar
TRIBUN-VIDEO.COM - Situasi di perbatasan Ukraina dikabarkan memanas.
Tembakan demi tembakan mulai terdengar.
Apakah perang yang sebenarnya antara Rusia dan Ukraina sudah dimulai?
Terkini, Kementerian Luar Negeri Rusia telah merilis tanggapan negaranya untuk Amerika Serikat (AS) atas pengajuan proposal keamanan di Eropa Timur.
Dalam dokumen tersebut, kementerian itu secara khusus menekankan tidak dapat diterimanya tuntutan untuk menarik pasukan Rusia dari wilayah tertentu negara itu.
Dikutip dari laman Sputnik News, Jumat (18/2/2022), kementerian tersebut menunjukkan bahwa Rusia prihatin atas aktivitas militer AS dan NATO yang berkembang secara langsung di dekat perbatasan Rusia, sementara 'garis merah' dan kepentingan keamanan inti serta hak kedaulatan Rusia masih diabaikan.
"Seperti ultimatum untuk menarik pasukan dari daerah-daerah tertentu di wilayah Rusia disertai dengan ancaman sanksi yang lebih keras, ini tidak dapat diterima dan merusak prospek untuk mencapai kesepakatan nyata," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.
Baca: Konflik Ukraina vs Rusia Semakin Memanas, Wilayah Perbatasan Dikepung, Begini Kondisi WNI
Tidak hanya itu, kementerian itu juga kembali menekankan bahwa Rusia tidak merencanakan 'invasi' ke Ukraina.
Itulah sebabnya 'pernyataan tentang tanggung jawab Rusia atas eskalasi hanya dianggap sebagai upaya untuk memberikan tekanan dan mendevaluasi proposal Rusia tentang jaminan keamanan'.
Rusia meyakini bahwa untuk meredakan situasi di sekitar Ukraina, 'pada dasarnya penting' untuk menerapkan serangkaian langkah.
Termasuk penghentian pasokan senjata ke Ukraina, penarikan kembali semua penasihat dan instruktur Barat dari sana, serta penolakan terhadap negara-negara NATO agar tidak mengadakan latihan bersama dengan Angkatan Bersenjata Ukraina.
"Dalam hal ini, kami menarik perhatian anda pada fakta bahwa setelah pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Moskwa pada 7 Februari lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menekankan bahwa kami terbuka untuk dialog dan menyerukan 'memikirkan kondisi keamanan yang stabil dan setara' untuk semua peserta dalam kehidupan internasional," tegas Kementerian Luar Negeri Rusia.
Menyinggung masalah keamanan Eropa, kementerian tersebut mencatat bahwa Rusia 'dihasilkan dari fakta bahwa penempatan unit Angkatan Bersenjata Rusia di wilayahnya, tidak dapat mempengaruhi kepentingan fundamental AS'.
Baca: Rusia Tarik Sebagian Pasukan di Perbatasan Ukraina, Pihak Pejabat dan Intelijen Barat Khawatir
"Kami ingin mengingatkan anda bahwa kami tidak memiliki pasukan di tanah Ukraina," jelas Kementerian Luar Negeri Rusia.
Pada saat yang sama, kata kementerian itu, AS dan sekutunya justru mempromosikan infrastruktur militer mereka dengan mengerahkan kontingen mereka di wilayah anggota baru NATO.
Kementerian tersebut juga menekankan bahwa dukungan kuat AS untuk 'kebijakan pintu terbuka NATO' bertentangan dengan komitmen dasar yang dibuat dalam kerangka Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa, di atas semua kewajiban 'untuk tidak memperkuat keamanan seseorang dengan mengorbankan keamanan orang lain'.
"Kami mendesak AS dan NATO untuk kembali melaksanakan kewajiban internasional di bidang menjaga perdamaian dan keamanan. Kami mengharapkan Belgia untuk mengajukan proposal hukum khusus tentang non-implementasi aliansi dari rencananya pada ekspansi ke timur NATO," pungkas Kementerian Luar Negeri Rusia.
Perlu diketahui, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada hari sebelumnya bahwa tanggapan Rusia terhadap AS atas proposal keamanan akan diumumkan kepada publik.
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri negara itu bahkan mengkonfirmasi tanggapan tersebut telah diterima oleh Duta Besar AS untuk Rusia, John Sullivan.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rusia Rilis Tanggapan untuk AS Soal Jaminan Keamanan
# Ukraina # Rusia # Amerika Serikat # NATO
Video Production: Diyah Ayu Lestari
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkini
AS Kepung Jalur Energi Dunia: Kapal Tanker Iran Dilarang Berlayar Tanpa Izin Angkatan Laut Amerika
11 jam lalu
Berita Terkini
Menlu Iran Abbas Araghchi ke Islamabad, Bahas Perkembangan Regional dengan Pejabat Pakistan
11 jam lalu
Berita Terkini
Selat Hormuz Macet, Kapal Cuma Bisa Melintas usai Dapat Izin IRGC dan AS Cabut Blokade
11 jam lalu
Berita Terkini
Syarat AS untuk Timnas Iran di Piala Dunia 2026: Dilarang Bawa Orang-orang Berhubungan dengan IRGC
12 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
China Dukung Diplomasi Akhiri Ketegangan AS-Iran di Tengah Perpanjangan Gencatan Senjata
12 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.