Terkini Daerah
Malam Minggu Jadi Waktu Ritual Maut, Nur Hasan Sempat Berdiskusi Terkait Waktu Pelaksanaan dan Iuran
TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua Padepokan Tunggal Jati Nusantara, Nur Hasan memberikan klarifikasinya terkait ritual yang ia lakukan bersama pengikutnya di Pantai Payangan Jember, Jawa Timur pada Minggu (13/2/2022).
Nur Hasan mengatakan sempat berdiskusi terkait waktu pelaksanaan ritual bersama para pengikutnya sebelum pelaksanaan ritual.
Dari hasil diskusi tersebut akhirnya diputuskan untuk melakukan ritual pada Minggu (13/2/2022) kemarin.
"Saat itu diskusi, gimana kalau malam Minggu setuju enggak. 'Ya enggak apa-apa,'" kata Nur Hasan dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Rabu (16/2/2022).
Selain mendiskusikan soal waktu pelaksanaan ritual, Nur Hasan juga berdiskusi soal iuran. Semuanyaa sepakat untuk membayar iuran Rp 20 ribu.
Nur Hasan menegaskan tidak pernah memaksa para pengikutnya untuk mengikuti ritual tersebut.
Mereka mengikuti ritual atas dasar kemauan mereka sendiri.
"Jadi berapa iurannya, sekiranya anak-anak yang mampu, tidak ada paksaan. Yaudah yang enak iuran Rp 20 ribu aja. Mau ikut iya, tidak ikut ya tidak apa-apa. Saya tidak memaksa," terang Nur Hasan.
Baca: Penampakan Remaja Berseragam Putih Abu-abu Tergeletak di Tengah Jalan Tol, Alami Kecelakaan Tunggal
Polisi Masih Dalami Dugaan Adanya Unsur Pidana
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman terkait ritual yang menyebabkan 11 orang meninggal ini.
Diketahui 11 orang tersebut meninggal karena tersapu ombak saat melaksanakan ritual di Pantai Payangan, Jember, Jawa Timur.
Untuk mendalami kasus ini, polisi memeriksa Ketua Padepokan Tunggal Jati Nusantara, Nur Hasan.
Komang menyebut polisi tengah fokus untuk mendalami informasi terkait siapa yang menginisiasi ritual tersebut.
Kemudian apa tujuan ritual, apakah Nur Hasanah memang menyarankan untuk mengadakan ritual tersebut kepada para pengikutnya, serta informasi lainnya.
Baca: Mengaku Dilarang Bertemu saat Antar Nasi, Anak Tahanan yang Tewas: Tahu-tahu Sudah Meninggal
"Untuk fokus pendalaman berkaitan dengan pemeriksaan yang bersangkutan, di antaranya tentang siapa yang menginisiasi kegiatan tersebut."
"Tujuannya apa, kemudian apakah saudara NH ini menyarankan kepada jamaahnya, untuk berkegiatan sudah berapa kali, dimana saja, dan bagaimana mungkin cara ibadahnya," terang Komang.
Cerita orban Selamat Ritual Maut di Pantai Payangan Jember
Diwartkan Tribunnews.com sebelumnya, Bayu, seorang korban selamat dari kecelakaan laut di Pantai Payangan yang menewaskan 11 warga Jember, Jawa Timur, menceritakan ritual yang dilakukan oleh rombongan berjumlah 24 orang tersebut.
Bayu menjelaskan, mereka datang untuk melakukan ritual berupa meditasi di tepi Pantai Payangan, Jember.
"Meditasi," kata Bayu.
Menurutnya, mereka melakukan meditasi di pinggir laut.
Namun, saat itu tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret rekannya.
"Ada ombak dua kali datang. Ombak pertama ini saya berdiri terus lari saya menghindari ombak kedua," kata Bayu.
Ombak tersebut kemudian menyeret belasan orang dan 11 orang di antaranya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Nur Hasan Sempat Diskusikan Waktu Pelaksanaan Ritual Bersama Pengikutnya, Akui Tak Memaksa
# jember # ritual # maut
Sumber: Tribunnews.com
LIVE UPDATE
Seminggu Tak Pulang, Bocah 13 Tahun Asal jember Tenyata Disodomi Pemuda Lumajang Sebanyak 9 Kali
2 hari lalu
LIVE UPDATE
Mahasiswa Unej Demo Rektorat, Akui Geram seusai Hanya Hitungan Jam UKT Camaba Mendadak Naik
2 hari lalu
Local Experience
Puasa Mutih, Ritual Sunyi Masyarakat Jawa untuk Menjernihkan Batin
Selasa, 14 April 2026
Local Experience
Makna Mendalam Babi dalam Tradisi Toraja, Dari Duka hingga Sukacita
Selasa, 14 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.